• Home
  • 25 Agustus 1984
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 25 Agustus 1984

    Mengurangi Pusing

    PARA pengusaha leasing, akhirnya, agak terhindar dari pusing. Surat edaran Direktur Pajak Langsung, Ditjen Pajak, 26 Juli lalu, membebaskan industri jasa ini dari pemotongan pajak penghasilan (PPh), sesuai dengan pasal 23 UU Pajak 1984. Edaran itu dikeluarkan menyusul surat Menteri Keuangan, bulan lalu. Di situ disebutkan "maka kegiatan financial leasing termasuk kegiatan usaha dari lembaga keuangan." Adalah Asosiasi Leasing Indonesia (ALI) yang serta-merta bersemangat menyambut kebijaksanaan ini. "Usaha leasing akan makin berkembang, dan bisa turut menunjang program pemerintah di bidang pembangunan," ucap Tryana Sjam'un, ketua Asosiasi, dan presiden direktur Indo Ayala Leasing Corp. Beberapa bulan lalu, Tryana mengeluh jika uang sewa cicilan nasabah (badan pemerintah, badan usaha milik negara, dan perusahaan daerah) atas pengadaan barang modal yang dibiayainya dikenai PPh 15% dari jumlah bruto yang dibayarkan nasabah (TEMPO, 30 Juni 1984, Ekonomi Bisnis). Leasing dikenal di sini sejak sekitar 10 tahun silam. Kini, menurut Tryana, sudah berdiri sekitar 41 perusahaan leasing, dua di antaranya belum menjadi anggota ALI satu-satunya wadah yang diakui pemerintah. Nilai kontrak yang ditutupnya diharapkan mencapai Rp 800 milyar untuk tahun ini. Sebagian besar dari jumlah itu diserap untuk pembiayaan industri manufacturing dan transportasi. Keuntungan atas hasil pengadaan barang modal itu sendiri, sebetulnya, baru akan dikenai Pajak atas Bunga, Dividen, dan Royalti (PBDR) pada tahun fiskal mendatang. Namun, ancang-ancang tadi sudah membuat sumber dana lokal, yang tahun lalu mencapai sekitar Rp 119,5 milyar, dan sumber luar negeri, sekitar US$ 232,8 juta, berpikir berkali-kali. Padahal, potessi pasar di sektor usaha ini sempat menarik minat banyak lembaga keuangan asing. Tryana memang sangat gencar bicara mengenai pengenaan pajak terhadap usaha leasing, bahkan sampai ke DPR. Tetapi, katanya, "Jangan lupa, keluarnya kebijaksanaan baru itu bukan karena lantangnya teriakan ALI." Kini ia berharap bisa mendapat fasilitas siap (transaksi berjangka pembelian valuta asing) dari Bank Indonesia (BI). Dengan fasilitas itu, ia berharap bisa memanfaatkan dan meningkatkan pinjaman dalam bentuk dolar dari luar negeri. D.S. Surianingrat, presiden direktur PT Saseka Gelora Leasing, melihat empat keuntungan jika leasing diakui sebagai lembaga keuangan. Lebih bebas menarik dana, lebih mantap dalam penggunaan dan pengerahan dana, bisa berhubungan langsung dengan BI, dan bisa berhubungan leluasa dengan lembaga-lembaga keuangan bank dan bukan bank dalam tukar-menukar informasi masalah kredit. "Hal ini penting untuk mengetahui kelayakan nasabah dan bidang usaha yang akan dilaksanakan," katanya. Namun, harapan Surianingrat dan rekanrekannya barangkali masih samar-samar. Sebuah sumber TEMPO di Departemen Keuangan memandang kebijaksanaan ini secara berhati-hati. "Hanya yang menyangkut PBDR leasing diperlakukan sebagai lembaga keuangan," katanya. "Lain dari itu, tidak." Maksudnya, usaha leasing tetap tidak boleh menarik dana dari masyarakat, seperti menerbitkan sertifikat deposito dan obligasi serta tidak boleh menerima tabungan atau giro. Dengan kata lain, usaha leasing tetap tidak bisa menjadi deposit-taking company. Sumbemtu mengakul, perusahaan leasmg sekarang bergerak dl bidang yang luas sekah, kecuali bidang pertahanan-keamanan. Karena itu, Tryana Sjam'un mengharapkan, "Formulasi lebih jauh mengenai usaha ini dari kaca mata pemerintah." Semacam tindak lanjut, yang menjelaskan kedudukan dan kelembagaan. Ia sendiri tidak tertarik menjual obligasi kepada masyarakat. Jika pun boleh, masih diperlukan waktu 4-5 tahun lagi. Lagi pula, "Tidak semua perusahaan leasing nantinya sama majunya," katanya. Dengan kebijaksanaan baru ini, Tryana terutama mengharapkan berkibarnya kembali semangat para penanam modal, baik domestik maupun asing.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Berkunjung ke TEMPO

Album

Menerima Anugerah Satya Lencana

Meraih Gelar Doktor

Menjadi Rektor IIP

Catatan Pinggir

Broer

Buku

Kuat bersama adat

TEMPO|interaktif

Malam Ini, Peti Jenazah Korban Sukhoi Mulai Dilas

Olahraga

Tim Thomas dan Uber Tertinggal 2-0 dari Cina  

Peti Jenazah Korban Sukhoi Tiba di Halim

Anang Menikah, KD Berharap Sering Bertemu Anak

Jerman Beri Waktu Istirahat 8 Pemain Muenchen

Bisnis

PGN Bantah Ambil Untung dari Kenaikan Harga Gas

Nasional

Nasib 500 Pegawai Honorer di Kota Batu Tak Jelas

Bisnis

Gas Bersubsidi Mulai Diawasi di Sumedang

Bisnis

Bank Sentral Diminta Waspadai Serbuan Asing  

Chiellini Optimistis Tampil di Euro 2012  

Nasional

Rektor Gelapkan Dana Pendidikan, Mahasiswa Ngamuk

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif