• Home
  • 24 September 1977
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 24 September 1977

    Dingin dari washington

    HARAPAN ASEAN supaya Amerika Serikat mengimbangi Jepang tidak terwujud dalam dialog di Manila baru-baru ini. Sikap AS nampaknya dingin saja. Belum ada janji bantuannya yang bisa dipegang. Tapi setidaknya dialog itu sudah meletakkan landasan untuk diskusi masa depan tentang soal ekonomi yang lebih spesifik. Memang dan ini menggembirakan - Komite ASEANAS sudah terbentuk, bahkan akan bersidang pula di Washington, Juni 1978. Ketika dialog ASEAN-Jepang dibuka di Kuala Lumpur Agustus lalu, Jepang kontan menjanjikan kredit jangka panjang sebanyak $ 1 milyar yang setiap waktu boleh dipakai untuk proyek bersama ASEAN, asalkan studi kelayakan ekonominya sudah disetujui. Di Manila, delegasi AS yang dipimpin Wakil Menlu Bidang Ekonomi Richard N. Cooper menganjurkan supaya ASEAN meminta kredit dari Asian Development Bank, sedang nanti pemerintahan Carter berusaha meminta persetujuan Congress untuk menambah kontribusinya di bank itu. Dengan kata lain AS akan memakai ADB sebagai penghubung untuk partisipasinya dalam pembangunan ASEAN. Tapi ADB juga sangat memilih dalam menentukan prioritas kreditnya, terutama kredit lunak berbunga rendah, yang belum pasti dianggapnya layak untuk proyek industri besar. Santa Claus Stabex, yang diminta ASEAN untuk stabilisasi harga dan penghasilan dari ekspor komoditinya, pada hakekatnya telah ditolak AS. Cooper mengatakan kepada pers bahwa sistem Stabex itu mungkin tepat disampaikan untuk negeri-negeri yang sangat bergantung pada ekspor komoditi tunggal saja, sedang negara anggota ASEAN memiliki aneka ragam komoditi. Dana Bersama? Soal ini pun ditanggapinya tanpa gairah. Alasan Cooper ialah Unctad toh akan bersidang Nopember nanti, membicarakan masalah tersebut secara menyeluruh. Proteksi? Ah, soal ini menarik sekali baginya. Namun Cooper meminta supaya ASEAN juga melonggarkan proteksinya terhadap hasil industri AS. Jika tidak, rupanya akan sulit bagi Presiden Carter menawarkan suatu paket yang bertujuan melancarkan hubungan dagang ASEAN-AS. Pajak? Tidak ada jaminan bahwa keinginan delegasi ASEAN, yang juga merupakan kehendak kelompok modal AS akan dikabulkan Washington. Persoalannya ialah selama ini perusahaan AS dibolehkan menunda pembayaran pajak sampai hasil pendapatan dari luar negeri kembali ke Amerika. Presiden Carter sebentar lagi akan pergi ke Congress dengan usul perpajakan baru. Jika penundaan itu tidak boleh lagi, investasi modal AS mungkin akan berkurang di luar negeri. ASEAN justru mengharapkan lebih banyak masuknya modal AS. Sebagai keseluruhan, delegasi ASEAN dari dialog itu tidak memperoleh apa-apa. Sangat menyolok bedanya dengan pendekatan Jepang sebulan sebelumnya. Namun, Menlu Pilipina Carlos Romulo yang bertindak sebagai ketua delegasi ASEAN berkata sesudah 3 hari berdialog: "Orang-orang Amerika itu tidak datang ke sini sebagai Santa Claus. Kami pun tidak mengharapkan mereka supaya demikian."

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Politikus juga

Ilustrasi

Pengumuman putri toba

Made in sumberwetan

Tari

Topeng, setelah naik pangkat

Seni Rupa

Apa Sih Ikon Itu

Ikon dan chagall

Suka Duka

Jangan pakai sepatu kain, atau ...

TEMPO|interaktif

Para Ahli yang Identifikasi Korban Sukhoi

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif