• Home
  • 10 Februari 1979
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 10 Februari 1979

    Mangez Sedikit

    PERNAH mendengar ucapan orang Perancis menggali kuburannya dengan giginya sendiri? Terlalu banyak makan sering bikin celaka, seperti juga terlalu sedikit makan. Dan orang Perancis, pada galibnya gemar sekali makan. Sarapan, minum kopi pagi hari, makan siang, apalagi makan malam, nyarls merupakan suatu upacara. Begitu banyak mereka mempergunakan sendok, garpu, pisau dan perlengkapan makan lainnya. Juga begitu banyak jumlah menu yang secara berturut-turut masuk ke perut, diselang-seling dengan tegukan air anggur. Sehingga tidaklah heran, waktu yang dipergunakan untuk makan juga telah, menelan puluhan menit lamanya. Karena semakin baiknya perekonomian Perancis, akhir-akhir ini ada gejala perobahan menu di negeri itu. Orang lebih banyak makan daging dan mengurangi makan roti. Konsumen roti jadi merosot sampai 50% banyaknya. Hal ini telah mengkuatirkan beberapa pejabat yang bekerja di bidang pelayanan masyarakat untuk pendidikan kesehatan. "Dua dari tiga orang Perancis terlalu banyak makan segala yang bergemuk seperti daging, keju dan sosis," kata Francoise Buhl, Ketua dari Komite Perancis untuk Pendidikan Kesehatan. Tambah nyonya Buhl ini (ia bertubuh langsing menarik): "Orang Perancis memang gemar makan, tetapi susunan makanannya buruk untuk kesehatan." Di samping gemar makan, orang Perancis juga gemar minum anggur yang punya kalori tinggi itu. Mereka sering berkata: "Air hanya baik untuk cuci mulut saja." Masyarakat peminum anggur ini pernah mempunya pemerintahan yang dengan gigih menganjurkan agar orang dewasa kembali ke minum susu. Waktu itu, tahun 1950, Perdana Menteri Mendes France mengharuskan setiap penduduknya dari semua umur, untuk minum susu dan mengurangi minum anggur. Anjuran itu hanya diikuti sejenak. Setelah sekitar 25 tahun kemudian, gejala tidak sehat kembali mengkuatirkan. Mangez Juste Akhirnya, Kementerian Kesehatan Perancis menemukan akal baru. Yaitu dengan dikeluarkannya kartu-kartu yang bergambar segala macam makan dengan gaya yang menarik. Buat apa? Ingat, orang Perancis, selain makan, gemar juga main kartu. Dan kartu keluaran Kementerian Kesehatan ini berjudul Mangez Juste atau "Makanan Yang Tepat". Kampanye Mangez Juste cepat digerakkan. Kartu-kartu permainan Mangez Juste dijual di berbagai toko, dengan harga sekitar Rp 800. Permainan lewat kartu ini secara tidak sengaja telah mengajar orang yang bermain untuk bagaimana memanfaatkan makanan dengan sebaiknya. Cara bermamnya seperti permainan kartu kwartet. Pemenangnya ialah yang berhasil mengumpulkan tujuh buah kartu dalam seri yang tepat. Selama bermain, ada pula jebakanjebakan, sehingga salah seorang akan berkata: "Anda makan terlalu banyak kuwe waktu pesta perkawinan kemarin." Pemegang kartu dilarang mempunyai kartu dengan gambar makanan yang mengandung gemuk dan 3 kartu yang mengandung kadar gula. Ternyata, permainan baru ini banyak penggemarnya. Dalam beberapa minggu saja, telah habis terjual 115.000 set kartu Mangez Juste. Bulan September nanti, Kementerian Kesehatan merencanakan mencetak kartu yang akan dibagi-bagikan ke sekolah-sekolah berikut poster. Sebelum Mangez Juste, Menteri Kesehatan Simone Veil telah berhasil dalam kampanye anti merokok. Akan berhasilkah Mangez Juste? "Masih prematur sekali untuk mengatakan kampanye ini sukses," kata nyonya . Buhl. Biarpun kartu Mangez Juste laku sekali, "konklusi baru bisa diambil setelah berlaku dalam jangka waktu tertentu." Tambahnya "Paling tidak, diperlukan periode beberapa generasi untuk merobah kebiasaan makan yang enakenak saja ini."

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Proses Diri

Ilustrasi

Kosmetik Sesudah Kenop-15?

Mangez Sedikit

Suka Duka

Kereta Api Gemas, Mereka Cemas

Kereta api gemas, mereka cemas

Tari

Wuppertal: tari, pantomim d.l.l.

Buku

Bayang-bayang muram daratan cina

Agama

Sebuah Kabar Tentang Bir

TEMPO|interaktif

Polisi Jangan Tunduk kepada Ormas Intoleran

Olahraga

Adebayor Ingin Jadi Pemain Tetap Spurs

Sebelum Lihat Korban, Keluarga Diminta Daftar Dulu

Olahraga

Piala Eropa, Baloteli Janji Jaga Sikap

Kondisi Jenazah Korban Sukhoi Tak Sampai 50 Persen

30 Psikolog UI Dampingi Keluarga Korban Sukhoi  

Bisnis

Pelabuhan Cilamaya Dioperasikan 2017  

Penegakan Hukum Kunci Atasi Intoleransi

Spanyol Panggil Torres dan Mata

Olahraga

Simon Sumbang Angka Pertama bagi Tim Thomas Cup  

Nasional

Para Tokoh Ini Diincar Golkar Jadi Cawapres  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif