• Home
  • 12 Agustus 1978
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 12 Agustus 1978

    Aman Dari Pukat Harimau

    PARA nelayan Belitung tampaknya cukup alasan untuk merasa aman dari gangguan pukat harimau. Sekurang-kurangnya begitulah menurut Bupati Belitung, Mas Sofyan, yang dilantik Gubernur Sumatera Selatan akhir bulan lalu di Tanjung Pandan. Sebab kata Mas Sofyan dalam 2 tahun belakangan ini tak pernah terdengar baik keluhan para nelayan tradisionil maupun dari petugas negara tentang adanya pukat harimau di kawasan itu. Karena itu pula belakangan ini kesibukan para nelayan di pulau berpenduduk hampir 150.000 jiwa ini banyak tertuju kepada koperasi milik mereka. Lebih dari 2.000 nelayan daerah ini telah tergabung dalam koperasi. Hasil utama yang mereka dapat tentulah berupa terbebasnya mereka dari intaian para lintah darat ketika membawa hasil tangkapan mereka ke tempat pelelangan. Lalu sejak beberapa waktu lalu secara berkelompok mereka juga sudah merasakan KIK dalam bentuk perahu motor (7 hingga 10 PK). Masih soal perikanan, ternyata dalam waktu-waktu belakangan ini pihak Pemda Belitung sedang melakukan penelitian terhadap polong-polong, yaitu danau-danau yang terbentuk sebagai sisa-sisa penggalian timah. Danau-danau buatan ini ada yang berkedalaman sampai 4 meter. Menurut Mas Sofyan pihak Dinas Perikanan Belitung sekarang sedang meneliti apakah polong-polong itu cocok untuk disebari bibit ikan mujair. Gubernur Sumatera Selatan, H. Asnawi Mangku Alam, sesaat setelah selesai melantik Bupati Belitung itu, mengungkapkan bahwa potensi daerah ini yang belum banyak digali adalah dari sektor pertanian. Antara lain kelapa dan cengkeh, di samping lada yang sudah cukup lama berkembang di daerah ini mengikuti Bangka, pulau tetangganya. Sebuah Fery Selain sedang membenahi beberapa bagian jalan penghubung antar kecamatan, Belitung akhir-akhir ini sedang menunggu janji Gubernur Sumatera Selatan untuk memberi sebuah fery. Kapalini kelak akan melayari jalur tetap Palembang-Muntok (Bangka)-Tanjung Pandan. Fery ini dirasakan warga Belitung cukup vital. Sebab selama ini praktis belum ada alat penghubung tetap artara pulau ini dengan Palembang, ibukota propinsinya. Sampai sekarang jika orang Belitung hendak pergi ke Palembang atau sebaliknya harus melalui Jakarta. Kabupaten Belitung dalam waktu dekat ini akan dimekarkan dari 4 kecamatan menjadi 7 kecamatan. Menurut Bupati Sofyan, surat keputusan Gubernur Sumatera Selatan tentang penambahan jumlah kecamatan itu sudah ada. Sehingga nanti kabupaten ini akan terdiri dari kecamatan-kecamatan Tanjung Pandan, Manggar, Gantung, Membalong, Kelapa Kampit, Genggung dan Selat Nasi.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Terdakwa, Kepada Siapa Ia Mengadu

Seni Rupa

Warhol Tidak Pop Lagi

Bidang Luas, Kosong

Suka Duka

Bekerja tanpa cinta

Ancaman keramik

Agama

Masa Baru Dalam Dakwah, Mudah-mudahan

Tak Menyeru Tuhan Yang Tuli Serta ...

TEMPO|interaktif

Dunia Soroti Intoleransi di Indonesia

Olahraga

Sriwijaya FC Tekuk Persiwa 3-2  

Olahraga

Rahasia Sukses Cech Hadang Penalti Muenchen

Teknologi

IM2 Tawarkan Pemasangan Gratis UKM Broadband

Sakit, Penahanan John Kei Dibantarkan

12 Tahun Menanti Subak Jadi Warisan Budaya

Seni & Hiburan

Sikap Menteri Gamawan Melunak Soal Lady Gaga  

Nasional

Dua Bekas Pejabat PT KAI Jalani Sidang Pertama

Bisnis

Produksi Gas Pertamina Hulu Ditarget Naik 13 Persen

Seni & Hiburan

Polri Jamin Keamanan Konser Lady Gaga  

Opick: Musikalisasi Lady Gaga Asik  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif