• Home
  • 12 April 1980
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 12 April 1980

    Kalau Kuman Bisa Ditembakkan

    WABAH misterius pernah melanda kota Sverdlovsk di Uni Soviet April 1979. Dunia luar mencurigai penyebab wabah itu. Amerika Serikat terutama sekali menuduh pihak Soviet sedang mengembangkan senjata biologis, suatu pelanggaran internasional. Tahun 1972, PBB mensponsori suatu perjanjian yang ditandatangani oleh lebih 85 negara. Mulai berlaku tahun 1975, perjanjian ini melarang produksi, penyimpanan dan pengembangan senjata biologis dan mengharuskan pemusnahan semua persediaan yang terhimpun selama ini. Bersamaan dengan tuduhan AS itu, di Jenewa Maret lalu bersidang sebuah konperensi yang menilai hasil perjanjian 1972 itu. Digambarkannya suatu kecelakaan telah terjadi pada sebuah pabrik senjata biologis dekat Sverdlovsk, kota industri sekitar 900 mil sebelah timur Moskow. Penduduk yang berada di dekatnya atau yang lewat di situ telah mendadak sakit. Ada yang semaput sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Ratusan orang akhirnya meninggal dunia. Uni Soviet tidak menyangkal bahwa penduduk Sverdlovsk pernah terserang wabah, tapi disebabkan anthrax, suatu penyakit yang umumnya menyerang ternak. Dijelaskannya bahwa wabah itu berasal dari daging persediaan di kota itu yang tercemar kuman anthrax. Namun pekan lalu pemerintah AS masih belum percaya. Wabah itu menyerang saluran pernapasan. Kalau memang wabah itu disebabkan "daging busuk", demikian sumber intel AS, mestinya timbul gejala anthrax saluran makanan. "Tidak diragukan lagi bahwa orang Soviet itu membohong." Penyakit anthrax, yang ditimbulkan acilus anthracis, dalam keadaan tertentu bisa menyerang manusia, tapi sumbernya selalu ternak. Di Sverdlovsk, menurut versi resmi Soviet, memang ada ternak yang terserang anthrax telah disembelih dan dagingnya telanjur dijual. Akibatnya, infeksi pada manusia bisa terjadi melalui kulit, melalui saluran makanan atau melalui saluran pernapasan, terkadang menyebabkan kematian. Kuman anthrax tergolong anerobik, tidak berdaya dalam lingkungan oksigen. Kalau kuman itu bebas di udara, ia segera berubah menjadi spora yang tidak membahayakan. Tapi bila spora itu terhirup atau masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil, ia segera berubah kembali menjadi kuman ganas dan berkembang biak dengan pesat. Tapi kuman itu tidak selalu dikembangkan dalam laboratorium. Contoh Gerilya Vietnam pernah mempergunakan pasak bambu yang ditanam, sedang ujungnya yang runcing dicelup dalam kotoran binatang. Maksudnya menghadang patroli tentara Amerika dan Vietnam Selatan. Lebih Berhasil Sejak zaman kuno manusia sudah menggunakan senjata biologis untuk menyebar penyakit di kalangan musuh. Dalam pertempuran ditembakkan bangkai binatang ke dalam pertahanan musuh agar penyakit berjangkit. Kasus yang paling tersohor ialah pemukiman orang Genoa (berasal dari Italia Barat Laut) di semenanjung Krim ketika diserbu orang Mongol di tahun 1347. Tentara Mongol melemparkan jenazah yang terserang wabah ke dalam pertahanan orang Genoa. Kumannya segera menelan puluhan korban. Orang Genoa yang masih bisa menyelamatkan diri, berlayar pulang ke negeri mereka di Italia, membawa serta kuman pes. Kemudian wabah melanda pula daratan Eropa, bahkan menjalar ke Afrika Utara. Wabah itu berlangsung sampai tahun 1351 dan menyebar sampai di negara Baltik, Skandinavia, Jerman dan lnggris, merebut ratusan ribu nyawa. Bencana ini kemudian dikenal sebagai "Maut Hitam" yang, menurut perkiraan, menghabiskan 1/3 penduduk Eropa ketika itu. Sudah sejak tahun 1868 sejumlah perjanjian berusaha membatasi dan melarang penggunaan senjata biologis dalam peperangan. Namun pelanggaran tetap saja terjadi. Misalnya, dalam Perang Dunia I tentara Jerman menginfeksi barisan kuda kavaleri Rumania dengan bakteri Actinobacillus mallei, penyebab penyakit glanders, yang memang sering menyerang kuda dan sejenisnya. Penyakit ini bisa menular kepada manusia, menyebabkan cacat dan borok, terutama di daerah saluran getah bening. Melaksanakan perang kuman tidaklah semudah diduga orang. Penggunaan kuman dalam perang ternyata lebih berhasil terhadap ternak peliharaan manusia. Tapi terhadap tentara musuh, hasil efektif dalam abad ke-20 ini belum diketahui. Mungkin saja kuman itu disebar ke daerah musuh, tapi sulit menjamin bahwa kuman itu menimbulkan efek yang diharapkan. Ini tergantung dari berbagai faktor seperti fasilitas dan pelayanan kesehatan yang tersedia, dan dari adanya berbagai rintangan alamiah yang harus bisa diatasi kuman itu. Inilah yang diteliti di laboratorium tertentu, dengan harapan menemukan jenis kuman melalui pembiakan dan mutasi, yang mampu mengatasi segala rintangan yang mungkin ada. Agaknya Amerika Serikat lebih menaruh harapan pada senjata kimia. Bersamaan denan tuduhannya terhadap Uni Soviet, Pentagon berusaha mendapat persetujuan Kongres AS untuk senjata baru mereka. Ini meliputi penggunaan dua macam gas yang masing-masing tidak membahayakan, tapi menjadi gas saraf yang amat beracun bila keduanya digabungkan.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Rekonsiliasi

Agama

Cahaya sang monseigneur

Suka Duka

Cinta Di Tiap Pelabuhan

Ilustrasi

Upacara Darah

Upacara Darah

Upacara Darah

TEMPO|interaktif

Prandelli Sudah Siapkan Skuad Inti Italia

Olahraga

Markis-Hendra Tersungkur, Taufik Menang  

Olahraga

Tim Uber Indonesia Dipastikan ke Perempat Final  

Olahraga

Ke Markas Milan, Mancini Diisukan Tawar Ibra  

Nasional

Irman Gusman Tak Keberatan Diusung Golkar

Polisi Jangan Tunduk kepada Ormas Intoleran  

Olahraga

Adebayor Ingin Jadi Pemain Tetap Spurs

Sebelum Lihat Korban, Keluarga Diminta Daftar Dulu

Olahraga

Piala Eropa, Baloteli Janji Jaga Sikap

Kondisi Jenazah Korban Sukhoi Tak Sampai 50 Persen

30 Psikolog UI Dampingi Keluarga Korban Sukhoi  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif