• Home
  • 26 September 1987
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Ralat
    • Album
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
  • Arsip
  • 26 September 1987

    Wangsit Untuk Majapahit

    MAJAPAHIT akan bangkit lagi. Bukan dalam bentuk negara atau kebangkitan nilai-nilai kerohanian seperti yang dicoba dilakukan pekan lalu oleh sekelompok penganut kepercayaan di Trowulan, bekas lokasi Keraton Majapahit. Kebangunan ini berupa pembangunan kembali "kota Majapahit" yang runtuh sekitar lima abad lalu. Pelaksananya adalah Yayasan Pelestarian Budaya Majapahit. Proyek akbar yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 80 milyar ini pekan lalu dibicarakan di Padepokan Cahaya Putera, Trawas, Mojokerto Jawa Timur. Penyelenggara adalah anggota Javanologi Surabaya, Eddy Bramianto, 45 tahun, yang punya proyek. Dalam benak Eddy, proyek untuk mengenang kebesaran Majapahit berupa "Taman Wisata Budaya Majapahit". Ide, kata Eddy, turun dari sebuah wangsit sekitar 1979. "Saya menerima wangsit itu di petilasan seorang raja Majapahit," kata pengusaha keturunan Cina ini pada TEMPO. Ia segera merumuskannya dalam bentuk proposal proyek setelah bergabung dengan lembaga Javanologi Surabaya. Proyek itu dimaksudkan untuk "meningkatkan kewisataan dengan orientasi kebudayaan". Alasannya, kata Eddy ketika mengantar rombongan bekas Menteri P & K Daoed Joesoef meninjau lokasi pekan lalu, selama ini Jawa Timur cuma berstatus sebagai tempat lewat para pelancong. Dengan adanya "kota Majapahit"itu, mungkin jumlah wisatawan bisa naik. Para pemrakarsa, sebelum menuangkan gagasannya, telah sowan dan minta petunjuk Irjenbang Sudjono Humardani (almarhum). Yayasan juga mengadakan konsultasi dengan Menteri Kehutanan Soedjarwo. "Pada prinsipnya beliau merestui pembangunan proyek raksasa itu sekaligus memberikan pengarahan," kata R. Soemantojo, sekretaris yayasan. Biaya akan diusahakan dipikul bersama di kalangan swasta. Tapi tidak ditutup kemungkinan bantuan dari pemerintah. Yayasan telah mulai mengadakan riset sejarah untuk mendapatkan gambaran yang benar mengenai Majapahit. Inti obyek wisata itu berupa model "masyarakat ningrat" dan kawulo cilik zaman Majapahit. Bentuk bangunan yang dirancang adalah Keraton Majapahit. Dalam kompleks keraton itu akan dibangun pula lingkungan masyarakat ningrat. Di luar tempat permukiman ningrat, akan dibangun Majapahit Village. Kawasan ini menggambarkan perkampungan di sekitar keraton yang dihuni rakyat kecil. Menurut rencana, kompleks keraton akan dibangun di daerah hutan jati Lebak Jabung -- tempat ditemukan dua situs peninggalan Majapahit -- di Kabupaten Mojokerto. Sedang perkampungan rakyat kecil akan di bangun di luar kawasan Lebak Jabung. Di sini, akan disiapkan berbagai fasilitas wisata seperti hotel berbintang dan pusat industri kecil untuk kerajinan dan agroturis. Kompleks keraton direncanakan akan memakan 70 hektar. Di kawasan ini dibangun model keraton, tempat pergelaran seni dan budaya, pusat riset dan workshop sejarah dan budaya, serta fasilitas akomodasi wisata dalam jumlah terbatas. Sedang lingkar luar, Majapahit Village, meliputi dua desa yaitu Lebak Jabung dan Jatirejo. Trowulan sebagai tempat peninggalan sejarah dan situs purbakala akan dipugar dan dikembangkan. Menanggapi rencana itu, Daoed Joesoef dalam ceramahnya di Trawas pekan lalu membandingkannya dengan pemugaran Borobudur. "Borobudur dipugar secara murni. Tidak memperhitungkan soal pariwisata," katanya. "Lain dengan proyek ini yang juga memperhitungkan segi pariwisata." Agaknya pemerintah setempat merasa tidak keberatan dengan proyek ini. Untuk pelaksanaan, yayasan membentuk Tim Pelestarian Budaya Majapahit. Pertemuan pertama, Februari lalu, dipimpin langsung Bupati Mojokerto Koento Soetedjo, dihadiri beberapa pejabatnya seperti kepala agraria, Ketua Bappeda, dan pejabat Dinas Pengembangan Pariwisata Ja-Tim. Anggota tim seluruhnya 17 orang. "Yang lebih penting adalah bagaimana membangun kembali semangat Majapahit," kata Koento Soetedjo. Di lapangan memang belum ada gerakan. Karenanya, beberapa pejabat yang tidak terlibat langsung mengaku tak tahumenahu dengan proyek Eddy. "Belum ada kabar yang sampai pada saya," kata Trimarjono Wagub Ja-Tim."

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Ralat

Nurul huda penyelamat malaysia

Perenang nurul huda

Perenang nurul huda

Surat Dari Redaksi

Profil

Catatan Pinggir

Iri

Agama

Gambar Nabi di Sinar Pagi

Dosakah pelukis?

Paus dan 3.000 Suara Lebih

Album

Pelantikan melantik gubernur timor timur

Pelantikan sebagai staf ahli

Pelantikan dirjen pelantikan

DUS

Botak itu tampan

Berbugil ria di chandragutti

Pelajaran untuk si bakhil

Seni Rupa

Pengungkap magi dari pariaman

Galeri kiprah, dan salah kaprah

Indonesiana

Menjaring murid

Ratu atret

Yang raib di gunung anjing

Buku

Balai pustaka, 70 tahun

Bertualang ke puncak gunung

Bertualang ke puncak gunung

TEMPO|interaktif

Bisnis

Kalbe Farma Bagikan Dividen Rp 891 Miliar

Olahraga

Taufik Kalah, Indonesia Tertinggal 2-1  

Seni & Hiburan

Indah Dewi Pertiwi Ngebet Nonton Lady Gaga  

Olahraga

Pelatih Inter Milan Janjikan Tampilan Menghibur  

Mayoritas Orang Indonesia Cari Info Soal Seks Via Online  

Seni & Hiburan

Da'i Bachtiar Kritik Soal Kontroversi Izin Konser Lady Gaga

Metro

Telepon Darurat Kebakaran 113 Sulit Dihubungi  

Bisnis

Bank Nagari Masuk Bursa Tahun Depan  

Di Natale Incar Posisi Penyerang Tengah Italia  

Nasional

Siapa Pemilik Akun Twitter Triomacan2000?

2014, Pabrik Baru Honda Indonesia Rampung  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif