Hiburan

Biarkan Ramadhan Sunyi

Band pretty sister's batal main di banjarmasin di bulan ramadhan. sebabnya: panitia belum minta izin kepolisian. padahal karcis sudah terjual habis. konon diundur setelah lebaran. (hb)
PADA suatu hari penduduk Banjarmasin turun ke jalan raya gara-gara suara mik yang berkaok-kaok. Sebuah arak-arakan kecil sedang menurunkan sejumlah pengumuman. Di dalamnya ikut serta 11 kepala dari rombongan band Pretty Sister's. Dari landasan Ulin Syamsuddin Noor mereka berusaha menghubungi telinga seluruh wargakota Banjarmasin yang butuh hiburan. Mereka menjanjikan akan bertemu dengan rakyat sejak malam itu untuk tiga malam (2, 3, 5 September) di bioskop Ria atau Lapangan Merdeka. Dapat dimaklumi betapa suka hati penduduk yang jarang dijamah rombongan hiburan yang namanya sering dipajang di koran ibukota. Mereka setuju untuk membeli karcis seharga Rp 2.500 dan Rp 2.000. Celana-celana cutbrai pun segera dikeluarkan untuk dibawa menonton sambil sedikit nampang.

Nasib Pemegang Karcis

Akan tetapi malang tak dapat ditolak. Fihak Kepolisian dan Pemkodati II Banjarmasin tak senang hatinya. Bahkan mereka terkejut buru-buru mengepitkan catatan untuk meyakinkan bahwa Pemerintah tidak pernah merasa memberikan izin. Terbayang wajah panitia yang bertanggung jawab dalam kerepotan itu yakni Gerakan Pemuda Siswa Mahasiswa (GPSM) Kosgoro dan lebih-lebih lagi terbayang wajah ketuanya yang bernama Damanik. Memang pernah ada rencana GPSM untuk bekerjasama dengan SIWO/PWI untuk menarik acara yang sama. Akan tetapi rencana itu sudah berantakan. "Berhubung tidak diperoleh kata mufakat'', kata Rustam Effendi Karel, sekretaris SIWO. Ikhwalnya berkisar pada ketidak sepakatan soal karcis. Fihak wartawan bermaksud menjual karcis murah seharga Rp 100 untuk pertunjukan di lapangan Merdeka. Tapi GPSM minta dikalikan 2. SIWO yang naga-naganya tak berani menggaet terlalu banyak duit dari kocek rakyat mundur teratur. Kabarnya Walikotamadya sudah ikut serta pula memecahkan soal itu. Ia memberi petuah pada Damanik untuk membiarkan bulan suci Ramadhan muncul dalam-kesunyiannya. Apalagi Agustus yang barusan lewat telah mengocok kota dengan berbagai macam hiburan. Akan tetapi Damanik rupanya telah bertekad. Ia terbang ke Surabaya - pakai pesawat tentu saja. Besar juga minatnya untuk menghibur, kalau memang cuma itu tujuan pokoknya. Bahkan berhasil juga ia menjual karcisnya yang mahal itu dengan gencar.

"Apa fihak yang berwajib di sini dianggap patung, kan kalau terjadi apa-apa, tidak hanya panitia yang bertanggungjawab", kata seorang pejabat di Balaikota menanggapi ulah Damanik. Demikianlah asal mulanya, celana-celana cutbrai yang sudah disiapkan oleh para remaja setempat menjadi dingin dan dimasukkan lagi ke almari. Pertunjukan dibatalkan, apa lagi ternyata karcis yang terjual habis juga walau tanpa izin. Damanik dikabarkan bangkrut. Sementara para pemegang karcis belum ketahuan nasibnya. Untunglah di samping melakukan tindakan keras yang berwajib sebagai orang timur mencoba mengoper persoalan seluruhnya. Kodim 1007 Banjarmasin dengan biaya sendiri memulangkan Pretty Sister's ke Surabaya dalam keadaan selamat. Pangdam X/Lambung Mangkurat merestui ketegasan itu. Kontrak yang sudah dibikin disalin ke atas kertas kontrak baru. Bahwa rombongan band Gadis Cantik itu tetap akan muncul nanti, untuk tidak mengecewakan para pemilik cutbrai. Waktunya seminggu sehabis Lebaran. Tak diketahui apa kata Damanik. Akan tetapi fhak panitia kelihatannya sulit dicari. sehingga untuk sementara fihak pemegang karcis merasa cemas. "Kalau kami tahu begini jadinya, kami tak bakalan datang", ujar Sumargo orang tua Pretty- seorang dokterandus ternyata. Bisa juga kebobolan.
POKOK & TOKOH

Tidak hanya nyodok drum

Is haryanto, pemain drum favourit’s grup, pandai juga main bola sodok. tiap siang dia main di rumah bola sodok cikini. ia juga punya grup band sendiri disamping melatih musik kepada keluarganya. (pt)

KOLOM

Satu badan usaha + paket ...

Sudah waktunya didirikan suatu badan usaha untuk mengelola pariwisata dki. badan hrs bekerjasama dengan mass media, tvri & rri maupun swasta. satu sektor terpenting dari badan adalah pusat informasi wisata.

TempoInteraktif

Sepakbola
Christian Abbiati Waspadai Semangat Torino
-----------------
Olahraga_lain
David Haye Siap Tantang Vitali Klitschko
-----------------
Luarnegeri
PBB Serukan Penghapusan Hukuman Mati
-----------------
Kesehatan
Di Jerman, Sepeda Statis Bisa Menyebabkan Kanker
-----------------
F1_moto_gp
Rossi: Saya Bisa Jadi Pembalap Formula Satu yang Bagus
-----------------
Musik
Placebo Akan Konser di Biara Angkor Wat
-----------------
Sepakbola
Diego Milito Abaikan Real Madrid
-----------------
Sepakbola
Gallas Kecam Temperamen Pemain Muda Arsenal
-----------------
Sains
Operasi Cangkok Batang Tenggorokan Sukses
-----------------
Hukum
Yusril Tinggalkan Gedung Bundar
-----------------