• Home
  • 24 September 1977
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 24 September 1977

    Ekor surat aneln

    SETELAH Regu Dara Mahkota dapat menaklukkan Regu Rajawali dalam Invitasi Nasional Bridge yang baru lalu, maka ramailah dipergunjingkan siapa-siapa yang bakal jadi pasangan ketiga dan siapa pula yang akan ditunjuk sebagai Kapten Tak Bermain (NPC). Dalam pergunjingan ini juga diperhitungkan keampuhan regu pemenang ini yang terdiri dari Fransz/Karamoy dan Ameln/Dodo. Soalnya ialah bahwa regu yang riil kuat, yaitu Regu Rajawali yang terdiri dari Waluyan/Sakul dan Suryadi/Yassin yang baru saja memenangkan medali emas PON IX tergelincir di final dengan angka yang menyolok. Praktis semua sependapat, bahwa kans regu pemenang ini di Kejuaraan Timur Jauh nanti akan sia-sia saja. Mereka bisa juara bila Singapura menaklukkan Taiwan dan Malaysia tundukkan Australia, serta dilindungi oleh dewi fortuna. Begitulah ramalan, walau sesungguhnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Dari pendekatan lain, tak seorang pun yang berani menduga, siapa yang ingin jadi NPC. Semua ragu-ragu. Oleh karenanya banyak yang mengharapkan agar regu ini dibubarkan saja atau untuk kali ini Indonesia absen dari gelanggang Timur Jauh. Macam-macam ulah pengamat dan penggemar bridge. Kekalahan Regu Rajawali memang semacam malapetaka. Ada yang bilang karena letih setelah mengikuti PON IX. Juga disebutkan, karena mereka cepat puas diri setelah Manoppo Bersaudara cepat tersisihkan. Nah, soal Manoppo pun jadi riuh kembali. Mengapa gugur di babak pendahuluan? Kok merosot betul permainannya? Dan seterusnya. Di tengah gemuruh angan-angan ini, muncullah sepotong surat kepada PB Gabsi yang datangnya dari Ameln, salah seorang anggota Regu Dara Mahkota. Demi kepentingan nasional, saya rela menyerahkan tempat saya kepada Waluyan/Sakul, karena saya yakin merekalah yang lebih pantas duduk di sana ketimbang saya. Demikian Fred Ameln. Maka buyarlah angan-angan pertama. Dengan tampilnya warkah ini, disertai kasak-kusuk, maka bermunculan pula ramalan baru. Regu Dara Mahkota gugur dan muncullah Regu Rajawali! Agak terarah, NPC pasti si Polan dan Team Manager si Anu. Soal pasangan ketiga pun diperebutkan antara Fransz/Karamoy dan Manoppo Bersaudara. Dan yang agak meyakinkan ialah bahwa kans untuk bisa menjuarai Kejuaraan Timur Jauh agak terbuka. Semacam mengharap cemas, ketergantungan kini berada pada PB Gabsi. Sidang Pleno PB Gabsi lantas mengambil keputusan akhir. Regu Nasional ke Manila tahun ini terdiri dari Waluyan/Sakul, Suryadi/Yassin Wijaya dan Fransz/Karamoy. Team Manager ialah Max Horhorouw dan NPC ialah Jack Rimbuan, dibantu oleh Sam Tontey. Lalu project officer Regu Nasio nal ini ditunjuk Amran Zamzami SH. Untuk pertemuan delegasi ialah Manai Sophiaan dengan observer Madjid. Dengan terbentuknya Regu Nasional 1977 ini ramalan bermacam-macam pun buyar. Bahkan hampir semua menyimpulkan optimisme. Namun demikian muncul juga nada minor, bahwa sebagian besar anggota regu ini ialah eks Regu Auckland yang telah gagal. Akan tetapi nada ini miring lagi setelah muncul argumentasi bahwa belajar dari pengalaman pahit Auckland merupakan guru yang terbaik buat Manila. Dari kenyataan-kenyataan di atas, bagaimanakah kans dan prospek lain yang sebenarnya dari regu yang sekarang ? Terus terang saja, sulit sekali untuk membuat semacam estimate. Sekedar mencoba objektif, maka kunci berhasil tidaknya regu ini terletak pada soal mental seluruh anggota regu. Ofisial dan pemain yang ditunjuk termasuk orang-orang yang memang pantas untuk ke Manila. Secara pasangan, para pemain termasuk di dalam kategori terbaik dewa. a ini. Dari yang baik-baik ini, koordinasi yang akan diterapkan nanti, merupakan kunci lolos tidaknya regu ini dari siasat memenangkan ronde pertama. Oleh sebab jtulah, maka Amran Zamzami menekankan perlunya pembinaan mental yang terarah sejak sekarang ini. Dari sini baru ditarik garis lurus menegakkan disiplin. kekuatan fisik dan kesatuan bahasa dengan mengadakan latihan serius tiga kali dalam seminggu sejak sebulan yang la lu. Bahwa aPa-apa yang akan dilakukan nanti di Manila sudah diterapkan di sini. Selain itu direncanakan try-out yang sungguh-sungguh, terutama di Jakarta. Try-out laimlya ialah ke Kualalumpur dan ke Manado dalam rangka perebutan piala SIWO PWI Pusat akhir September ini. Juga telah dirancangkan untuk menyelenggarakan Turnalnen Piala Gubernur DKI tanggal 8 dan 9 Oktober nanti di Hotel Hilton. Dengan begitu, tak sukar untuk mengatakan bahwa kans besar untuk jadi juara di Manila terbuka. Lain lagi halnya bila kita akan mengukur kekuatan regu-regu yang akan tampil di Manil nanti. Taiwan dan Australia yang masuk bilangan kuat sebelumnya sudah harus berjuang mati-matian di gelanggang Kejuaraan Dunia di Manila juga, sehingga dapat disimpulkan bahwa mereka akan kendor di gelanggang Timur Jauh. Rival lainnya tampaknya tak begitu berarti. Jadi, rasanya Piala Rebullida yang diperebutkan di sana itu, besar harapan dapat diboyong ke Indonesia. Taroklah itu semua masih angan-angan. Memperebutkan angan-angan dewasa ini memang sesuatu yang menarik. Dalaun soal kita, mudah-mudahan bukan hanya angan-angan, akan tetapi juga kenyataan. Siapa sih yang tak mau menang? Apalagi berkat persiapan yang matang!

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Politikus juga

Ilustrasi

Pengumuman putri toba

Made in sumberwetan

Tari

Topeng, setelah naik pangkat

Seni Rupa

Apa Sih Ikon Itu

Ikon dan chagall

Suka Duka

Jangan pakai sepatu kain, atau ...

TEMPO|interaktif

Para Ahli yang Identifikasi Korban Sukhoi

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif