Pendidikan

Pesta karya cinta 1973

Dalam memperingati HUT ke-12 pramuka diadakan pesta karya nasional (takanas) di Cibubur. Pesertanya lebih banyak anak desa & bertujuan agar dapat meningkatkan tingkat hidup masyarakat pedesaan.
SIAPA yang mau dibilang ketinggalan serta dalam pembangunan? Pasti tak ada, idem dito dengan pramuka, yang dulu bernama pandu itu. Merayakan ulangtahunnya yang ke 12, selama tujuh hari sejak tanggal 13 Agustus yang lalu, gerakan praja muda karana itu mengadakan Takanas, singkatan dari Pesta Karya Nasional. Dengan biaya sebesar Rp 19,5 juta, diletakkan harapan agar para pramuka, yang sebagian besar berasal dari desa itu, sepulangnya kelak akan mampu meningkatkan tingkat hidup masyarakat pedesaan - apalagi setiap peserta harus bayar Rp 3 ribu Sebab, dalam pesta yang dihadiri 900 orang pramuka itu, akan ditunjukkan bagaimana pramuka boleh memasukkan partisipasi dalam pembangunan di sektor pertanian.atau di sektor masyarakat desa pada umumnya. Fikiran ini, keras sekali datang dari kenyataan dunia pendidikan sendiri. Pejabat-pejabat di bidang itu sama mengatakan bahwa pendidikan tidak harus hanya melalui pendidikan formil alias sekolah dalam pengertian sehari-hari. Sebab, tak kurang manfaatnya pula adalah pendidikan luar sekolah, dimana anak-anak dapat langsung terjun ke sesuatu bidang yang berguna bagi diri dan masyarakatnya (bahkan pendidikan formilpun dikatakan masih tergantung pada yang tidak formil, karena lingkup yang terakhir ini amat besar pengaruhnya bagi pembinaan watak si anak).

Cinta, cinta, cinta. Itu sejalan dengan kegiatan pramuka, yang meliputi pendidikan cinta bahari, cinta dirgantara, cinta bhayangkara, cinta pertanian, dan cinta PMD. Dan cinta terakhir ini men1buat mereka berktlmpul di Situbaru. Cibubur, dekat Bogor itu. Tidak seperti pada Jambore Nasional beberapa bulan yang lalu, peserta kali ini lebih banyak anak desa. Ingat pada keadaan di luar negeri, adalah Dr. Azis Saleh, sekjen Kwarnas Pramuka yang berkata: "Bahwa Indonesialah, negara satu-satunya yang gerakan pramuka-nya dapat menjalar ke desa-desa" -- sekalipun dalam kesempatan jumpa pers sebelum acara Takanas, Azis mengakui bahwa perkem bangan tersebut belwnlah merata ke seluruh Indonesia.

Perkara mudah menjalarnya gerakan pramuka ke desa-desa itu, menurut Azis Saleh, yang terpilih sebagai ketua Gerakan Kepanduan se Asia Pasifik, adalah tanda majunya gerakan tersebut. Hal ini - masih cerita Azis Saleh -- pernah dikemukakan oleh Pengurus Kepanduan se Dunia dalam sidang organisasi tersebut di Nairobi, bahwa Indonesia dalam waktu yang relatif singkat telah menunjukkan perkembangan jumlah anggota yang pesat. Kenyataan begini menurut Azis, yang pernah menjabat Menteri Pertanian itu, merupakan salah satu dari tiga keajaiban dalam sejarah perkembangan kepanduan di dunia. Dua keajaiban lain adalah: pertama diciptakannya gerakan kepanduan oleh Lord Baden Powell dan kedua, perkembangan kepanduan di AS yang dalam jangka 50 tahun sudah punya 41 juta anggota. "Tapi", ujar Azis Saleh, "pimpinan pramuka tak silau dengan scgala pujian". Ia menyadari juga bahwa perkembangan yang sudah ada sekarang, pun masih jauh dari cukup -- sehingga ia amat mengharapkan bantuan masyarakat. Antara lain berkenaan kurangnya tenaga pembina. Soalnya, tenaga ini adalah tenaga tak bergaji alias tenaga sukarela. Jadi berkait juga dengan soal biaya, sebab, tentu saja, kalau banyak biaya, tak kurang yang berkenan menjabat pekerjaan itu.

Askar tak berguna. Kendati begitu, untunglah ada beberapa jenderal-MPP yang ringan tangan untuk mengasuh para pramuka. Misalnya mayor jcnderal Azis Saleh sendiri sehingga oleh kesibukannya di pramuka, profesi medisnya ditinggalkan. Ada pula nama letjen. Sarbini, yang terakhir dipilih jadi wak,l Ketua DPA. Juga letjen. Suirman, yang jadi ketua Panitia Peringatan llari Pramuka ke 12. Siapa tahu penanganan dan dorongan para "askar tak berguna" seperti dikatakan Sudirman -- itu akan merupakan bibit mental bagi perkembangan pramuka seterusnya. Seperti juga bibit ikan yang ditabur pada upacara Takanas 1973 itu - pada jambore yang akan datang sudah akan jadi besar dan para peserta akan tinggal melemparkan pancingnya saja.

Dan perlombaan memancing, memang jadi salah satu mata acara dalam pesta itu. Di samping itu ada kontes perencanaan, pembuatan dan peragaan pakaian kerja petani, perlombaan membajak sawah dengan traktor kecil, penyuntikan ayam dan lain macam pameran di bidang pertaniam Jelas, pramuka memang punya andil dalam soal-soal pertanian. Lihat saja yang diker,akan pramuka transmigran di desa-desa yang baru mereka buka di Lampung (TEMPO, 7 April).
POKOK & TOKOH

Meninggal Dunia

Sebelum meninggal dunia Mochtar Embut sempat mengirim surat pada Itha Maengkom, kawan akrabnya. Almarhum Mochtar belum sempat menyelesaikan buku musiknya berjudul popular song book.