• Home
  • 28 Januari 1984
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Tokoh
  • Arsip
  • 28 Januari 1984

    Memburu Modal Hong Kong

    "TANAMKAN modal Anda sekarang juga di koloni Inggris yang paling pesat perkembangannya," bujuk iklan di sebuah koran Hong Kong. "Negaranya stabil, dengan sekitar 4 ribu bank yang kerahasiaannya terjamin, bebas pajak, dan lingkungan bisnis menyenangkan bagi Anda," tambahnya. Iklan itu bukan mempromosikan Hong Kong, melainkan negara Kepulauan Cayman. Hari-hari ini iklan serupa itu memang sedang membanjiri Hong Kong. Banyak delegasi dagang dan puluhan konsultan dari pelbagai negara, silih berganti, datang ke koloni Inggris itu, menawarkan bermacam-macam kemudahan investasi. Tujuan mereka satu: menarik para pemilik modal di koloni Inggris itu sebesar-besarnya. Mereka beranggapan bahwa belum pastinya masa depan Hong Kong sesudah masa penyewaan berakhir, 1997, merupakan saat baik untuk membujuk kaum pemilik modal. MAURITIUS, misalnya, mempromosikan bebas kuota dan pajak bagi komoditi yang dihasilkan di negara itu masuk pasar Eropa Barat. Sedangkan delegasi Costa Rica, yang datang ke Hong Kong September lalu sewaktu nilai dolar Hong Kong jatuh tajam, berhasil menggaet 20 pengusaha Hong Kong untuk menetap di sana. Setiap pengusaha Hong Kong yang masuk negeri itu diperbolehkan membawa uang tunai US$ 38 ribu. Dalam persaingan itu, Kanada merasa perlu mengeluarkan buku petunjuk "paspor Anda ke Kanada", untuk sejumlah calon imigran Hong Kong. Selain itu, sekurangnya 70 pengacara Kanada tiba di Hong Kong awal tahun ini untuk memberikan naslhat masalah penanaman modal dan imigrasi. Mereka, konon, memasang tarif 15 ribu dolar Kanada untuk tiap lembar formulir pengurusan keimigrasian yang sebenarnya diberikan gratis oleh pemerintah Kanada. Toh banyak pengusaha Hong Kong yang tampak lebih suka pindah ke Inggris daripada ke negara-negara di atas. Tapi negeri itu, yang merasa khawatir akan dibanjiri imigran Hong Kong, tahun lalu buru-buru mengeluarkan peraturan keimigrasian baru. Di situ, misalnya, disebut bahwa hanya warga negara Inggris kelahiran Inggris atau yang orangtuanya kelahiran Inggris saja yang bisa menetap di Inggns. Tentu saja, pemegang paspor Inggris kelahiran Hong Kong menjadl resah. "Selama 100 tahun, mereka menyebut kami warga Inggris, tapi kini, dengan hanya satu goresan pena, mereka mengatakan bukan. Apakah itu adil?" gerutu Ronald Lie, ketua Far East Stock Exchange Hong Kong. Namun, para pemegang paspor Inggris kelahiran Hong Kong atau RRC masih bisa menetap di Inggris, asal menanamkan modal paling sedikit œ 150 ribu dan harus menyerap sedikitnya 15 tenaga warga Inggris. Bagaimana Indonesia? Ketua BKPM Suhartoyo tampaknya belum merasa perlu berkampanye aktif seperti mereka - apalagi sampai memasang iklan dan mengirim delegasi - meski rezeki minyak sedang kempis. Modal Hong Kong di sini berjumlah US$ 1.143,8 juta (127 proyek), atau nomor 3 teratas, sesudah Jepang dan Amerika. Tidak jelas apakah iklim investasi di sini masih cukup menarik sesudah pemerintah meniadakan masa bebas pajak bagi PMA mulai tahun ini.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Meningkatkan mutu

Catatan Pinggir

Sensor, dari kennedy

Album

Meninggal Dunia

Dirawat di rs cikini

Buku

Dilema tionghoa di indonesia

Rehal-karni ilyas

Rehal-eddy herwanto

TEMPO|interaktif

Bisnis

PGN Bantah Ambil Untung dari Kenaikan Harga Gas

Nasional

Nasib 500 Pegawai Honorer di Kota Batu Tak Jelas

Bisnis

Gas Bersubsidi Mulai Diawasi di Sumedang

Bisnis

Bank Sentral Diminta Waspadai Serbuan Asing  

Chiellini Optimistis Tampil di Euro 2012  

Nasional

Rektor Gelapkan Dana Pendidikan, Mahasiwa Mengamuk

Nasional

DPR Siapkan Peraturan Logo Palang Merah

Bisnis

PGN Bagikan Deviden Rp 3,2 Triliun

Teknologi

Obama Ucapkan Terima Kasih pada Steve Jobs  

Bisnis

BP Migas: Lifting Minyak Bakal Meleset  

Olahraga

Ivanovic Tersiksa Menyaksikan Final Liga Champions  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif