Tabungan Lebih Baik ?
Objek sekarang. Maka memasuki tahun ketiga gerakan Tabungan Pembangunan Nasional diadakan upacara penyerahan sarana kampanye Tabanas dengan diawali penyerahan dari J.Sereh, Direktur Bank Indonesia kepada Drs. T. Umar Ali, Sekjen P & K. Ini dengan maksud agar pelajar di seluruh Indonesia turut ambil bagian menghimpun dana bagi pembangunan, tentunya. Pada hari yang sama, 12 September itu juga, Gubernur Bank Indonesia Drs Rachmat Saleh, berkenan pula menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Wakil Presiden sebagai simbol dimulainya kampanya serupa buat pramuka. Kampanyepun dimulailah.
Masalah "pentingnya menabung" demikian problim yang disimpulkan Sereh - di kalangan pelajar, oleh T.Umar Ali ditanggapi dengan: "Kesadaran dan kebiasaan ini akan bisa tertanam secara meyakinkan apabila telah dimulai sejak muda usia". Fihak Bank Indonesia kini agaknya sengaja menyorot masa pelajar, pemuda dan pramuka, setelah ia berhasil mengumpulkan 2,7 penabung dengan dana yang terhimpun meliputi Rp 30 milyar. Dan untuk objek sekarang ini, mengutip Sereh pula, "tidak melihat segi komersil, tapi segi edukatifnya".
Ke desa-desa. Sementara itu di kalangan pramuka, seperti dikatakan dr. Azis Saleh, Sekjen-nya, "Sekarang sedang digodok bahan-bahan, berupa saran-saran untuk BI daim usaha meningkatkan pengertian akan kesadaran dan kebiasaan menabung. "Cuma masih ada soal, yakni risiko nilai uang makin turun. Namun menurut Letjen. Sarbini, seorang tokoh pramuka: "Kan lebih baik ada tabungan daripada tak punya tabungan". Dan pramuka akan mengusahakan agar tabungan itu dikumpulkan pada gugus depan setempat, kemudian baru dimasukkan dalam buku Tabanas di bank kota kabupaten. Dari itu kampanye akan dilakukan dengan bertahap. Setelah pramuka DKI ini, menyusul pramuka Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Ujungpandang dan Banjarmasin. Baru pada tahap berikutnya mencapai kata-kata propinsi lain dan seluruh ibukota kabupaten terus sampai ke desa-desa.
Dan kembali ke SMP Cikini, untuk kalangan pelajar, seperti kata pelajarnya tadi: "Hasrat menabung cukup besar". Dan malah dikatakan, adanya tabungan merupakan syarat: untuk bisa masuk ke sekolah itu.
