• Home
  • 30 Agustus 1975
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 30 Agustus 1975

    Oleh & Untuk Wartawan

    BENARKAH wartawan ditakuti Kalau tidak, tentu King Hartono,seorang pengusaha di Jakarta tidak sampai harus mengeluarkan uang kepada 3 orang wartawan Jakarta yang mendalanginya. Ketiga wartawan itu adalah AA, SS dan H masing-masing dari 3 harian pagi di Jakarta. Kepada King Hartono ketiga wartawan yang sehari-hari bila mengcover berita-berita kepolisian di Komdak Metro Jaya itu memberitahukan bahwa mereka akan menyiarkan di koran masing-masing mengenai penyelewengan King Hartono dalam kontrak pemborongan pemasangan pipa air-minum di beberapa tempat di Jakarta. King yang rupanya tak ingin kasusnya itu tersiar akhirnya menyerahkan selembar cek Bank Pembangunan Daerah DKI seharga Rp 1,6 juta kepada ketiga tamunya itu. Dari cek itu masing-masing mendapat Rp 500 ribu, sedang yang Rp 100 ribu sisanya konon disisihkan untuk Letkol Polisi Abbas Wiranatakusumah, Humas Komdak Metro Jaya. Mungkin kasus ini akan tetap tinggal akan di benak ketiga wartawan dan King Hartono saja, sekiranya semuanya sudah merasa puas. Tapi ternyala Rp 500 ribu belum dirasakan memadai bagi H. Ia kembali menemui King Hartono, kali ini sendirian. Kepada King H menyodorkan naskah berita mengenai King yang menurut H akan segera dimuat harian Kompas dan Angkatan Bersenjata. Dari operasi ini, H akhirnya berhasil meraih tambahan Rp 700 ribn dari King. Dengan uang ini H segera berbelanja sebuah motor Vespa baru. Perbuatan H, ini rupanya diketahui oleh kedua kawannya semula yaitu SS dan AA dan menimbulkan ketidaksenangan keduanya. Tak ayal lagi, AA memberitahukan kepada wartawan Kompas di Komdak bahwa ia dan korannya telah dicatut oleh H. Kerchan ini menyebabkan terjadinya rapat mendadak pala wartawan kepolisian di Komdak Metro Jaya minggu lalu. Dalam pembelannya salah seorang dari trio menyatakan di hadapan rapat: "Pemberian itu dengan rela. Kami jabat tangan segala. Tapi H mengakui: "Itu jelas pemerasan. Kalau tidak memeras kan kita siarkan saja", katanya. H mengkui bahwa ia telah melakukan kesalahan dan karena itu bersedia menerima resiko baik dari korannya maupun dari kawan-kawannya sesama wartawan kepolisian. Tapi AA dan SS membantah keras bahwa yang mereka lakukan itu adalah memeras Keduanya berpegang pada pendirian bahwa mereka datang dengan baik-baik dan cek diberikan King Hartono dengan rela. Karena itu dalam rapat itu AA menuntut agar rapat hanya membicarakan kasus pencatutan nama Kompas dan AB oleh H saja. Soal cek Rp 1,6 juta. AA keberatan hal itl diungkit-ungkit karena, katanya, itu merupakan jerih payahnya selama berbulan-bulan mengumpulkan data mengenai penyelewengan King Hartono. Dipecat & Disita Perkara yang dituduhkan terhadap diri King Hartono itu awal Agustus lalu telah diserahkan kepada Letkol Pol. Abbas Wiranatakusumah dan oleh yang terakhir ini telah disalurkan ke Seksi Ekonomi Komdak Metro Jaya. Abbas sendiri yang disebut-sebut akan diberi Rp 100 ribu dari hasil Rp 1,6 juta yang diterima H, AA dan SS merasa dirugikan namanya. Tapi menghadapi masalah ini, ia nampaknya ingin membiarkan para wartawan kepolisian di Komdak mencari penyelesaian sendiri. Katanya, dia akan mengambil alih persoalan tersebut, kalau memang para wartawan tidak hisa menyelesaikannya sendiri. Tapi sementara itu minggu lalu, Abbas telah menyebut-nyebut rencananya mungkin akan meminta koran-koran bersangkutan menarik ketiga wartawan itu dari penugasan di Komdak Metro Jaya". Tapi dari trio AA, SS dan H, rupanya nasib H yang dengan cepat meluncur jatuh. Tanggal 21 Agustus kemarin, ia telah kehilangan pekerjaan dipecat oleh koran tempatnya bekerja. Dan pada hari itu juga Vespa yang dibelinya telah disita kedua wartawan Kompas dan AB yang namanya telah dicatut H. Penyitaan ini dilakukan keluanya atas nama Koordinator Wartawan sub-seksi Polri/seksi Hankam. Di amping H, nasib buruk mungkin akan segera menimpa seorang zetter IBM di sebuah percetakan di Jakarta Kota. Sebabnya karena menurut pengakuan H. orang inilah yang telah dimintanya mengetikkan naskahl berita yang disdorkannya kepada King Hartono sebagai berita Kompas dan Angkatan Bersenjata dengan membayar Rp 100 ribu. Belakangan diketahui ada pula seorang wartawan lain bernama Sy. S yang upanya juga telah menghubungi King Hartono dan berhasil mendapatkan pula sejumlah uang.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Ilustrasi

Tugu jatuh bangun

Seni Rupa

Dekoratif soeparto

TEMPO|interaktif

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

Soal Larangan Konser Lady Gaga, Apa Kata Hakim MK

Bisnis

Nissan Siapkan Rp 700 Miliar untuk Bangun Gerai

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif