Fokus Kita

Kesalahan Cetak Dan Topik Utama

"Tempo" minta maaf atas kesalahan cetak pada sebagian rubrik, edisi lalu. mulai kini, majalah itu terbit dengan ejaan baru. masalah penanaman modal swasta di Indonesia, nomor ini, jadi topik utama.
UNTUK kesekian kalinya kami mengharapkan maaf dari para pembaca. TEMPO minggu lalu telah terbit dengan-keadaan yang amat tidak sempurna. Pada rubrik Internasional, artikel mengenai Maroko telah ketinggalan judul dan bagian pembukaannya sepanjang 2 alinia. Pada, laporan utama mengenai AKABRI, box dengan judul Memilih Tjalon di halaman 47 yang sehabis dikolom 2, oleh petugas di percetakan rupanya telah dirobah sampai ke kolom 3, sehingga apa yang seharusnya menjadi sambungan kalimat-kalimat laporan utama di halaman 46 telah turut termasuk dalam box di halaman 47. Tidak cukup dengan kesalahan-kesalahan diatas, wajah TEMPO minggu lalu telah dipercacat pula dengan kekeliruan adanya iklan sisipan yang disisipkan pada tempat yang tidak seharusnya. Lembaran iklan sisipan yang dicetak off-set itu seharusnya tersisip antara halaman 24-25 dan 28-29 dengan urut-urutan Honda-Trakindo-Gia-Sharp. Walhasil, lengkaplah musibah tehnis yang amat merugkan, ini, merugikan kami dan terutama merugikan para pembaca TEMPO. Sekali lagi, kami mengharapkan maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut.

MULAI nomor ini dan selanjutnya, TEMPO terbit dengan menggunakan ejaan yang disempurnakan, dan penyesuaian ini sengaja tidak kami lakukan secara sebagian-sebagian melainkan sekaligus pada semua rubrik.

BELUM sampai sebulan setelah keluarnya instruksi Presiden tentang penyederhanaan prosedur Penanaman Modal Asing/Modal Dalam Negeri, mingu lalu di Hotel Indonesia Jakarta telah diselenggarakan pertemuan meja-bundar antara Bussiness Internatonal dengan Pemerintah RI. Meskipun pertemuan itu dilakukan dibelakang pintu tertutup, namun diketahui bahwa pertemuan teah membahas berbagai masalah yang berhubungan dengan kebijaksanaan pemerintah di bidang penanaman modal swasta dalam rangka kerjasama antara perusahaan swasta internasional dengan swasta Indonesia. 4 tahun setelah pertemuan serupa yang juga diadakan di Jakarta, perekonomian Indonesia dinilai telah memperlihatkan perkembangan baru, dan pertemuan yang dihadiri oleh 90 peserta yang kebanyakan terdiri dari wakil-wakil perusahaan swasta Amerika Serikat, Jepang, Jerman Barat, Swiss, Italia dan lain-lain itu antaranya telah membahas masalah pemilikan tanah, pajak, bea-cukai, tenaga kuda dan latihan, pengelolaan minyak & gas bumi, fiskal dan perbankan, dan lain-lain.

Semua itu bagaimanapun menunjukkan bahwa penanaman modal swasta di Indonesia, asing tnaupun domestik, masin menghadapi banyak persoalan-persoalan, terutama dalam hal kongsi alias joint venture. Sayangnya, membicarakan masalah ini, seperti dikatakan oleh seorang pejabat tinggi Panitia PMA, bak "membicarakan raliasia rumah-tangga suatu perkawinan". Maka yang diungapkan disini lebih banyak menai prosedur yang ada sekarang. Dan sekali lagi sebuah laporan utama TEMPO digarap oleh seorang reporter, yaitu Junus Aditjondro, mulai dari perencanaan, pengumpulan bahan, wawancara dan penulisan dengan pengawasan dilakukan oleh Kepala Desk Ekonomi.
POKOK & TOKOH

Tentang tergusurnya wiratmo tergusur dari tempat duduk

Wiratno tergusur dari tempat duduknya di golongan vip a, oleh eddy sumadi. ini dalam pembukaan pekan promosi batik. ny. tien suharto bertanya dalam soal kesalahan teknis ini. masalahnya telah clear.