• Home
  • 10 Februari 1979
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 10 Februari 1979

    Air Minum Belum Dekat

    MUNTAH berak menyerang warga Kotamadya Tanjung Balai Januari kemarin. Tidak diketahui pasti berapa banyak korbannya. Apa boleh buat, wabah yang satu ini sudah merupakan wabah rutin bagi mereka setiap tahun, setiap kali musim kemarau. Penduduk salah satu kota di pantai timur Sumatera Utara ini lebih dari 40 ribu orang. Sebagaimana dikatakan Abdul Latif Lubis dari Perusahaan Air Minum, hanya sepertiganya saja yang kebagian jatah air bersih dari pipa ledeng. Selebihnya mandi, mencuci bahkan mengambil air minum dari sungai Silau yang kebetulah membelah kota. Bahkan tidak sedikit pula yang akrab dengan parit di perkampungan masing-masing. Diistirahatkan Sebagaimana dikatakan Abdul Latif pula, instalasi air minum PAM peninggalan zaman Belanda. Sumbernya dari 10 sumur bor yang dibangun lebih 50 tahun lalu. Itulah sebabnya kapasitasnya tidak banyak. Lebih-lebih setelah 3 sumur di antaranya sejak beberapa tahun macet. PAM yang ditangani Abdul Latif sebagai bos-nya ini agaknya tidak bisa bergerak cepat untuk mendandani tiga sumur yang macet tadi. Lebih-lebih untuk mengusahakan sumur bor baru. Atau mengusahakan instalasi sumber air bersih yang lain. Salah satu sebabnya apalagi kalau bukan soal biaya -- yang di mana-mana selalu memang terdengar. Tapi Pemerintah Pusat menyediakan dana Rp 700 juta untuk pembangunan instalasi penjernihan air sungai Silau. Sejak Desember 1976 lalu pekerjaannya sudah dimulai. Menurut rencana instalasi diharapkan selesai tahun depan. Tapi sekarang sulit dielakkan kesangsian warga kota terhadap penyelesaian pembangunan instalasi ini pada waktunya. Soalnya: sejak Oktober 1977 sampai Nopember tahun lewat pekerjaannya ternyata diistirahatkan. Walikota Haji Bahrum Damanik sendiri tidak mau bercerita banyak tentang kesangsian warga kota tadi. Malah lewat TVRI Medan pertengahan Januari kemarin ia mengatakan tahun depan warganya tidak akan kekurangan air minum. Lewat siaran TVRI Medan tadi ditampilkan kesibukan pembangunan instalasi penjernihan air sungai Silau. Dan penjelasan tentang arti instalasi itu menyebutkan bahwa kapasitas instalasi. Ikan mencapai 170 liter per detik. Yakni jika selesai seluruhnya tahun 2000 nanti. Namun setidaknya pembangunan yang dikatakan tahap pertama akan nampu menyediakan air 2,5 kali dari kapasitas 7 sumur bor yang dikelola PAM sekarang. Dan tahap itulah yang dikatakannya direncanakan selesai tahun depan. Kalimin, seorang pengawas lapangan Proyek Air Minum Sumatera Utara membenarkan pembangunan instalasi penjernihan air sungai Silau dihentikan beberapa waktu lalu. Yakni ketika dua buah bak yang disebut bak penampung dan bak pengaduk air sungai tiba-tiba amblas sedalam 65 Cm. "Hal itu diketahui September 1977, karenanya sebulan kemudian tahun itu pekerjaan dihentikan dan baru dimulai lagi Nopember tahun lalu," ucap Kalimin. Bisakah pekerjaan tahap pertama selesai tahun depan sesuai dengan rencana? Kalimin angkat bahu. "Pekerjaannya kan terlambat," katanya. Juga Walikota Bahrum Damanik tidak bisa memperkirakan. "Ah, itu saya kurang jelas. Jangan tanya saya. Itu proyek pusat, kata Bahrum

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Proses Diri

Ilustrasi

Kosmetik Sesudah Kenop-15?

Mangez Sedikit

Suka Duka

Kereta Api Gemas, Mereka Cemas

Kereta api gemas, mereka cemas

Tari

Wuppertal: tari, pantomim d.l.l.

Buku

Bayang-bayang muram daratan cina

Agama

Sebuah Kabar Tentang Bir

TEMPO|interaktif

Polisi Jangan Tunduk kepada Ormas Intoleran  

Olahraga

Adebayor Ingin Jadi Pemain Tetap Spurs

Sebelum Lihat Korban, Keluarga Diminta Daftar Dulu

Olahraga

Piala Eropa, Baloteli Janji Jaga Sikap

Kondisi Jenazah Korban Sukhoi Tak Sampai 50 Persen

30 Psikolog UI Dampingi Keluarga Korban Sukhoi  

Bisnis

Pelabuhan Cilamaya Dioperasikan 2017  

Penegakan Hukum Kunci Atasi Intoleransi

Spanyol Panggil Torres dan Mata

Olahraga

Simon Sumbang Angka Pertama bagi Tim Thomas Cup  

Nasional

Para Tokoh Ini Diincar Golkar Jadi Cawapres  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif