• Home
  • 08 Juni 1985
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 08 Juni 1985

    Liputan pelarian salemba

    BUKAN karena gemar bekerja jika redaksi TEMPO ngantor di hari besar Waicak Senin lalu. Selain hari Senin adalah hari dead line majalah, ada perkembangan penting yang memaksa sebagian anggota redaksi masuk kantor lebih pagi: Berita ditembak matinya Hendro Sucipto alias Eddy Gombloh, salah seorang gembong dalam kelompok Kwini yang lari dari rumah tahanan (rutan) Salemba. Alasan untuk mengangkat peristiwa bobolnya rutan Salemba sebagai laporan utama pun menjadi lebih kuat. Adalah Bunga Surawijaya yang pertama kali mendengar berita matinya Hendro di daerah Klender, Jakarta Timur, dan Penjambret Manik, yang tertangkap hidup di Cakung, Jakarta Utara. Wartawati ini, yang berhasil menjalin lobby di kalangan kepolisian, mendapat telepon sekitar pukul 04.00, Senin, selepas makan sahur, tentang Hendro yang "sudah disukabumikan". Ia pun segera menelepon Amran Nasution, kepala Biro Jakarta, atasan langsungnya, lalu meluncur ke RS Cipto Mangunkusumo. Di kamar jenazah RS itu, ia, antara lain, bertemu dengan Kolonel Usman Ibrahim, kepala Ditserse Polda Jakarta, yang dengan suara berat berkata, "Hei, kau pasang besar-besar itu foto Hendro. Biar yang lain menyerahkan diri." Sudah menjadi keputusan yang berwajib untuk "mensukabumikan" alias menembak mati setiap pelarian yang tak mau menyerahkan diri. Seharian Bunga mencari bahan tentang latar belakang matinya Hendro, dan antara lain berhasil mewawancarai Usman alias Asnan. Orang inilah yang memberi tempat berlindung pada Hendro, Manik Wilutomo, dan Bambang Heru, pelarian Salemba dari kelompok Kwini yang sampai turunnya tulisan ini Selasa pagi masih terus dikejar oleh polisi. Laporan utama ini jadi diperkuat dengan wawancara Reporter Didi P. dengan Tony Ferdiansyah, pelarian Salemba yang dihukum 7 tahun karena kasus narkotik. Didi juga berhasil mewawancarai Edy Mulyadi, pelarian Salemba yang lain, yang kena hukuman 15 tahun, dan kini menghuni rutan Tanjung Priok. Dari Semarang, Reporter Yusro M.S. melaporkan profil Rudy Ambon, salah seorang komplotan perampokan berani diJalan Kwini itu yang juga lari dari Salemba. Dan bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh mengapa rutan Salemba sampai bisa bobol, ada wawancara Erlina Agus dengan kepala Rutan Salemba, Djamaris, yang kini sudah dibebastugaskan. Laporan utama yang kemudian ditulis oleh Surasono, penjaga gawang rubrik Kriminalitas, dan Amran Nasution tak akan kuat kalau tidak disertai serentetan wawancara oleh tim reporter TEMPO. Tapi berhasilnya sejumlah wawancara dengan pelarian Salemba itu adalah berkat lobby yang selama ini dibina dengan pihak kepolisian. Tanpa lobby yang baik, sulit rasanya menembus sumber berita.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Liputan pelarian salemba

Catatan Pinggir

Tjon Dii

Tari

Melihat Bagong Bermain Ombak

Indonesiana

Disayembarakan

Pencuri budiman

Mandi hansip

TEMPO|interaktif

Iklan Picu Anak Merokok, Industri Emoh Disalahkan

Bisnis

Pengusaha Kecil Solo 'Menyerbu' Jakarta  

Otomotif

Salip Toyota, BMW Jadi Mobil Terbaik Sejagat

Olahraga

Lin Dan Sebut Simon Pemain Luar Biasa  

Olahraga

Lin Dan Sebut Simon Pemain Luar Biasa

Usai Rehabilitasi Kecanduan Rokok, Ilham Kabur  

Olahraga

Mourinho Bertahan di Madrid Sampai 2016

Teknologi

LG Rilis Penyimpan Hard Disk Eksternal  

Casillas Ragu Spanyol Bisa Pertahankan Gelar Juara

Bisnis

Mayoritas Pasar Tradisional Sudah Renta

Trimarga Tanggung Ongkos Pemulangan Jenazah Korban Sukhoi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif