Kesalahan Cetak Dan Topik Utama
MULAI nomor ini dan selanjutnya, TEMPO terbit dengan menggunakan ejaan yang disempurnakan, dan penyesuaian ini sengaja tidak kami lakukan secara sebagian-sebagian melainkan sekaligus pada semua rubrik.
BELUM sampai sebulan setelah keluarnya instruksi Presiden tentang penyederhanaan prosedur Penanaman Modal Asing/Modal Dalam Negeri, mingu lalu di Hotel Indonesia Jakarta telah diselenggarakan pertemuan meja-bundar antara Bussiness Internatonal dengan Pemerintah RI. Meskipun pertemuan itu dilakukan dibelakang pintu tertutup, namun diketahui bahwa pertemuan teah membahas berbagai masalah yang berhubungan dengan kebijaksanaan pemerintah di bidang penanaman modal swasta dalam rangka kerjasama antara perusahaan swasta internasional dengan swasta Indonesia. 4 tahun setelah pertemuan serupa yang juga diadakan di Jakarta, perekonomian Indonesia dinilai telah memperlihatkan perkembangan baru, dan pertemuan yang dihadiri oleh 90 peserta yang kebanyakan terdiri dari wakil-wakil perusahaan swasta Amerika Serikat, Jepang, Jerman Barat, Swiss, Italia dan lain-lain itu antaranya telah membahas masalah pemilikan tanah, pajak, bea-cukai, tenaga kuda dan latihan, pengelolaan minyak & gas bumi, fiskal dan perbankan, dan lain-lain.
Semua itu bagaimanapun menunjukkan bahwa penanaman modal swasta di Indonesia, asing tnaupun domestik, masin menghadapi banyak persoalan-persoalan, terutama dalam hal kongsi alias joint venture. Sayangnya, membicarakan masalah ini, seperti dikatakan oleh seorang pejabat tinggi Panitia PMA, bak "membicarakan raliasia rumah-tangga suatu perkawinan". Maka yang diungapkan disini lebih banyak menai prosedur yang ada sekarang. Dan sekali lagi sebuah laporan utama TEMPO digarap oleh seorang reporter, yaitu Junus Aditjondro, mulai dari perencanaan, pengumpulan bahan, wawancara dan penulisan dengan pengawasan dilakukan oleh Kepala Desk Ekonomi.
