• Home
  • 13 November 1976
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 13 November 1976

    Tekad Aboeng

    WALIKOTA Cirebon Aboeng Koesman sedang bingung. Bagaimana caranya agar jaringan distribusi gas alam di kawasan Cirebon jangan sampai jadi mubazir. Sebab sudah sejak Oktober 1974 Menteri PUTL Ir. Sutami dengan penuh optimisme meresmikannya. Sedangkan kenyataan menunjukkan jumlah langgananyang tercatat sampai sekarang baru 800 dengan jumlah pemakaian 150 ribu M3 per hari. Padahal persediaan tenaga gas alam yang terpendam di kawasan sana diperkirakan tak kan habis dalam jangka waktu 40-50 tahun. Kapasitas setiap harinya sekarang sekitar 450 ribu M3. "Memang kondisi waktu itu belum memungkinkan buat pelaksanaan gas alam masuk dapur rakyat kecil", tutur walikota kepada para wartawan di sana. Sekarang? "Sekarang sudah lebih memungkinkan", tukasnya tanpa memberi data sebagai penopangnya. Ia cuma menyebutkan bahwa pemasangan saluran pipa gas dari sumbernya di Bongas yang berjarak 28 Km itu sudah selesai. Tinggal lagi pemasangan beberapa saluran ke rumah-rumah penduduk. Inilah agaknya yang membuat Aboeng Koesman susah. Kepada siapa lagi ia mengharap kalau bukan ke Pemerintah Pusat agar lewat PN Gas Pusat, sudi menggelosorkan dananya. "Kalau pemerintah pusat mengabulkan rencana ini, akan merupakan surprise bagi Pemda Kodya Cirebon dan masyarakat", ujarnya bersemangat. Kayu & Arang Aboeng tampaknya bertekad keras mewujudkan semangatnya. Sebab dalam benaknya terpendam alasan yang dirasanya kuat yaitu: masyarakat pemakai kayu atau arang, minyak tanah dan gas buatan seperti LPG, lambat laun akan menyukai gas alam. Persediaan kayu atau arang akan menipis dan suatu waktu akan menemui masa krisis. Lagi pula bila pemakaian kayu sebagai bahan bakar dibiarkan terus, akan mengancam hutan-hutan. Pendeknya banyak bikin berabe. Lalu bila dengan gas alam? Bak seorang tukang promosi ulung, Walikota Aboeng mengajak orang menyetujui perhitungannya. Begini. Bila satu keluarga dengan 5 jiwa menggunakan minyak tanah berharga Rp 30/liter, setiap bulan mengeluarkan Rp 1.800. Sedangkan gas alam cuma Rp 1.700 yakni buat 50 M3 gas @ Rp 30/M3 dan sewa meteran Rp 200. Lagi pula memakai gas alam lebih efisien dan terjamin keamanan dan kebersihan dapur, katanya. Lingkungan Kosambi dan Gunungsari akan dijadikannya sebagai daerah percobaan, ini tekad Aboeng.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Mas djan-saingan sawito ?

Wadah baru di luar dgi

Soal "pusat" dan "daerah"

Seni Rupa

Tanpa Bau Manusia

TEMPO|interaktif

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

Soal Larangan Konser Lady Gaga, Apa Kata Hakim MK

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif