Dara Mahkota Menang. Tapi Orang Kuatir
Di arena PON IX, praktis tidak terjadi kejutan. Regu putera dan puteri DKI Jaya dengan mudah menaklukkan lawan-lawannya. Kedua tim meraih medali emas. Sebaliknya regu putera Jawa Timur yang diandatkan untuk memperoleh medali perak. Mereka gagal menundukkan tim Jawa Tengah, dar, regu Jawa Barat. Sehingga tak kebagian apa-apa - medali perak dan perunggu masing-masing direnggut oleh tim Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untunglah kekecewaan tim Jawa Timur itu ditebus oleh pemain-pemain puteri mereka sesuai dengan target semula. Medali perunggu direnggut oleh mojang Jawa Barat.
Untuk jenis pasangan, Ny. Els Tobing/Ny. Laya dari DKI Jaya dengan mudah merebut medali emas. Kedudukan selanjutnya ditempati oleh pasangan Jawa Barat, Ny. Sutrisno Ratih dan pasangan DKI Jaya, Ny. Hartono/Linda Sitompul. Sedangkan di bagian putera, terjadi kejutan, pasangan kuat pada berguguranmenjelang final. Pasangan 'top' Indonesia dewasa ini, Waluyan/Sakul, cuma berhasil merebut medali perunggu. Medali emas jatuh pada pasangan tak dikenal dari NTB, Amin/Masinambow dan medali perak pada pasangan Kalimantan Barat, Handoyo/Mahmuddin.
Dari 7 daerah yang ambil bagian, 6 untuk beregu putera dan 4 beregu puteri, hanya Sulawesi Utara saja yang tidak memperoleh medali. Kegagalan Sulawesi Utara dalam PON IX memang sangat drastis. Seoab daerah itu dikenal sebagai 'gudang' olahragawan bridge. Dalam nomor beregu, Sulut sudah gugur di babak prakwalifikasi dengan tidak munculnya pasangan Manoppo Bersaudara.
Untuk membentuk regu nasional 1977, PB GABSI menyelenggarakan invitasi dengan mengundang regu-regu yang dianggap punya keholehan saat ini Yang diundang adalah pemenang I, II dan III PON IX, juara I, II dan III Antar Gabungan dalam Kejuaraan Nasional 1976 di Yogyakarta, serta pasangan Manoppo Bersaudara dan Lasut/Aguw yang pernah tiga kali berturut-turut menjuarai turnamen Timur Jauh.
Dua regu dari Sulawesi Utara, menyatakan kesediaan mereka. Juga 3 regu Jakarta. Akan regu dari Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai juara II dan III PON IX tidak bisa ambil bagian, berhubung dengan waktu yang sempit. Idem dito dengan regu Surabaya. Mereka tidak dapat hadir berhubung soal cuti bagi pemain yang sukar diperoleh. Lalu untuk melengkapi regu menjadi 6, maka diambil satu tim lagi dari Jakarta.
Dengan demikian, 6 regu yang ambil bagian dalam invitasi ini, 2 dari Manado dan 4 dari Jakarta. Tim Manado disebut Regu Cenderawasih (Manoppo Bersaudara bersama Lasut/ Bandu), dan Regu Merak. Jakarta turun dengan Regu Rajawali (pemegang medali emas PON IX, Waluyan/Sakul dan Yassin/Suryadi), Regu Merpati (Sabri/Gardea dan Yuniarto/ D. Tuerah), Regu Perkutut (Max Horhoruw/Suwondo dan Nayoan/Yulius) dan Regu Dara Mahkota (Fransz/Karamoy dan Fred/Dodo Syarifuddin).
Invitasi yang dimulai tanggal 5 s/d 9 Agustus diadakan di Press Club atas kerjasama PB GABSI dengan SIWO/PWI Pusat dan Sasana Gajah Mada.
Yang Gugur dan Yang Takluk
Pertarungan antara Manado dan Jakarta ini dimulai dengan menegangkan. Di ronde pertama masih tampak supremasi Manoppo Bersaudara. Mereka menundukkan regu Merak 18-2, Dara Mahkota 11-9, dan Perkutut 12. Tapi di Ionde lainnya, Manoppo Bersaudara ditundukkan oleh Merpati dengan 0-20. Paling akhir secara tragis dibikin minus 4 oleh Regu Rajawali. Dengan skor demikian, Manoppo Bersaudara terpaksa masuk kotak. Juga regu Merak. Yang masuk semi final tinggal 4 regu Jakarta.
Dalam babak semi final permainan tampak agak santai. Suasana inilah yang menyebabkan regu Perkutut lengah. Sehingga Dara Mahkota lolos dari lobang jarum, dan muncul di final bersama regu Rajawali. Akan regu Merpati kehilangan komando, menyerah 4-16 lawan Dara Mahkota.
Pertarungan final antara Rajawali lawan Dara Mahkota betul-betul tegang. Karena regu favorit Rajawali berangsur-angsur kendur. Sebaliknya regu Dara Mahkota yang dapat angin di babak semi final. Mereka secara meyakinkan mengumpulkan angka demi angka dari kesalahan lawan yang sudah lelah. Akhirnya Dara Mahkta unggul dengan angka 206-109. Dan ke luar sebagai juara invitasi nasional 1977.
Yang Pahit dan Gelap
Regu Juara Dara Mahkota otomatis merupakan regu nasional 1977 yang akan mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Timur Jauh di Manila. Tim ini merupakan regu baru yang prestasinya selama ini praktis belum terlihat. Sebagai pasangan, partnership di antara mereka pun masih baru, sehingga sukar diramalkan bisa sukses di Manila nanti. Selain itu, menurut pengamat bridge di ibukota, banyak sekali faktor yang tidak mendukung regu ini. Mereka mengusulkan agar secara kesatria, Dara Mahkota bersedia melepaskan predikat regu nasional, dan menyerahkannya kepada regu yang memang pantas untuk meraih target merebut kembali Piala Rebullida dari Taiwan.
Bagi Manoppo Bersaudara hasil yang mereka peroleh sekarang benar-benar merupakan pil pahit. Mereka tampak memiliki kebolehan bermain. Sayang pasangan Lasut/Bandu tidak dapat berbuat banyak, sehingga mereka kehilangan kepercayaan pada diri sendiri. Selain itu, regu-regu dari Manado ini kurang ber-sparring partner, sehingga sukar mengukur dalamnya sumur.
Akan Waluyan/Sakul dan Yassin/Suryadi yang selama sepuluh hari berjuang merebut medali emas PON IX, dilihat secara fisik mereka memang pantas kalah dalam invitasi ini.
Melihat pertarungan dilakukan dalam kondisi sebagian peserta tidak pada bentuk prima, tak heran pengamat bridge meragukan nilai akhir Dara Mahkota. Adakah Dara Mahkota mampu membalikkan prasangka itu? Agaknya dari forum turnamen Timur Jauh lah pembuktian itu akan datang.
