• Home
  • 08 Juni 1985
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 08 Juni 1985

    Mandi hansip

    KAWIN Hansip - nikah pasangan yang dipaksa karena tertangkap berbuat cabul - rupanya belum dikenal di Desa Banyutowo, Pati, Jawa Tengah. Di daerah pantai utara Jawa itu, yang ada adalah "mandi Hansip": pasangan yang kepergok disuruh mandi sampai bersih. Sudi dan Nurida - sama-sama 18 tahun - Mei lalu telah menjadi tokoh lakon yang kesekian. Pasangan itu (catatan: yang wanita adalah pelacur) tertangkap basah sedang berasyik-masyuk oleh petugas siskamling yang dipimpin Pak Kornen, ketua RT setempat. Keduanya digiring ke halaman rumah Kornen. Air ditimba, sabun dlulurkan, dan keduanya pun disuruh mandi bersama - dengan pakaian di badan - sambil ditonton ramai-ramai. "Ini masih mending. Dulu hukumannya dimandikan dengan air comberan," ujar seorang penduduk. Dan di desa tetangga, Desa Kembang, pasangan yang kepergok itu disuruh mandi sampai menghabiskan sebatang sabun. Artinya, mereka bisa mandi berjam-jam, dari malam sampai menjelang subuh, sampai tubuh mereka menggigil. Hukuman mandi itu, menurut penduduk mulai populer sekitar lima tahun lalu. Yang memulainya adalah Sersan Mayor Doho, yang ketika itu menjabat danramil di Kecamatan Dukuhseti. Cara Pak Sersan itu kemudian banyak ditiru, mungkin karena dianggap efektif - sekaligus, kata Kornen sambil tertawa, "Dengan mandi sampai bersih, berarti mereka sudah mandi junub." Bulan lalu tak ada lagi yang mencoba berbuat mesum di situ. Hanya saja, kata Kornen lagi, "Yang tertangkap umumnya wajah baru - yang belum pernah kena hukuman."

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Liputan pelarian salemba

Catatan Pinggir

Tjon Dii

Tari

Melihat Bagong Bermain Ombak

Indonesiana

Disayembarakan

Pencuri budiman

Mandi hansip

TEMPO|interaktif

Iklan Picu Anak Merokok, Industri Emoh Disalahkan

Bisnis

Pengusaha Kecil Solo 'Menyerbu' Jakarta  

Otomotif

Salip Toyota, BMW Jadi Mobil Terbaik Sejagat

Olahraga

Lin Dan Sebut Simon Pemain Luar Biasa  

Olahraga

Lin Dan Sebut Simon Pemain Luar Biasa

Usai Rehabilitasi Kecanduan Rokok, Ilham Kabur  

Olahraga

Mourinho Bertahan di Madrid Sampai 2016

Teknologi

LG Rilis Penyimpan Hard Disk Eksternal  

Casillas Ragu Spanyol Bisa Pertahankan Gelar Juara

Bisnis

Mayoritas Pasar Tradisional Sudah Renta

Trimarga Tanggung Ongkos Pemulangan Jenazah Korban Sukhoi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif