• Home
  • 05 Agustus 1978
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 05 Agustus 1978

    Perbandingan dua terjemah

    TERJEMAH Qur'an dengan berpegang pada puisi memang lebih indah dari yang tak mempertimbangkan unsur sastra. Tetapi dalam hal ini harus juga dipertimbangkan Tafsir AlAzhar Hamka, yang meskipun tidak bermaksud mengangkut secara maksimal keindahan sastra Qur'an tetapi membuktikan penulisnya memang selalu bagus dan jernih bahasanya. Sama-sama terjemah puisi sendiri, dibanding dengan terjemahan Diponegoro *) karya Jassin kadang lebih bagus. Misalnya untuk Surah Al Fatihah. Sementara Fatihah Jassin terasa sederhana, terjemah Dipo kebetulan agak kebanyakan "pupur". Jassin: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Yang Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pemurah, Yang Maha penyayang Yang merajai hari perhitungan Kaulah hanya yang kami sembah Dan kepadaMulah hanya kami mohon pertolongan. Pimpinlah kami ke jalan yang lempang, Jalan orang-orang yang telah Kauberi kenikmatan. Bukan orang yang Kaumurkai Dan bukan orang yang sesat jalan. Diponegoro: Dengan nama Allah, Penuh Kasih Penuh Sayang Puja dan puji Bagi Allah sendiri Penyempurna segala alam perujudan Penuh Kasih Penuh Sayang Raja Hari Keputusan Cuma pada-Mu kami semua sembah menghadap Cuma pada-Mu kami semua palingkan harap Bimbinglah kami ke lebuh lempang Menjejaki siapa yang telah Kauberi hati Bukan yang Kaudera dengan kemurkaan Bukan pula yang hilang jalan Tetapi "pupur" Diponegoro juga menyebabkan hal-hal yang dalam terjemahan Jassin (sebagaimana dalam terjemahan prosais) begitu sensuil, bisa dipindahkan dengan bobot perasaan yang kurang-lebih sama dengan yang ditangkap dalam ayat aslinya. Berikut ini terjemahan Surah An-Naba. Diponegoro: Para pematuh patuh yang akan menuai hasil Taman-taman dan kebun-kebun anggur Dan bida-bida muda sepadan Dan piala kaca penuh minuman Mereka tak mendengar omongkosong atau dusta Jassin: Sungguh, bagi orang yang takwa ada tempat yang aman dan bahagia, Kebun-kebun dan pohon anggur, Gadis-gadis sebaya dengan buah dada yang mekar Dan piala penuh (berisi minuman). Mereka tiada mendengar omongan kosong dan kebohongan di sana. Di satu pihak, terjemah Jassin lebih dekat dengan bunyi aslinya. Di pihak lain, pohon anggur, bidadari dan sebagainya itu lebih menonjol pada Jassin dari pada Dipo. Anehnya dalam perasaan bahasa Arab sendiri, Dipo agaknya lebih tepat. Rasa sastra Arab dalam hal kata-kata seperti bidadari, gadis mekar dan sebagainya itu (apa lagi oleh letaknya di tengah-tengah metrum dan persamaan bunyi yang kuat) kira-kira samalah bobotnya dengan perasaan kita menerima perumpamaan dalam sastra Indonesia -- misalnya terhadap gadis cantik, seperti ini: bibirnya bagai delima merekah, betisnya bak padi berisi. Cobalah delima merekah dan batang padi diterjemahkan ke bahasa Arab atau lainnya -- maka tiba-tiba menjadi terlalu menonjol (selain gadis itu menjadi tak cantik lagi). Dus, surah-surah di akhir Qur'an, khususnya juz 30, sebenarnya (pada hemat saya) tidak mengemukakan butir-butir materi lebih kuat dari sugesti umum -- dan memang sugesti itulah yang tetap menimbulkan problim bila dipindahkan ke dalam konteks kebudayaan lain. S.A * Mohammad Diponegoro, Pekabaran, Puitisasi Terjemahan Al Qur'an Juz 'Amma, Budaya Jaya, Jakarta, 1977.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Perpecahan Pemimpin PKI

Ilustrasi

Bisnis sambilan kyai ashari

Seni Rupa

60 Duplikat Amri Yahya

Pas-Pasan, Mas

Tari

Yang terbaik dari australia

Suka Duka

Makan dari rezeki harimau

Buku

Terjemah qur'an, dengan bisikan

Perbandingan dua terjemah

TEMPO|interaktif

Sakit, Penahanan John Kei Dibantarkan

12 Tahun Menanti Subak Jadi Warisan Budaya

Seni & Hiburan

Sikap Menteri Gamawan Melunak Soal Lady Gaga

Nasional

Dua Bekas Pejabat PT KAI Jalani Sidang Pertama

Bisnis

Produksi Gas Pertamina Hulu Ditarget Naik 13 Persen

Seni & Hiburan

Polri Jamin Keamanan Konser Lady Gaga  

Opick: Musikalisasi Lady Gaga Asik  

Bisnis

Pemerintah Cari Utang Luar Negeri US$ 5 Miliar

Bisnis

Bank Mandiri Gandeng Askrindo Kucurkan Kredit

Bisnis

Beli BUMI, Borneo Akan Terbitkan Obligasi  

Olahraga

Lolos ke Semifinal, Timnas Dipuji Djohar

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif