• Home
  • 28 September 1974
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
  • Sains
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 28 September 1974

    Kuda Untuk Menteng

    MESKI bukan menarik sado seperti Betawi tempo dulu, toh ada juga giliran kuda menikmati mulusnya jalan raya ibukota. Seantero warga Menteng di hari Minggu awal September lalu, menyaksikan adanya kuda berpolisi lalu-lalang di sana. Bukan untuk adegan film koboi, melainkan untuk acara patroli biasa -- walaupun sifatnya "sebagai tenaga bantuan saja" seperti diungkapkan Mayor (Pol) Ibnu Hajar. Dansiko 714 Menteng ini terpaksa menoleh pada kuda -- yang lebih banyak nganggur di Kelapa Dua -- lantaran mobil patroli milik seksi kota kepolisian setempat, berupa sebuah jip keluaran tahun 50-an apa boleh buat tak kuasa lagi diajak meronda. Mogok melulu. Apa akal? Lebih-lebih daerah yang terkenal berpenghuni orang VIP ini, di hari libur nyaris kosong, sebab mereka istirahat ke luar kota. Ini berarti tugas pengamanan kudu ditingkatkan. Jip tak jalan, motor pun belum kebagian. Satu-satunya kendaraan yang ada: sepeda. Tapi menurut Kapten (Pol) Aminur Rasyid kepada TEMPO "sepeda pun keadaannya parah dan tak bisa digunakan lagi". Ditambahkan oleh Komandan Samapta Siko 714 ini "soalnya lagi, untuk daerah Menteng orang menggunakan sepeda akan merasa rendah diri". Nah. Oleh anggapan begitu, Rasyid bergurau "dengan mengendarai kuda, para polisi akan nampak lebih seram". Kebelet Seram tentu bukan tujuan, Yang penting mestinya terjaga atau tidak keamanan setempat, Perkara gangguan keamanan di daerah ini memang belum dijelaskan oleh pejabat kepolisian tersebut. Hanya diterangkan bahwa untuk sementara pelaksanaan patroli dilaksanakan dengan dua ekor kuda yang bakal dilalui mulai pukul 18 sampai 19 tiap hari libur itu ialah: Taman Suropati-Teuku Umar-Sam Ratulangi Haji Agus Salim-Mangunsarkoro-Imam bonjol-Sunda Kelapa (istirahat di sini 1 jam). Setelah itu perondaan dilanjutkan menuju Diponegoro-Mendut Proklamasi-Cikini Raya-Kebonsirih-Wahid Hasyim-Haji Agus Salim-Thamrin-Blora-Kendal-Taman Suropati (istirahat). Selain untuk berpatroli bisa diduga bahwa sepanjang perjalanan itu, pasukan berkuda ini bakal menarik perhatian umum juga. Dan sudah mulai bahan pergunjingan bahwa kuda-kuda itu bakal seenaknya buang hajat. Paling tidak ini tentu dikuatirkan oleh Dinas Kebersihan DKI. Seperti diutarakan Tjetje Rahman "kuda-kuda itu tak mungkin diberi kantong untuk tempat berak, sebab bakal jelek buat dilihat". Tapi Kepa]a Dinas Kebersihan DKI ini nampaknya tak usah keburu rusuh, Sebab kuda yang digunakan Satwa Polri itu telah digembleng sejak mulai baris-berbaris sampai urusan berak. Begitu disiplinnya hewan yang satu ini, sehingga kalau toh kebelet ketika sedang bertugas, dia akan menahan sebisa bisanya. Konon baru waktu istirahat, si kuda bakal menunaikan hajat besarnya itu. Percaya atau tidak, tapi itulah jaminan dari Kapten (Pol) Aminur Rasyid.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Masa Lalu, Sekarang Ini

Orang Kaya Di Bawah Tanah

Buku

Memilih di antara semua

Agama

Menahan api di aceh

Ilustrasi

Kisah 6 buah talempong

Kisah 6 buah talempong

Patung untuk sang proklamator

TEMPO|interaktif

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

Soal Larangan Konser Lady Gaga, Apa Kata Hakim MK

Bisnis

Nissan Siapkan Rp 700 Miliar untuk Bangun Gerai

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif