Biarkan Ramadhan Sunyi
Nasib Pemegang Karcis
Akan tetapi malang tak dapat ditolak. Fihak Kepolisian dan Pemkodati II Banjarmasin tak senang hatinya. Bahkan mereka terkejut buru-buru mengepitkan catatan untuk meyakinkan bahwa Pemerintah tidak pernah merasa memberikan izin. Terbayang wajah panitia yang bertanggung jawab dalam kerepotan itu yakni Gerakan Pemuda Siswa Mahasiswa (GPSM) Kosgoro dan lebih-lebih lagi terbayang wajah ketuanya yang bernama Damanik. Memang pernah ada rencana GPSM untuk bekerjasama dengan SIWO/PWI untuk menarik acara yang sama. Akan tetapi rencana itu sudah berantakan. "Berhubung tidak diperoleh kata mufakat'', kata Rustam Effendi Karel, sekretaris SIWO. Ikhwalnya berkisar pada ketidak sepakatan soal karcis. Fihak wartawan bermaksud menjual karcis murah seharga Rp 100 untuk pertunjukan di lapangan Merdeka. Tapi GPSM minta dikalikan 2. SIWO yang naga-naganya tak berani menggaet terlalu banyak duit dari kocek rakyat mundur teratur. Kabarnya Walikotamadya sudah ikut serta pula memecahkan soal itu. Ia memberi petuah pada Damanik untuk membiarkan bulan suci Ramadhan muncul dalam-kesunyiannya. Apalagi Agustus yang barusan lewat telah mengocok kota dengan berbagai macam hiburan. Akan tetapi Damanik rupanya telah bertekad. Ia terbang ke Surabaya - pakai pesawat tentu saja. Besar juga minatnya untuk menghibur, kalau memang cuma itu tujuan pokoknya. Bahkan berhasil juga ia menjual karcisnya yang mahal itu dengan gencar.
"Apa fihak yang berwajib di sini dianggap patung, kan kalau terjadi apa-apa, tidak hanya panitia yang bertanggungjawab", kata seorang pejabat di Balaikota menanggapi ulah Damanik. Demikianlah asal mulanya, celana-celana cutbrai yang sudah disiapkan oleh para remaja setempat menjadi dingin dan dimasukkan lagi ke almari. Pertunjukan dibatalkan, apa lagi ternyata karcis yang terjual habis juga walau tanpa izin. Damanik dikabarkan bangkrut. Sementara para pemegang karcis belum ketahuan nasibnya. Untunglah di samping melakukan tindakan keras yang berwajib sebagai orang timur mencoba mengoper persoalan seluruhnya. Kodim 1007 Banjarmasin dengan biaya sendiri memulangkan Pretty Sister's ke Surabaya dalam keadaan selamat. Pangdam X/Lambung Mangkurat merestui ketegasan itu. Kontrak yang sudah dibikin disalin ke atas kertas kontrak baru. Bahwa rombongan band Gadis Cantik itu tetap akan muncul nanti, untuk tidak mengecewakan para pemilik cutbrai. Waktunya seminggu sehabis Lebaran. Tak diketahui apa kata Damanik. Akan tetapi fhak panitia kelihatannya sulit dicari. sehingga untuk sementara fihak pemegang karcis merasa cemas. "Kalau kami tahu begini jadinya, kami tak bakalan datang", ujar Sumargo orang tua Pretty- seorang dokterandus ternyata. Bisa juga kebobolan.
