• Home
  • 04 November 1972
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Sains
    • Pendidikan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 04 November 1972

    Keluar dari kurungan ayam

    MODEL baju semenjak abad 18 jadi bertambah sederhana dan praktis dipakai. Baju gaya zaman Victoria - pada saat mana rok-dalam bagian bawah mirip kurungan ayam, pinggang dirampingkan sekecil mungkin, rambut palsu tinggi menjulang keatas - sudah ditinggalkan. Awal 1900, gaya wanita mirip huruf S. Dada dibusungkan kedepan, pinggang dikecilkan (konon, karena belum ditemukan strapless pinggang harus diikat kencang-kencang dengan tali) dan bagian belakang diberi rumbai-rumbai untuk memberi kesan pantat yang besar. Panjang baju sampai kekaki. Sepuluh tahun kemudian, rok panjang dibuat dengan pola garis lurus (straight fine). Segala caneart, kutang yang bisa mengecilkan pinggang, tidak disukai lagi. Tahun 1919, bulu binatang melengkapi baju-baju wanita kaya. Mink itu merupakan simbol status, padat atau tidaknya kantong. Panjang rok naik sedikit dan sepatu masih berbentuk boots yang diberi kancing. Tahun 1927, bintang film Marlene Dietrich mempopulerkan rok-bawah sebatas dengkul, blus tanpa pinggang, kaos kaki panjang tipis dan sepatu yang lebih terbuka. Saat ini topi mulai ditinggalkan. Tahun 1947, Christian Dior mempopulerkan New Look. Panjang rok sampai ke tengah kaki, sedang pinggang mulai mendapat perhatian lagi. Model sepatu: hak lebih tinggi. Topi tetap ditinggalkan, tapi kadang-kadang bulu-bulu burung jadi perhiasan kepala. Tahun 1957, muncul baju karung atau model seperti hem laki-laki yang dijadikan rok. Tahun 1960, Coco Channel menciptakan model klasik yang disederhanakan. Yakni rok dan blus dalam, ditambah blur luar. Sesudah itu, dipenuju tahun 1970, Mary Quant menciptakan baju yang cukup menghebohkan: Mini. Kemudian lahir pula super-mini dan hotpan. Nama Mary Quant mungkin tidak akan tenar kalau pengikutnya yang begitu banyak - hingga kini, juga di Indonesia - tidak mendapat banjak tentangan dari fihak pejabat pemerintahan. Yunta, militer di Yunani melarang Wanita di sana pakai mini. Demikian juga beberapa negara Arab. Vatikan tidak mengizinkan wanita masuk gereja atau beraudensi dengan Paus kalau dia bermini. Gombyor & Sorban Keadaan bukan bertambah reda, karena model-model tanpa kutang, di balik sweater atau tidak dipakai siapa saja. Mulai Jackie Onassis sampai Raquel Welch. Kemudian timbul Midi, yang dianggap bisa mengembalikan kesopanan berbaju. Presiden Pompidou sendiri, yang menyenangi model midi, berkomentar: "Baju yang bisa menimbulkan misteri cinta". Mungkin ini ucapan protes atas mini dan braless, model tanpa beha. Tapi pengikut midi tidak sebanyak mini. Balikan salah-seorang yang menentangnya menyatakan - bahwa midi, kalau dipakai wanita yang kurang tinggi, bagaikan patung lilin Madame Tussaud yang berkeliaran dijalan. Bagaimana mode tahun 1973? Rumah-rumah mode di Eropa telah menciptakan model yang lebih feminin lagi. Balikan ada yang menyebutnya gaya Neo-Klasik. Model ini pun sudah dilontarkan perancang mode di Indonesia. Yakni straples model Rita Hayworth dan backless yakni punggung terbuka mulai dari pinggang keatas, yang oleh Kris Biantoro disebut model sundel bolong. Sepatu yang tadinya berhak-hak besar dan tebal mirip bakiak konon akan mengarah ke runcing lagi. Baju-baju model Timur telah ditrapkan pula. Di Jakarta, Iri Supit juga telah mulai mempopulerkan lengan dolman (lengan kelelawar) yang oleh perancang di Barat dijiplak dari Kenzo Takada dalam menampilkan baju model yukata- Kimono pendek. Warna baju lebih mengarah warna sayur-sayuran (hijau) dan buah-buahan (kuning). PAPMI sendiri, di awal 1972 telah menetapkan ungu sebagai warna tahun ini. Untuk akhir tahun, kuning. adalah warna yang diusulkannya untuk dipakai. Pantsuit, model celana panjang, tetap disenangi, bahkan Baby Huwae telah memamerkan celana panjang gaya Marlene Dietrich (model gombyor) plus sorban, sebagai topi yang dikatakan pernah dipakai dnlu oleh Dorothy Lamour. Tahun depan tampaknya baju-baju akan lebih feminin lagi. Baca: lebih sopan.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Kalau anu di ujung baru kilau anu di ujung batu

Mode

Etalase mewah di kaki lima ...

Pakaian dan kapstok

Keluar dari kurungan ayam

TEMPO|interaktif

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

Soal Larangan Konser Lady Gaga, Apa Kata Hakim MK

Bisnis

Nissan Siapkan Rp 700 Miliar untuk Bangun Gerai

Nasional

Seribuan Kura-kura Moncong Babi Dilepas

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif