• Home
  • 04 November 1972
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Sains
    • Pendidikan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 04 November 1972

    Sensus Sehari

    HARI Minggu 8 Oktober itu Pontianak tak ubahnya seperti kota yang sedang dilanda perang. Jalan nan sepi dari lalu lintas kendaraan dan orang yang mondar-mandir. Di tempat-tempat yang strategis para petugas keamanan berjagajaga dengan senjata di tangan, sedang di gang-gang dan kampung-kampung kecil orang-orang berseragam Hansip secara sigap melarang setiap penduduk yang hendak keluar rumah. Loya. Inilah "sensus penduduk kembali" yang dilakukan kota itu berdasarkan instruksi Laksusda Kalimantan Barat pertengahan Agustus lalu, setelah terjadinya penyebaran pamflet antipemerintah di sana. Walikota Siswojo menyusul instruksi ini dengan berbagai pengumuman. Lalu beberapa jam sebelum 8 Oktober masih keluar lagi laranan dari walikota untuk tidak keluar rumah antara jam 00.02 dini hari hingga jam 24.00. Ketentuan ini berlaku bagi segenap penduduk kota yang berjumlah 218.000 itu. Sensus ini, sebagaimana diterangkan Siswojo, di samping untuk mengetahui dengan lebih tepat jumlah penduduk, juga untuk menjaga keamanan dari "gangguan yang tidak diinginkan". Apa gangguan yang tidak diinginkan itu, tidak diterangkan oleh sang walikota. Tapi pasti tidak bisa lain dari masalah penanggulangan terhadap infiltrasi PGRS/ Paraku dan pelarian-pelarian PKI. Dan apa mau dikata, kalau justru sehari sebelum pelaksanaannya telah terjadi kebakaran besar pada kompleks pertokoan di jalan Barito yang diperkirakan telah mendatangkan kerugian tidak kurang dari Rp 300 juta. Kebakaran yang telah mengakibatkan 200 kepala keluarga kehilangan 88 rumah tempat mereka berteduh ini, justru terjadi setelah keluarnya instruksi Laksusda kepada masyarakat untuk waspada terhadap bahaya kebakaran. Sehubungan dengan peristiwa ini seorang yang bernama Ng Thio Tjiang alias dukun Loya telah ditahan. 3 lembar ribuan. Betapapun ketatnya penjagaan pada hari Minggu itu, tak urung masih banyak juga kedapatan orng-orang yang keluyuran. Untuk ini, para penjaga dengan tidak banyak ba-bi-bu langsung menaikkan orang-orang itu ke dalam truk dan membawa nya ke Kodim. Di sana, setelah ditanyai mereka lalu diberi secarik kartu sebagai tanda telah diteliti dan aman selama dalam perjalanan pulang. Kartu tanda "telah ditecliti" pada waktu itu ternyata lebih ampuh ketimbang kartu penduduk. Padahal untuk kartu penduduk ini telah banyak keluhan dikeluarkan. Jelasnya, harga Rp 500 yang resminya cuma Rp 75 itu sulit terbeli oleh kantong kebanyakan penduduk. Hingga dari laporan sensus yang diadakan cuma sehari itu dapat diketahui bahwa baru sekitar 40% saja dari seluruh jumlah penduduk dewasa yang telah memiliki KTP. Selain itu sudah umum diketahui, bahwa dengan hanya menyerahkan 3 lembar ribuan kepada petugas Rt atau kepala kampung, para pengungsi Cina di Pontianak dengan mudah akan mendapatkan surat-surat lengkap. Sehingga karena itulah barangkali sensus yang dikatakan Siswojo sebagai "tidak mengenakkan" itu, paling banter cuma bisa mengetahui kurang lebihnya jumlah penduduk. Sedang untuk melokalisir PKI dan PGRS, agaknya jauh dari target, lantaran kebanyakan mereka jauh lebih lincah dari penduduk yang bukan PKI dalam hal melengkapi surat-surat penyelamat.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Kalau anu di ujung baru kilau anu di ujung batu

Mode

Etalase mewah di kaki lima ...

Pakaian dan kapstok

Keluar dari kurungan ayam

TEMPO|interaktif

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif