• Home
  • 05 Agustus 1978
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 05 Agustus 1978

    Rayuan Pulau Kurang Kelapa

    BELUM habis kegembiraan pemerintah sejak mengumumkan tingkat inflasi 0% bulan lalu, kini muncul satu bahaya yang bisa mengancam stabilitas indeks harga. Harga minyak kelapa minggu ini mencapai rekor Rp 445 per kilo, bahkan mungkin bisa naik terus. Bulan ini setahun yang lalu, harganya masih Rp 352 per kilo. Harga minyak kelapa ini sebenarnya sudah naik mulai tahun lalu, tapi masih begitu pelan, sekitar satu perak setiap dua atau tiga minggu. Tapi sejak Mei, di kala bulan puasa dan lebaran makin dekat, naiknya sudah tak tanggung-tanggung lagi. Dalam dua minggu terakhir ini saja harganya melompat dengan Rp 20 per kilo. Kenaikan harga ini jelas akan terus berlangsung selama konsumsi belum dipenuhi oleh produksi. Pabrik minyak kelapa di seluruh Indonesia yang jumlahnya 400 buah itu sebenarnya bisa menghasilkan 800.000 ton setahun kalau bekerja penuh. Tapi karena bahan mentahnya, kopra, yang suplainya terus merosot, maka mereka kini hanya mampu memprodusir 550.000 ton setahun. Padahal pasaran Indonesia memerlukan hampir 800.000 ton minyak goreng setahunnya. Maka seharusnya impor minyak kelapa musti mencapai 200.000 sampai 250.000 ton setahunnya. Karena itu impor minyak kelapa yang tahun lalu hanya berjumlah 11.500 ton dan tahun ini 17.000 ton jelas tak ada artinya. Dalam impor minyak kelapa ini, pemerintah menghadapi dilema. Kalau kekurangan minyak kelapa seluruhnya akan diimpor, biayanya terlalu mahal. Harga minyak kelapa di luar negeri kini mencapai US$660 per ton, naik dari US$595 tahun lalu. Harga di luar negeri naik karena meningkatnya permintaan terutama dari Uni Soviet dan India. Karena juga mengalami kekurangan minyak goreng yang cukup gawat, India sampai perlu mengirim Menteri Perdagangannya tempoh hari ke Jakarta untuk merundingkan pembelian minyak sawit dari Indonesia. Devisa yang diperlukan Indonesia bisa mencapai US$100 juta, bila seluruh kekurangan produksi dalam negeri musti dipenuhi dengan mengimpor minyak goreng, dan berarti pabrik minyak goreng dalam negeri tidak akan bisa berproduksi secara penuh. Maka para produsen minyak goreng di sini lebih senang melihat pemerintah mengimpor kopranya saja, dan bukan minyak goreng. Akhir-akhir ini mereka praktis hanya bekerja 25% saja. Prioritas Rendah Di lain pihak, memang tak mudah mengimpor kopra. Eksportir kopra yang logis bagi Indonesia adalah Pilipina, tapi negeri ini lebih senang mengekspornya sebagai minyak kelapa. Karena hal ini memberi kesempatan kepada pabriknya dan buruhnya untuk bekerja. Juga nilai ekspor minyak goreng lebih tinggi ketimbang ekspor kopra bagi Pilipina. Maka tak ada pilihan lain bagi Indonesia, sambil mengimpor sementara minyak goreng, harus juga melakukan usaha intensif untuk meningkatkan produki kopra di dalam negeri. Tapi celakanya perkebunan kelapa di Indonesia justru kini dalam keadaan parah, bahkan gawat. Di negeri nyiur melambai ini, yang punya dua seperempat juta hektar areal kebun kelapa, hanya 40% yang masih produktif. Itupun dengan nafas senen-kemis, karena serangan hama yang bertubi-tubi. Sisa areal yang 60%, sudah tak bisa diharapkan lagi karena umur pohon kelapanya sudah lebih setengah abad, dan musti pensiun. Sudah ada usaha peremajaan pohon kelapa. Namun alangkah pelannya. Selama 9 tahun terakhir ini, peremajaan baru dilaksanakan untuk areal 296.000 hektar saja. Rupanya usaha peremajaan pohon kelapa menempati prioritas yang sangat rendah pada program pemerintah. Suatu pendekatan yang integral, seperti usaha penyuluhan massal atau kemungkinan pemberian kredit investasi di bidang usaha kelapa belum pernah terpikirkan. Pilipina dan Sri Langka, misalnya, melaksanakan usaha integral di bidang produksi kelapa. Lihat "Philippine Coconut Authority", atau "Coconut Development Authority" di Sri Langka. Indonesia kini mengurus usaha perkelapaannya lewat berbagai departemen tanpa arah.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Perpecahan Pemimpin PKI

Ilustrasi

Bisnis sambilan kyai ashari

Seni Rupa

60 Duplikat Amri Yahya

Pas-Pasan, Mas

Tari

Yang terbaik dari australia

Suka Duka

Makan dari rezeki harimau

Buku

Terjemah qur'an, dengan bisikan

Perbandingan dua terjemah

TEMPO|interaktif

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif