• Home
  • 16 Oktober 1976
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Kriminalitas
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
  • Sains
    • Pendidikan
    • Agama
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Arsip
  • 16 Oktober 1976

    Berbau Amis

    WALIKOTA Cirebon Aboeng Koesman, mendadak mengambil alih wewenang pengelolaan Koperasi Perikanan Laut KPL) Krakas. Ini tercantum dalam SK bertanggal 9 Juli 1970. Khalayak ramai pun riuh bertanya-tanya apa sebab para pengurus koperasi bidang perikanan laut itu menyerahkan kedudukannya kepada Walikota yang Kolonel itu. Sebab pertimbangan dalam SK,"semata-mata buat meningkatkan tugas-tugas koperasi", terasa kurang meyakinkan. Mestinya ada yang tak beres, begitu gunjingan menyebar di masyarakat. Dan orang pun menduga bahwa Walikota telah mengendus ketidak-beresan bab penyetoran retribusi. Berarti ada permainan yang 'berbau amis', yang dilakukan pengurus PKL. Ini mudah diusut dengan mengakurkan Peraturan Daerah tentang PKL dengan perkembangan PKL itu sendiri. Menurut Peraturan Daerah (Perda) No.16 tahun 1970. PKL tersebut dikenakan kewajiban menyetor retribusi 3% plus dana simpanan koperasi 1% dan 2% dana sosial dan pembangunan. Kesemuanya harus disetor ke bank pemerintah. Sedang penggunaannya diatur oleh Kepala Jawatan Perikanan Laut dan Direktorat Koperasi setempat. Susut Terus Ternyata pengurus PKL kabarnya tak menggubris itu Perda dan Perda penggantinya No.20 tahun 1972, yang meningkatkan jumlah setoran. Yakni tak melaksanakan kewajiban penyetoran tersebut dengan dalih, "untuk pembinaan koperasi". Teguran datang secara gencar dari Walikota, toh tak mempan mengubah langkah pengurus PKL. Sementara jumlah retribusi yang mesti disetorkannya, cuma dilaporkan Rp 25 juta lebih sedikit selama jangka waktu antara 1971 sampai dengan Maret 1975. Akhirnya sebulan setelah pengambilalihan, Dinas Pendapatan Kodya Cirebon memergoki langkah salah pengurus PKL yang dicopot itu. Sebab ternyata omzet sebenarnya dari kegiatan perikanan laut di pelelangan Krakas itu rata-rata Rp 80 juta sebulan. Berarti pungutan yang mesti disetor ke Pemda (lewat bank) seharusnya tak kurang dari Rp 4 juta sebulan. Tapi tampaknya pengurus PKL menyulap jumlah omzet sebenarnya dengan jumlah omzet bikinan yang tak pernah mencapai Rp 80 juta. Misalnya pada bulan April 1976 lalu cuma Rp 60 juta lebih. Lalu bulan-bulan berikutnya menyusut terus menjadi Rp 58 juta, Rp 56 juta dan Rp 50 juta. Ini sesungguhnya tak masuk akal, karena ternyata jumlah armada penangkap ikan yang masuk setiap bulan rata-rata 600 buah.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Memburu "wangsit": untuk kekuasaan ...

Sawito meramal datangnya "zaman ...

"cahaya" di alas ketonggo

Ilustrasi

Sadjiroen si pengukir uang itu

Seni Rupa

15 Pelukis Jakarta

TEMPO|interaktif

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

Soal Larangan Konser Lady Gaga, Apa Kata Hakim MK

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif