• Home
  • 25 Juni 1977
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 25 Juni 1977

    APBD: Main Petang APBD, Main Petang

    BATAS waktu pengesahan APBD Sumatera Barat tahun 1977/1978 nyaris saja terancam, jika saja para anggota DPRD propinsi itu tak segera sepakat. Dan akhirnya setelah masing-masing fraksi mengajukan pendapat dan saran, batas waktu 3 bulan setelah APBN disyahkan tak terlewati. "Terimakasih atas kerjasama dan saling pengertian yang diberikan", kata Gubernur Harun Zain. APBD yang besarnya meliputi Rp 16,7 milyard itu sempat memberikan kejutan juga ketika dalam pembahasan panitia anggaran bersama panitia khusus sampai ke sidang pleno, nada-nada kontrol yang keras diberikan para anggota. "Pertama kalinya ucapan wakil dari Golkar cocok dengan aspirasi masyarakat" begitu komentar seorang peninjau. Sepanjang yang bisa diketahui memang ada benarnya kali ini pembahasan RAPBD itu lebih memakan waktu dan dibahas secara jelimet. Tak pelak lagi para anggota yang di antaranya bulan Juli yad. sudah harus menyerahkan kursinya kepada pihak lain menggunakan kesempatan akhir itu lebih baik. "Pokoknya sabung selepas hari petang", begitu komentar yang terdengar lebih lanjut. Tapi benar bahwa pembahasan kali ini lebih mendalam, kata Masri Wakil Ketua Dewan. Kebijaksanaan eksekutif memang kurang berkenan juga di mata wakil rakyat hasil pemilu 1971 itu. Misalnya tidak konsistennya program perataan pembangunan antara daerah "harapan" dan daerah "maju" yang seringkali diteriakkan gubernur sebagai perlu diperhatikan. Tentu saja ini maksudnya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman dan Sawah Lunto-Sijunjung yang selama ini dikenal sebagai daerah "harapan" kurang mendapat porsi yang wajar, dibanding kabupaten macam Agam, Limapuluh Kota dan Tanah Datar. Dari penempatan alokasi proyek ternyata kabupaten di daerah harapan mendapat kesempatan yang kurang. Beberapa contoh memang dikemukakan dalam perbandingan. Tapi pihak eksekutif memang pintar juga memberikan jawaban. "Soal daerah harapan bukan cuma dikembangkan liwat dana daerah Tk. I dan II. Yang penting adalah dari Pelita Nasional", begitu Mahyuddin Algamar Sekwilda yang menjawab pandangan anggota. Tentu saja tak lupa pula diungkapkan angka-angka dan kenyataan besarnya investasi di daerah harapan itu tahun lalu dan sebelumnya. Tak kurang dari 9 proyek Nasional memang terdapat di sana dengan dana yang lumayan besar. Dan itu proyek menyangkut bidang prasarana sebagai salah satu cara membuka daerah itu. Perusahaan-perusahaan daerah dan Bank Pembangunan Daerah juga dikontrol lebih keras. Ini terutama dilakukan oleh dua anggota Dewan yang selama ini tergolong kawakan dalam hal-hal macam itu. "Bengkel Dinamika cuma sekedar menyewakan ruangan", begitu A. Kadir Usman SH salah seorang di antara anggota itu. Artinya tentu saja perusahaan daerah yang satu itu tak berkembang sedikit juga. Dan anggota yang lain AA. Navis menilai Bappeda sebagai belum punya pedoman penyusunan anggaran yang lebih baik. Sedangkan BPD dinilai sebagai masih juga belum mampu berkembang lebih baik pula. Soal belum adanya langkah-langkah yang kongkrit dalam penampungan ledakan murid sekolah juga dipersoalkan. Kemudian soal kemerosotan moral dengan makin berkembangnya kegiatan wanita "P" padahal negeri ini dipandang punya potret keagamaan dan adat yang kuat", begitu dikemukakan seorang tokoh yang mewakili kaum adat. Soal gelanggang remaja yang menjurus jadi monumen. Semua nada yang dilontarkan 1 anggota dewan dalam pandangan umum berbunyi "keras lain dari biasanya. Tetapi anggota Navis yang tadinya sudah duduk dalam panitia khusus dalam pembahasan sebelum pleno jadi lebih 'garang' juga ketika ia merasa perlu bicara kembali dalam pandangan umum. "Banyak konsensus yang sudah disepakati tidak dipegang teguh oleh pihak eksekutif. Dan lagi kata anggota yang seniman itu banyak issu yang terdengar yang menuduhnya sebagai sengaja memperlambat pengesahan APBD itu. "Padahal pengajuan RAPBD itu justeru terlambat, katanya mengemukakan alasan. Dan palu pengesahan itupun diketuk sang ketua. Perda No. 3 tahun 1977 tentang pensyahan itupun lahir yang kemudian diserahkan kepada gubernur. APBD Sumatera Barat tahun 1977/1978 itu terdiri dari anggaran rutin Rp 14,2 milyard dan anggaran pembangunan Rp 2,5 milyard. Dilihat dari APBD sebelumnya terjadi kenaikan yang lumayan yakni 35,59 persen.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Di luar negeri

Ilustrasi

Pot-Pot Yang Risau

Yang Melawan Mati

Jayaprana versi lain

Suka Duka

Wanita Yang Tidak Mengeluh

Seni Rupa

Benarkah Kamu

Tanah Liat Majapahit

TEMPO|interaktif

Para Ahli yang Identifikasi Korban Sukhoi

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif