• Home
  • 05 Februari 1977
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
  • Sains
    • Pendidikan
  • Seni
    • Musik
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Tokoh
  • Arsip
  • 05 Februari 1977

    Kota Apa Saja

    IBUKOTA Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah ini banyak yang mengira masih berupa belantara. Tapi walaupun terletak di jantung Kalimantan dan dikitari kawasan belantara yang masih padat itu, Palangkaraya tentu ingin disebut kota. Luas kota ini 60 x 40 km terdiri dari 2 kecamatan dan 17 desa serta berpenduduk 35 ribu jiwa (50% terdiri pegawai/ABRI, 10% pedagang, 15% buruh, 10% pelajar dan lainnya petani dan nelayan). Palangkaraya juga punya semangat mempersolek diri. Meski tampaknya, baik orang-orang penting atau yang tak penting, rada kikuk bila diajak beromong-omong perkara kotanya. Karena agaknya belum ada sesuatu yang bisa mereka tonjolkan. "Apa yang bisa kami banggakan? Yang ada ialah harapan bahwa suatu saat kota ini akan jadi semarak juga", tutur seorang pedagang di pasar Flamboyant Palangkaraya. Apalagi bila bicara bab kebersihan. Justru di sekitar tulisan 'Kebersihan adalah sebagian dari Iman' yang banyak terpampang di bagian-bagian kota yang kabarnya tak mengenal sebiji pengemispun, sampah-sampah menumpuk. Dan tak kurang dari Matnoch Walikota Palangkaraya, juga cuma mampu menjawab, "ya, akan dijadikan kota apa", bila ditanya. TT Suan, Kepala Humas Propinsi, tak punya bahan buat ngecap. "Nocht vees, nocht fleesh" (daging bukan, ikan juga tidak)", komentarnya dalam bahasa Belanda. Dan untuk amannya dia mempersilakan orang menyebut Palangkaraya sebagai kota apa saja. Kota Pegawai, Pusat Administrasi atau kota Budaya. Tak berarti Matnoch, sang Walikota senang dikatakan berdiam diri. Tapi "biarlah kota ini menentukan perkembangan dirinya". Paling sedikit dia mencoba membantah anggapan orang bahwa kotanya, "hanya hutan rimba". Caranya? Kepada Syahran R dari TEMPO dia mengemukakan azamnya akan "membikin almanak sebanyak mungkin. Lalu disebarkan ke seluruh pelosok tanah air. Kita muat foto-foto keadaan kota, untuk membuktikan bahwa Palangkaraya bukan hutan rimba belaka", katanya.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover
TEMPO|interaktif

Para Ahli yang Identifikasi Korban Sukhoi

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif