• Home
  • 16 Maret 1985
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 16 Maret 1985

    Pegawai Disunat PON?

    PON bukan cuma pesta olah raga. Di Sumatera Utara Pekan Olah Raga Nasional XI berarti pula ada potongan gaji buat pegawai negeri dan anggota ABRI. Lewat instruksi gubernur tertanggal 13 Februari, potongan gaji untuk dana PON XI di Jakarta September nanti ditentukan enam bulan berturut-turut sejak gaji Februari. Besar potongan untuk golongan I Rp 150, golongan II Rp 250, golongan III Rp 500, dan golongan IV Rp 1.000. Begitu mudahkah gaji pegawai negeri dan anggota ABRI disunat - di luar potongan 10% (untuk dana pensiun, kesehatan, dan tabungan hari tua) yang ditentukan lewat Keppres 8 tahun 1977? "Potongan gaji untuk keperluan di luar yang 10% tak ada peraturannya," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Saleh Afiff, yang mengaku belum mendengar soal potongan di Sumatera Utara itu. "Tapi bila sudah ada kesepakatan, itu bisa saja." Dan itulah, soal kesepakatan, yang ramai dibicarakan di Sumatera Utara. Instruksi Gubernur diduga tanpa kulo nuwun, alias tanpa persetujuan, baik dari Korpri maupun dari DPRD. Sebab, rapat Gubernur dengan Muspida baru berlangsung pada 20 Februari. Lalu nota jawaban buat DPRD tentang rancangan peraturan daerah baru diteken pada 28 Februari. Sementara itu, instruksi tentang dana PON bertanggal 13 Februari. "Apa boleh buat," kata Mansen Purba, ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara kepada TEMPO. "Kami hanya mengangguk, karena keinginan pemerintah membina olah raga tampaknya positif." Mansen, juga seorang pegawai negeri golongan III, merelakan potongan itu. Selama ini lebih dari 2,6 juta (berdasarkan data BPS 1983) pegawai negeri tampaknya memang gampang dijadikan sumber dana. Potongan 10% buat dana pensiun dan lain-lain jelas bisa dimaklumi karena pada akhirnya dikembalikan kepada si pegawai. Di luar itu, masih ada beberapa yang bisa ditoleransi oleh Menpan. Misalnya potongan untuk Korpri - yang konon disepakati dalam suatu rapat umum. Juga pengumpulan dana untuk Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Keduanya, menurut Saleh Afiff, "Jumlahnya kecil dan tidak memberatkan, karena itu kami benarkan." Lalu bagi guru masih ada potongan buat PGRI. "Ini juga kami setujui karena diputuskan lewat kongres," kata Menpan pula. Terakhir, April nanti, adalah potongan Rp 5.000 untuk dana koperasi. "Ini berdasarkan Keputusan Presiden dan tujuannya agar koperasi kuat untuk memudahkan pegawai negeri," tambahnya. Di luar itu, masih ada potongan gaji yang sifatnya sangat lokal, artinya hanya berlaku pada satu instansi yang jumlahnya biasanya kecil dan hanya sekali potong. Misalnya, potongan untuk membeli karung beras sebesar Rp 200 di Direktorat Pembangunan Masyarakat Desa. Juga dibolehkan. Tapi di luar itu, bila Menpan sampai mendengarnya, akan diusut Misalnya untuk membangun kantor seperti yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, bulan lalu. "Itu jelas salah, karena pembangunan kantor dibiayai dana pemerintah," kata Saleh Afiff. Adapun Kaharuddin Nasution, gubernur Sumatera Utara, yang ditemui selagi mengikuti Raker Gubernur di Jakarta awal pekan ini, menyatakan bahwa instruksi tentang dana PON sudah dirapatkan dengan Muspida dan DPRD. Karena dana yang diminta PON begitu besar, Rp 1,2 milyar, maka potongan gaji perlu dilakukan selam mencan dana dengan cara lazim, yaitu lewat penjualan stiker dan sumbangan pihak pengusaha. Itu untuk menambah dana PON dari APBD yang hanya Rp 250 juta. Yang menarik adalah penjelasan ketua umum KONI Sumatera Utara, Marsekal Madya Wardhoyo, panglima Kodau I. Ternyata, Rp 1,2 milyar itu bukan cuma untuk PON, tapi termasuk untuk membenahi sarana olah raga di Sumatera Utara. "Kalau cuma untuk PON hanya sekitar 60% dari jumlah itu," katanya. Ini wajar, karena dana untuk kontingen PON dari provinsi lain juga hanya ratusan juta rupiah--selain Jawa Timur, yang konon sampai Rp 1,6 milyar.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Pencatuman nama penulis artikel

Catatan Pinggir

11 maret

Indonesiana

Nikah lotere

Janji kalau kaya

Dimangsa buaya

Buku

Berpikir ilmiah dengan bahasa efisien

Rehal-musthafa helmy

Rehal-praginanto

TEMPO|interaktif

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif