• Home
  • 06 Desember 1975
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
  • Sains
    • Pendidikan
  • Seni
    • Musik
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 06 Desember 1975

    Stadion Judi

    KRIDOSONO adalah sebuah stadion di tengah kota di bilangan kompleks elite Kota Baru Yogyakarta. Stadion yang bersatu tembok dengan pemandian Umbang Tirto, kini dianggap sudah tidak mewakili zaman lagi. Akan dilebar-luaskan mustahil karena tanahnya memang secemil. Maka berkumpullah ahli-ahli perstadionan Daerah nan Istimewa Ngayogyakarta Hadiningrat, kemudian menjatuhkan pilihan pada suatu pilihan tempat seluas 4 Ha, nun jauh di ujung timur, tepat di depan Jsrama Putera U.G.M. Dharmaputera. Meskipun calon stadion tidak di kawasan Baciro, namun Stadion Baciro menjadi nama resmi yang tidak bakal digangu dan digugat. Panitia Pembangunan Stadion merencanakan Anggaran Pembangunan sekitar Rp 400 juta. Pembangunan agaknya berjalan licin ketika masih diperoleh dana dari bermacam perjudian dan undian seperti toto koni, toto raga, bermacam totto, dan sebagainya, yang tersebar di seantero tempat. Sekalipun pada secarik kertas kupon terpampar, tulisan blok "anak-anak/pelajar/anggota ABRI dilarang beli", siapa yang berani menjaminkan larangan ini diaminkan. Kepala Kucing Pada akhir 1974 pasukan bulldozer dan kesatuan traktor mulai beraksi menggusur tanah, membuka semak dan meratakan lapangan Baciro. Namun sebuah yang tidak pernah disentuh yaitu kuburan Simbah Budho. Tidak satu orangpun tanpa persyaratan khusus berani mengusik. Baru pada bulan Mei 1975 ketika seorang kyai berani menjamin keselamatan para pekerja dengan syarat selamatan dan kenduri tanam 3 buah kepala singa. Karena yang empunya kebon binatang Gembira Loka tidak merelakan satu kepala singa dan dua kepala harimau ditumbalkan, maka cukup diganti miniaturnya 3 buah kepala kucing. Insya Allah maka dapat digali dan yang disebut Simbah Budho ujudnya sebuah keris tua berbungkus kain kafan ukuran sepenuh mayat. Konon tersebutlah Simbah Budho seorang hamba sahaya kerajaan Mojopahit yang beragama Budha mati sekian ratus tahun lalu yang kini setelah ditemui berubah bentuk menjadi keris. Wallahualaml Tahap pertama semula ditargetkan rampung bulan Juli 1975, berupa lapangan untuk jenis-jenis olah raga: badminton, tenis, pingpong dan sebuah tempat parkir kendaraan yang luas. Dalam kenyataan tidak tercapai, bahkan kurang dari 20%, meskipun lapangan hijau dengan rerumputan dan sepasang gawang sudah bisa dipakai. Dianjurkan oleh yang empunya wewenang agar bisa digunakan untuk latihan-latihan. Mudah-mudahan dengan itu tidak rusak kemudian, sebelum rampung seluruhnya, maklumlah kebudayaan kita bisa bikin, bisa pakai sering tidak bisa pelihara. Tahap kedua kompleks di seputar stadion untuk perkantoran dan keperluan para pemain, tahap ketiga kamar kamar untuk berganti pakaian dan gudang, tahap ke empat atau terakhir jalur jalan Baciro - Kridosono sebagai jalur olah raga se DIY. Tapi apa lacur dana belum cukup terkumpul, mendadak segala macam bentuk perjudian sebagai sumber air susu pembangunan olah raga harus terkubur. Dan agaknya begitu pula nasib stadion Baciro.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Ilustrasi

Melek, mungkin mimpi

TEMPO|interaktif

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

Soal Larangan Konser Lady Gaga, Apa Kata Hakim MK

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif