• Home
  • 29 Oktober 1977
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 29 Oktober 1977

    Tawaran Damai Buat Bardosono

    PERNYATAAN pengunduran diri Ketua Umum PSSI, Bardosono yang disampaikan di muka peserta Kongres Luar Biasa (KLB) di Semarang, pertengahan Agustus lalu ternyata belum seluruhnya menyelesaikan masalah. Pekan lalu namanya kemhali menjadi topik pembicaraan dalam Sidang Paripurna PSSI sehubungan dengan pertanggunganjawab soal keuangan organisasi semasa kepengurusanslya. Ia disebut-sebut tidak memakai rekening bank PSSI sebagairnana meslnya untuk menyimpan uang organisasi. Menurut Ketua tim Badan Pemeriksa Keuangan PSSI, Urip Widodo SH jumlah uang masuk selama kepengurusan Bardosono (1974 - 1977) tercatat Rp 2.502.833.000. Tapi pengeluarannya tidak disertai perincian yang jelas. "BPK berpendapat pengelolaan keuangan di masa kepemimpinan Bardosono tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Ali Sadikin, Ketua Umum PSSI yang menggantikan kedudukan Bardosono selepas sidang paripurna di Sekretariat PSSI Senayan, Jakarta hari Sabtu 22 Oktober siang. Persoalan telah didudukkan oleh BPK, memang. Tapi Bardosono sendiri menjelang KLB di Semaran pernah mengatakan bahwa keuangan PSSI selama kepengurusannya berjalan menuru ketentuan organisasi. "Saya punya catatan berapa uang masuk dan juga perincian pengeluarannya," ujar Bardosono. Dalam wawancara lewat telepon, Senin 24 Oktober siang bekas Bendahara PSSI, Soewarno Soerjoputro menyatakan pendapat yang sarna dengan Bardosono. "Pokoknya segala yang menyangkut soal keuangan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Soewarno. "Semua perinciannya telah saya serahkan kepada BPK." Rekening Pribadi Mengenai pemasukan pendapatan PSSI yang diatas-namakan pada rekening pribadi Bardosono, menurut bekas Bendahara PSSI itu, hal tersebut disebabkan PSSI punya hutang pada Bardosono. "Hampir setiap pengeluaran untuk kegiatan, sejak Januari 1975 PSSI dipinjami terlebih dahulu oleh Ketua Umum (Bardosono)," kata Soewarno. "Adalah wajar bila PSSI membayar kembali piutang tersebut dengan pemasukan-pemasukan dari pertandingan. Dan pembayaran hutang itulah yang dimasukkan dalam rekening pribadi pak Bardosono." Soewarno menambahkan bukti setor itu ada semuanya. Ketika berita ini diturunkan Senin siang 24 Oktober, Bardosono sedang di Yogya. Kabarnya ia sendiri belum pernah didatangi maupun dipanggil tim BPK. Sedang Soewarno baru satu kali diminta keterangan oleh BPK. "Saya berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,"tambah Soewarno. Harapan Soewarno itu memang tak bertepuk sebelah tangan. Pengurus Harian PSSI dan BPK rupanya juga beranggapan lebih baik ditempuh jalan 'damai'. Hanya saja, bila tawaran baik itu toh tak terlaksana, Ali Sadikin kemudian menunjuk pada salah satu keputusan KLB di Semarang: lewat jalan pengadilan. Adakah tawaran penyelesaian secara 'kekeluargaan' itu bakal disambut juga oleh Bardosono? Jawabnya terpulang pada Bardosono juga, adanya.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Pamrih tetap pamrih

Ilustrasi

Inas dan si melati dari pasar jati

Seni Rupa

Perpisahan emilio greco

Bagaimana Doniho

Agama

Sebuah "stabilitas" baru

TEMPO|interaktif

Nasional

Tertutup Terhadap Jurnalis, Kapolres Situbondo Diprotes  

Teknologi

Dash'n Knights, Terinspirasi Permainan Gundu  

Olahraga

Beri Selamat ke Chelsea, Duo Spurs Dikritik Fans

Bisnis

Empat Pemerintah Provinsi Kalimantan Mengadu ke DPR

Metro

Ayah Korban Geng Motor Pernah Diperiksa Polisi Militer  

Resep Welbeck Agar Sukses di Piala Eropa  

Olahraga

Chelsea Raup Rp 350,6 Miliar dari Liga Champions

Nasional

Sopir Sumber Kencono Tak Mendapat Bantuan Hukum

Metro

Ada Fakta Baru Kasus Pelecehan Terkait Habib H  

Keluarga Bisa Lihat Jenazah Korban Sukhoi Tapi Dibatasi  

Teknologi

Perjalanan Gerhana Matahari dari Asia Menuju Amerika  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif