• Home
  • 22 Maret 1975
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Nasional
    • Nasional
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 22 Maret 1975

    Tandingan Bank Asing

    GERAKAN mempersunting bank-bank daerah masih jalan terus. Meskipun ekspansi kredit sudah dibatasi. Panin Bank bulan lalu mengumumkan mergernya yang ke-4 dengan Bank Pembangunan Ekonomi Semarang. Tahun ini juga akan menyusul mergernya dengan PT Bank Pembangunan Sulawesi yang, beroperasi di Ujungpandang dan Jakarta. Rupanya melihat gesitnya ekspansi Jalan. Kopi, Bank Niaga yang-ditunjang oleh usahawan-usahawan kakap seperti. Julius Tahiya & Soedarpa-Sastrosatomo merasa gerah juga. Sehingga buru-buru mereka memugar wajah kantor cabangnya di Yogya, akhir bulan lalu. Nyatanya pemugaran itu bukan sekedar tambal "sulam. Sebab "selain untuk merubah image masyarakat, maksudnya juga untuk memperluas daerah operasi". Begitu keterangan Idham, presdir Bank Niaga pada upacara peresmian, kantor cabang baru yang sudah dipercantik itu. Khusus untuk menghadiri peresmian kantor cabang itu, Julius Tahiya direktur Caltex Pacific Indonesia yang juga komisaris Bank Niaga datang dengan pesawat khusus. Sedang preskom Bank Niaga, Soedarpo, di hadapan Wakepda DIY Sri Paku Alam ke-8 merasa perlu mengisahkan mengapa Bank-Niaga sampai "mempersunting" Bank Agung yang berpusat di Solo dan punya cabang di Yogya: Soalnya, nama Bank Agung pernah kesohor tahun 1971 karena tidak mampu memenuhi kewajiban pada nasabahnya. Namun setelah mendapat droping $ 1 milyar sambil manajemennya diambil alih oleh Bank Indonesia, kepercayaan masyarakat berangsur-angsur mulai pulih. Siasat BI Namun pengoperan saham oleh Bank Indonesia hanyalah satu tindakan darurat untuk waktu yang terbatas. Makanya bulan Oktober 1973 BI bertindak sebagai penghulu mengawinkan Bank Agung dengan Bank Niaga. Siasat BI yang ingin melihat bank-bank bonafid meluaskan sayapnya lewat merger - dan bukan dengan membuka cabang-cabang baru tampaknya cukup berhasil. Dan kali ini, pilihan untuk merehabilitir nama Bank Agung jatuh pada Bank Niaga. Bank swasta milik pribumi ini belakangan ini memang tampak maju pesat di tengah inflasi berkat penambahan modal, peralatan & reorganisasi. Juga berkat latihan teknis bagi karyawan-karyawan Bank Niaga oleh Citibank, hingga berhasillah Bank Niaga dibaptis menjadi bank devisa Desember tahun lalu. Kemajuan itu memang didukung oleh peningkatan kepercayaan, masyarakat, yang bisa terlihat dari jumlah aktiva bank tersebut. Kalau di tahun 1973 jumlah aktiva Bank Niaga baru berjumlah Rp 1,7 milyar, pada akhir Pebruari lalu telah mencapai Rp 5,5.milyar. Atau lebih 2,5 kali dibandingkan setahun sebelumnya. Di Yogya sendiri, kalau sebelum merger orang bisa "main bola" kini 23 orang karyawannya sibuk melayani nasabah yang jumlahnya juga berlipat ganda, tapi yang menarik di kantor Cabang Bank Niaga Yogya ini adalah diterapkannya "sistim satu loket", seperti yang berlaku di Citibank Jakarta. Yang berarti, para nasabah atau calon nasabah langsung dilayani tanpa harus menunggu atau mondar-mandir. Tidak Brengsek Namun begitu, dalam merebut simpati masyarakat, tampaknya Panin Bank cukup berhasil. Ketika peresmian petubukaan cabang "Semarang dan cabang pembantu di Solo Pebruari, lalu, tidak hanya dibanjiri oleh kaum pedagang tapi juga dihadiri oleh para koresponden asing dari berbagai negara. Dilihat dari segi asset atau aktiva pertumbuhan Panin Bank tampak pesat. Kalau waktu merger pertama (1971) jumlah aktivanya berjumlah Rp 2,3 milyar, sebelum merger dengan Bank Pembangunan Ekonomi Semarang jumlah aktivanya menunjukkan Rp 31,5 milyar. "Dan itu mengalir, dari 13 cabang di, Jawa dan Sumatera, ujar Andi Gappa, Preskom Panin Bank. Selain itu, juga disebabkan karena 4 buah cabangnya yang sudah berfungsi sebagai bank devisa. Malah, dalam waktu yang tidak lama lagi Panin juga akan membuka cabang di Banjarmasin (Kalimantan). Sehingga dengan demikian, jaring-jaringnya sudah meliputi seluruh Indonesia. Tapi dari pembukaan kantor cabang, melalui proses merger ini yang penting agaknya apakah bank yang bersangkutan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat sekitarnya. Namun seperti dikatakan oleh Abdullah. Ali dari Bank Indonesia, Yang Paling bertanggung jawab berhasil tidaknya usaha bank terletak pada manajemen bank itu sendiri. Tapi yang jelas tambah Sarono SH dari Perbanas, perkembangan usaha Panin Bank merupakan bukti nyata bahwa bank swasta nasional tidak seberengsek dulu. Dan mudah-mudahan dapat menandingi operasi, bank asing di daerah-daerah.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Suka Duka

Supir STM & Presiden Komisaris

Ilustrasi

Spanyolan Campur Batik

Agama

Melawan tuhan "impor"

TEMPO|interaktif

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

Soal Larangan Konser Lady Gaga, Apa Kata Hakim MK

Bisnis

Nissan Siapkan Rp 700 Miliar untuk Bangun Gerai

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif