Sebabnya bulyan marah
Bulyan tak punya kerja tetap tapi rajin menulis lagu dengan syair-syair bahasa setempat. Kabin Kebudayaan di Pontianak berkenan mencantumkan predikat "pembina kesenian" di surat keterangan yang dipegang bujang ini. Meskipun sesungguhnya seniman lagu ini mendambakan perhatian lebih dari itu. "Ada 14 lagu saya yang disahkan Kabin Kesenian Propinsi Kalbar tanggal 5 Pebruari 1975", kata Bulyan kepada TEMPO akhir bulan lalu. Ia mengeluarkan dari buku catatannya judul-judul seperti: Sabar-sabarkan Saja, Rambut Gondrong, Di Pemangkat Hatiku Terpikat, Senja di Perbatasan. Adapun lagu-lagu yang bernama: Tikanang Urang Tue, Kaca' Innyan, Kak Kap Udang, Mo Galing Lassung, Pasan Nek Alung semuanya sepuluh judul telah dikasetkan oleh petugas Kabin. Perkara yang terakhir inilah yang telah tidak membahagiakan penulis lagu pedalaman ini
Suat Rui ayah
Cerita dimulai tatkala tahun lalu dua petugas Kabin Kesenian Propinsi Kalbar mengetuk pintu tengah malam buta. Karena mereka orang dinas maka meskipun saat itu sudah menunjukkan jam 1 malam saya ikuti kemauan mereka untuk membawakan 10 lagu-lagu ciptaan saya di sebuah hotel bernama Coconut Pamangkat tutur Bulyan. Waktu itu ia merasa agak lucu kalau hanya memakai mulut tok padahal akan dikasetkan. Maka dipinjamnya gitar dari seorang kawan Tanpa mengetahui tujuan jauh pengkasetan itu Bulyaln berhasil menyelesaikan rekamannya sekitar pukul setengah tiga dinihari. Langsung disodorkan kepadanya surat yang perlu ditanda-tangani, yang pada waktu itu diterangkan sebagai pelumas untuk mendapatkan subsidi. Bukan itu saja. Bulyan disuruh pula membuat notnya. Lantas diulurkan kepadanya Rp 1000--jelasnya seribu rupiah Tau-taunya cerita tersebut tak ketahuan buntutnya sampai sekarang Ya Allah saya dijadikan mereka modal, keluh Bulyan terlambat.
Kemalangan yang lain terjadi atas lagunya yang bernama Terlena Daku Malam Ini, yang diciptakannya tahun 1958. Buah tangannya yang pertama ini sempat dibawanya ke Serawak tatkala ia berkesempatan tetirah antara tahun-tahun 1963-1964. Sambil mengarang lagu-lagu lain di kawasan itu Bulyan rupanya berhasil menjadikan lagu-lagunya akrab di telinga penduduk. Tak heran kalau sepuluh tahun kemudian seorang penyanyi bernama Rukayah mengirimkan warta bahwa lagu Bulyan dilontarkan di layar TV langsung dibikin kan rekod. Tak sedikit senang hati Bulyan apalagi ketahuan pula bahwa rekod tersebut laris bagaikan tanah kapling. Sayapun tak tunggu lama-lama. Saya balas surat Rukayah dan menanyakan hal-ihwal honor saya cerita Bulyan. Apa lacur. Yang terjadi kemudian membuat Bulyan terkapar lesu. Pencipta luar negeri tak dapat bayaran apa-apa balas Rukayah.
Perlombaan pop
Kini tinggal sebuah surat dan sebuah rekod berisi 4 buah lagu: Terlena Daku Malam ini, Sabar-sabarkan saja, mengapa Suram termasuk sebuah lagu Ryanto yang bernama Mimpi Sedih rekod yang berharga 3 setengah ringgit itu sedianya akan dibuatkan apa yang dinamakan volume 2. Tapi Bulyan keburu naik pan. Dijawabnya surat Rukayah dengan hati suram sambil hati disabar-sabarkan. Demikianlah putus hubungan mereka yang seharusnya menjadi permulaan dari perjalanan sukses seorang seniman sebagaimana kisah-kisah umumnya.
Tatkala Bulyan diusir dari Serawak tahun 1970 ia mengantongi sekira 30 judul lagu. Semua lagu tersebut ditinggalkannya di sana sebab ada janji untuk menerbitkannya. Seorang kawan telah mencoba mengaturnya. Belakangan ada surat dari Kucing meminta tambahan 5 buah lagu - sebab sejumlah lagu dinyatakan hilang. Bulyan tak pernah membalasnya. Barangkali itu sebabnya penerbitan itupun gagal sampai hari ini. Maka riwayat Bulyan sebagai pengarang lagu di pedalaman Nusantara ini tetap belum menanjak. Ada kesempatan-kesempatan kecil tetapi belum benar-benar merupakan tangga yang meyakinkan. Misalnya belum lama ini ia sedikit mendapat perhatian tatkala lagu-lagunya Rindu Aku Rindu dan Mengapa Suram dinyanyikan dalam tingkat final kejuaraan pop lagu-lagu daerah yang diadakan di Tanjung Batu Pamangkat. Dahlia Dachlan yang berusia 15 tahun salah-seorang dari 21 peserta wanita (plus 14 pria) membawakannya denga baik sehingga berhasil menang. Bulyan masih akan mencoba dan masih akan menghadapi halangan-halangan. Cobalah ingat Bulyan ini.
