• Home
  • 15 Juli 1989
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Ralat
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 15 Juli 1989

    Perginya budak kompromi

    "BILA kematian tiba, aku sudah tenang dengan yang kuperbuat selama hidupku," kata Janos Kadar dalam buku biografinya. Tokoh pembaruan ekonomi Hungaria itu memang tak perlu cemas ketika Kamis pekan lalu ia meninggal dunia setelah menderita sesak napas, pneumonia, dan radang saluran sejak April lalu. Dalam usianya yang 77 tahun setidaknya ia melihat Hungaria telah jauh maju dibandingkan 31 tahun lalu ketika ia naik di pucuk pimpinan. Kebencian rakyat terhadap Kadar di awal-awal kepemimpinannya pun lambat laun hapus, meski cap "Jagal dari Budapest" tetap saja menjadi bagian dari riwayat hidup pencetus Mekanisme Ekonomi Baru itu. Waktu itu 1958, Hungaria dilanda aksi massa yang menghendaki pemerintahan yang lebih bebas. Imre Nagy, perdana menteri kala itu, berpihak pada demonstran, menyodorkan konsep ekonomi bebas, dan mengusulkan agar Hungaria keluar dari Pakta Warsawa. Untuk meredakan aksi-aksi itu Kadar, sebagai anggota politbiro, mengundang pasukan Soviet. Aksi massa akhirnya memang bisa disetop, tapi setelah ribuan korban bergelimpangan di jalan-jalan di Budapest, dimakan peluru Soviet. Ribuan anggota Partai Buruh yang ikut dalam aksi itu dijebloskan ke penjara. PM Imre Nagy dihukum gantung. Dua hari kemudian, Janos Kadar memproklamasikan diri menjadi perdana menteri sekaligus menjadi Sekjen Partai Komunis Hungaria -- seorang penulis Hungaria, Miklos Haraszti, menyebut Kadar sebagai Macbeth, orang yang naik tahta setelah membunuh saudara sepupunya yang juga berhak atas tahta itu. Tapi, berbeda dengan Macbeth, yang dilakukan Kadar untuk negeri sungguh bermanfaat. Orang yang mengaku tak mampu berbicara tentang diri sendiri ini rupanya begitu piawai bernegosiasi dengan Soviet, hingga dibolehkan menjalankan ekonomi sendiri, bebas dari pengawasan Moskow. Dengan konsepnya -- desentralisasi pertanian dan industri -- ekonomi Hungaria naik 4,5%, dan menjadikan Hungaria sebagai satu-satunya negara Eropa Timur yang mengekspor bahan pangan. Kata seorang pengamat tentang Kadar dan Hungaria di awal 1980-an: Rakyat Hungaria tertawa di belakang Janos Kadar ketika Sekjen Partai itu membungkukkan diri kepada Moskow, sementara di belakangnya ekonomi yang bertentangan dengan komunisme terus berputar. Tak cuma di sektor ekonomi. Pelan-pelan Kadar, yang mengaku menjadi komunis pada usia 19 tahun tapi kemudian dicurigai sanak famili dan teman sejawatnya punya potensi mengkhianati Partai, pun memberikan kelonggaran kepada rakyatnya -- siapa pun dibolehkan melakukan perjalanan ke luar negeri. Lalu sekitar 1.500 harian dan majalah di seluruh Hungaria dibebaskan dari sensor. Tapi tak ada pesta tanpa akhir, kata orang Hungaria. Dimulai dengan ekspansi ekonomi Jepang dan Korea juga Taiwan, ekspor Hungaria terpukul. Maka, negeri sosialis yang cerah ini mulai menumpuk utang, sampai menjadi US$ 11 milyar tertinggi di antara negara blok Timur. Itu karena Janos Kadar membiarkan pabrik-pabriknya membeli peralatan teknologi mutakhir yang sangat mahal. Akibatnya. tokoh yang bertubuh atletis ini, yang bangga dijuluki sebagai "budak kompromi", dianggap gagal oleh 11 juta penduduknya. Dalam konperensi Partai Komunis Hungaria, Mei 1988, Kadar -- yang tak setuju konsep pemisahan kekuasaan partai dan negara -- digantikan Perdana Menteri Karoly Grosz, bekas muridnya. Turunnya Kadar, seorang yang biasanya hanya sedikit mengisi piring makannya kebiasaan yang dibawanya dari masa mudanya ketika ekonomi sulit -- tak menghentikan roda pembaruan Hungaria. Tahun ini nama Imre Nagy direhabilitasi. Gagasan tentang multipartai di hari-hari belakangan ini digodok oleh kelompok oposisi demokratik dan kelompok reformis untuk diusulkan menjadi undang-undang. DP

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Ralat

Hotman damanik, dari LBH...

Judul artikel resensi buku

Keterangan foto

Surat Dari Redaksi

Tim fotografi MBM Tempo

Buku

Kobaran api revolusi Prancis

Apolitik islam orde baru

Alam atas dan bawah bersatu

Seni Rupa

Bali membuat loncatan baru

Catatan Pinggir

Film

Indonesiana

Asmara janda bahenol

Asuransi pijat

TEMPO|interaktif

Nasional

Demokrat Copot Mirwan Amir dari Pimpinan Banggar  

Bisnis

Pemegang Saham Setujui Stock Split Kalbe Farma

Gaya Hidup

Tips Cantik Ala Halle Berry

Nasional

Pendaftar SNMPTN Bandung Salah Isi Formulir  

Olahraga

Juarai Seri-A, Awal buat Juventus Taklukkan Dunia

Olahraga

Dua Trofi Inter Dipamerkan di Senayan

Bisnis

Asia-Pasifik Dimbau Kurangi Ketergantungan Ekspor  

Bisnis

Kalbe Farma Bagikan Dividen Rp 891 Miliar

Olahraga

Taufik Kalah, Indonesia Tertinggal 2-1  

Seni & Hiburan

Indah Dewi Pertiwi Ngebet Nonton Lady Gaga  

Olahraga

Pelatih Inter Milan Janjikan Tampilan Menghibur  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif