• Home
  • 24 September 1977
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 24 September 1977

    Mengincar 7 emas

    KRISIS pemain puteri yang selama ini dikuatirkan akan mengundasng Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tampak menjadi kenyataan, kini. Pemanggilan untuk memasuki pelatnas South East Asia SIA) Games yang dikirimkan Pengurus Besar ternyata tidak semua pemain yang dapat memerlukannya. Sriwiyanti, pemain asal Jawa Timur yang termasuk barisan inti adalah orang pertama yang tidak bisa bergabung dengan pemain terpilih lainnya. Ia akan memasuki 'pusat latihan manusiawi' dengan pemuda pilihannya. Poilot, pemain bulutangkis putera dari daerah yang sama. Tak Ada Pilihan Lain Ketidakhadiran Sriwiyanti lalu digantikan oleh Tjan So Goan, pemain muda Jawa Timur yang kini bergabung dalam klub Jaya Raya, Jakarta asuhan Rudy Hartono. Tapi ia ternyata pagi-pagi juga tak bisa memenuhi harapan lantaran kondisi fisiknya yang belum elok. Menurut Rudy Hartono, pemain asuhannya ini masih harus beristirahat karena baru habis dioperasi. Tjan So Goan menderita gangguan kecil pada kakinya. Dua pemain terpilih mengundurkan diri, sudah. Yang sekarang menghuni pelatnas adalah Verawaty, Tati Sumiran, Theresia Widyastuti, Regina Masli, Imelda Wiguna, dan Ivana. PBSI tampak tak punya jalan keluar lain kecuali menarik Minarni, 33 tahun, untuk mengisi kekurangan pemain yang mencemaskan tersebut. Minarni, ibu 3 orang putera yang juga terjun ke dunia promosi dengan mengiklankan keju Kraft, tak menampik penunjukan itu. Tanggungjawab yang dilimpahkan padanya adalah dalam partai ganda. Menurut PBSI, ia akan dikawinkan dengan Verawaty. Pemunculan pasangan Minarni dan Verawaty tampak cukup melegakan penggemar bulutangkis yang resail. Bagaimana pun daiam kondisi sekarang kehadiran Minarni, bekas pasangan Regina Masli dalam turnamen Piala Uber, Juni 1975 kelihatan diperlukan. Sekalipun usianya sudah meningkat tua, tapi kematangan seorang pemain yang dimilikinya belum hilang sama sekali. Ia tentu lebih berpengalaman dari Tjan So Goan. Ia bisa membaca permainan lawan serta mampu mengembalikan bola ke pojok yang sulit. Dan Verawaty memang memerlukan seorang seperti Minarni untuk turun bermain ganda. Sebab ia akan lebih banyak berperan sebagai tukang smash dari setiap pengembalian bola dari lawan. Kemungkinan lain dari pemanfaatan kehadiran Minarni adalah menjodohkannya dengan Imelda. Pasangan ini pun cukup bisa diandaikan. Karena keduanya adaiah sama-sama pemain ganda. Imelda adaiah pasangan Widyastuti waktu turnamen Piaia Uber lalu. Lagi pula Imelda punya kemampuan yang baik sebagai pemaku serangan musuh. Sekiranya pilihan terakhir PBSI jatuh pada 2 nama belakangan ini, keuntungan lain yang diperoleh adaiah Verawaty bisa mencurahkan perhatian sepenuhnya dalam parti tunggai. Bukankah dengan menempathan Verawaty sebagai pemain tunggai dari dirinya dapat diharapkan 2 medali daiam nomor beregu dan perorangan? Tiket perorangan lainnya kemungkinan akan berkisar pada Tati, Imelda dan Widyastuti - itu pun kalau Widyastuti ambil peluang. Dalam PON IX lalu, ia hanya bermain ganda. Dari materi yang langka, kemungkinan variasi yang bisa dilahirkan PBSI pun terbatas pula. Titik tolaknya cuma erkisar pada Minarni. Karena pasangan Widyastuti/Regina, juara PON IX tidak ada tanda-tanda akan diceraikan. Sekalipun penjodohan kembali Widyastuti dan Imelda akan menghadirkan pasangan yang lebih ampuh. Lantaran fokus permasalahan terpusat pada Minarni, orang pun mulai membicarakan kondisi fisiknya. Sejak ia mengundurkan diri sebagai pemain 2 tahun silam dan kemudian memangku jabatan pelatih, keadaan tubuhnya memang tidak begitu prima lagi. Adakah dalam tempo 1« bulan (SEA Games akan berlangsung di Kuala Lumpur, 19 s/d 26 Nopember) Minarni mampu menjawab tantangan itu? Ia tidak mau sesumbar. Tapi tekad untuk mencurahkan perhatian sebagai pemain telah dimulainya dengan melepaskan jabatannya sebagai pelatih pemain puteri. Jabatan itu kini dipegang oleh bekas pemain nasional putera, Atik Jauhari. Nampaknya segala ihtiar ditempuh untuk meraih 3 medali emas dari bulutangkis puteri dalam nomor beregu, serta tunggal dan ganda pada partai perorangan. Karena 4 medali emas lainnya yang dibebankan atas tim putera pada nomor pertandingan yang sama ditambah dengan ganda campuran tidak begitu merisaukan.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Politikus juga

Ilustrasi

Pengumuman putri toba

Made in sumberwetan

Tari

Topeng, setelah naik pangkat

Seni Rupa

Apa Sih Ikon Itu

Ikon dan chagall

Suka Duka

Jangan pakai sepatu kain, atau ...

TEMPO|interaktif

Para Ahli yang Identifikasi Korban Sukhoi

Teknologi

ITB Bikin 4 Robot Baru

Satpol PP Bingung Bedakan Sosialisasi dan Kampanye

Pengaturan Kampanye Pilkada DKI Dibahas Besok

Tim Asuransi Rusia Tinjau Lokasi Sukhoi Hari Ini

Nasional

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai

Seni & Hiburan

Bagaimana Aksi Koboi Dahlan Iskan Terbentuk

Seni & Hiburan

Dahlan 'Ditegur' Mahasiswa Karena Tak Mikirin Kampungnya  

Seni & Hiburan

Ivan Gunawan: Kostum Lady Gaga Seksi, Bukan Jorok

Orang Tua Pilot Sukhoi Kena Serangan Jantung

Nasional

Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif