Pesta karya cinta 1973
Cinta, cinta, cinta. Itu sejalan dengan kegiatan pramuka, yang meliputi pendidikan cinta bahari, cinta dirgantara, cinta bhayangkara, cinta pertanian, dan cinta PMD. Dan cinta terakhir ini men1buat mereka berktlmpul di Situbaru. Cibubur, dekat Bogor itu. Tidak seperti pada Jambore Nasional beberapa bulan yang lalu, peserta kali ini lebih banyak anak desa. Ingat pada keadaan di luar negeri, adalah Dr. Azis Saleh, sekjen Kwarnas Pramuka yang berkata: "Bahwa Indonesialah, negara satu-satunya yang gerakan pramuka-nya dapat menjalar ke desa-desa" -- sekalipun dalam kesempatan jumpa pers sebelum acara Takanas, Azis mengakui bahwa perkem bangan tersebut belwnlah merata ke seluruh Indonesia.
Perkara mudah menjalarnya gerakan pramuka ke desa-desa itu, menurut Azis Saleh, yang terpilih sebagai ketua Gerakan Kepanduan se Asia Pasifik, adalah tanda majunya gerakan tersebut. Hal ini - masih cerita Azis Saleh -- pernah dikemukakan oleh Pengurus Kepanduan se Dunia dalam sidang organisasi tersebut di Nairobi, bahwa Indonesia dalam waktu yang relatif singkat telah menunjukkan perkembangan jumlah anggota yang pesat. Kenyataan begini menurut Azis, yang pernah menjabat Menteri Pertanian itu, merupakan salah satu dari tiga keajaiban dalam sejarah perkembangan kepanduan di dunia. Dua keajaiban lain adalah: pertama diciptakannya gerakan kepanduan oleh Lord Baden Powell dan kedua, perkembangan kepanduan di AS yang dalam jangka 50 tahun sudah punya 41 juta anggota. "Tapi", ujar Azis Saleh, "pimpinan pramuka tak silau dengan scgala pujian". Ia menyadari juga bahwa perkembangan yang sudah ada sekarang, pun masih jauh dari cukup -- sehingga ia amat mengharapkan bantuan masyarakat. Antara lain berkenaan kurangnya tenaga pembina. Soalnya, tenaga ini adalah tenaga tak bergaji alias tenaga sukarela. Jadi berkait juga dengan soal biaya, sebab, tentu saja, kalau banyak biaya, tak kurang yang berkenan menjabat pekerjaan itu.
Askar tak berguna. Kendati begitu, untunglah ada beberapa jenderal-MPP yang ringan tangan untuk mengasuh para pramuka. Misalnya mayor jcnderal Azis Saleh sendiri sehingga oleh kesibukannya di pramuka, profesi medisnya ditinggalkan. Ada pula nama letjen. Sarbini, yang terakhir dipilih jadi wak,l Ketua DPA. Juga letjen. Suirman, yang jadi ketua Panitia Peringatan llari Pramuka ke 12. Siapa tahu penanganan dan dorongan para "askar tak berguna" seperti dikatakan Sudirman -- itu akan merupakan bibit mental bagi perkembangan pramuka seterusnya. Seperti juga bibit ikan yang ditabur pada upacara Takanas 1973 itu - pada jambore yang akan datang sudah akan jadi besar dan para peserta akan tinggal melemparkan pancingnya saja.
Dan perlombaan memancing, memang jadi salah satu mata acara dalam pesta itu. Di samping itu ada kontes perencanaan, pembuatan dan peragaan pakaian kerja petani, perlombaan membajak sawah dengan traktor kecil, penyuntikan ayam dan lain macam pameran di bidang pertaniam Jelas, pramuka memang punya andil dalam soal-soal pertanian. Lihat saja yang diker,akan pramuka transmigran di desa-desa yang baru mereka buka di Lampung (TEMPO, 7 April).
