• Home
  • 24 September 1977
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 24 September 1977

    Kuman Baru, Obat Baru

    BAKTERI penyebab utama pneumonia, sekarang ini telah menunjukkan kekebalan dirinya terhadap obat antibiotika. Mudah-mudahan diahanya bermukim di Afrika Selatan, di mana menurut para peneliti kuman eperti itu sedang gentayangan. "Mudah-mudahan bakteri yang kebal ini hanya terbatas di Afrika Selatan sajalah, sebab kalau dia menjalar ke tempat lain, dia akan menyebabkan problim rumit," kata para ahli yang berkumpul di Centre for Disease Control yang berkedudukan di Atlanta, Amerika Selatan. Bakteri yang ditemukan di Afrika Selatan itu, begitu liatnya terhadap penisilin sehingga para penderita pneumonia begitu besar jumlah obat yang dia gunakan untuk menumpas penyakit itu. Namun sia-sia. Jangankan terhadap penisilin, sedangkan tetracycline, streptomycin, ahloramphenicol dan ada delapan macam obat keras lain, bakteri tersebut masih menunjukkan daya tahannya yang mencemaskan para peneliti di laboratorium. Para ahli beranggapan kalau bakteri yang hebal seperti itu menyebar, maka infeksi-infeksi yang diakibatkan oleh kuman pneumococcus akan jadi mahal pengobatannya. Dan akan lebih rumit. Kalau pun ada obat yang bisa membunuhnya maka obat semacam itu akan mengandung akibat samping yang lebih besar daripada penisilin. Tetapi tenanglah, sebab di Amerika Serikat sudah lama pula disiapkan vaksin untuk penyakit-penyakit yang diakibatkan pneumococcus, yang berpusat di National Institute of Allergy and Infenctious Diseases. Dan segera disyahkan penggunaannya dalam waktu dekat ini.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Politikus juga

Ilustrasi

Pengumuman putri toba

Made in sumberwetan

Tari

Topeng, setelah naik pangkat

Seni Rupa

Apa Sih Ikon Itu

Ikon dan chagall

Suka Duka

Jangan pakai sepatu kain, atau ...

TEMPO|interaktif

Para Ahli yang Identifikasi Korban Sukhoi

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif