• Home
  • 05 Agustus 1989
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Hiburan
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Ralat
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 05 Agustus 1989

    Dwi dasa warsa memasok sistem ...

    KETIKA mendirikan perusahaan ini, 20 tahun yanq silam, Joe Kamdani sebetulnya tidak berpikir terlalu jauh. "Fase pertama itu adalah fase survival to exist," katanya. Bagaimana harus hidup hari ini, dan besok merupakan soal lain lagi. "Namun, di bawah gaya kepemimpinannya yang ketat, dan filosofinya yang tegar, PT DATASCRIP tumbuh dan berperan di tengah pembangunan ekonomi Indonesia. Perusahaan ini unik. Dan masih banyak orang yang keliru, menganggap PT DATASCRIP sekadar "toko alat kantor" -- alias stationery. Padahal, "kami tak cuma menawarkan barang, melainkan sistem dan efisiensi," Direktur Utama PT DATASCRIP itu menjellaskan. Karena itui tak berlebihan kalau di bawah ogo perusahaan itu tercantum keterangan: systems for business. PT DATASCRIP berangkat dari sebuah kepercayaan, hanya kantor yang efisienlah yang bisa mencapai produktivitas tinggi. Dan ini diterapkan melalui seluruh produk yang ditawarkannya, mulai dari filing system sampai pada kursi Ergomatic yang didesain "untuk kesehatan dan kenyamanan." Dari kesalahapahaman di atas pula mudah timbul anggapan: barang-barang yang ditawarkan PT DATASCRIP mahal belaka. Padahal,."Saya tidak setuju bila barang kami dibilang lebih mahal," kata S. Rahardja, Sales/Marketing Director PT DATASCRIP. "Kalau dibilang harganya lebih bernilai, ya," dia menambahkan. Lho, apa bedanya? S. Rahardja menaambil contoh meja gambar merk Mutoh. Berbeda dengan meja gambar merk lain, yang menggunakan roller plastik, Mutoh menggunakan roller stainless steel. "Tentu saja harganya lebih tinggi, sebab daya tahannya pun lebih panjang," Rahardja menjelaskan. Dan ini bisa dilihat dari angka penjualan. Ketika pertama kali dipamerkan, 1971, tak sebijipun meja gambar Mutoh dibeli orang. Sekarang, pangsa pasar meja gambar Mutoh di Indonesia mencapai lebih dari 60%. Contoh lebih jelas tampak pada DATASCRIP ROTARY FILING SYSTEM. Sistem ini menghemat ruagan 60%, menghemat waktu 70%, dan meniadakan faktor risiko kesalahan pengarsipan. Dibandingkan dengan sistem filing cabinet, yang membutuhkan luas lantai 4 m2 untuk 5 unit, DATASCRIP ROTARY FlLING SYSTEM bisa menampung volume arsip yang sama dalam 1 unit, dengan luas lantai hanya 1,38 m2. Bermula dari usaha single fiqhter Joe Kamdani, PT DATASCRIP akhirnya memang hadir sebagai sebuah bisnis yang berkembang maju dan sehat. Pada masa-masa awal, barang yang ditawarkan PT DATASCRIP 100% produk impor. Sampai suatu ketika, Joe Kamdani tak puas dengan keadaan ini. Ia berniat mulai berproduksi di dalam negeri, sekalian membuka lapangan kerja. Kini lebih dari 50% barang daqangan PT DATASCRIP diproduksikan di dalam negeri, antara lain di Pulo Gadung candi Cimanggis. Oleh spesifikasi dan keunikannya, barang dagangan PT DATASCRIP memang bukan dari jenis yang bisa ditawarkan ke pasar mana saja. Hanya mereka yang memerlukan sistem dan efisiensi terpadulah yang menjadi pelanggan setia perusahaan ini. Karena itu, layak sekali kalau kita menemukan kantor dan lembaga bonafide dalam daftar klien mereka. Dalam daftar itu, antara lain tercantum: Departemen Pekerjaan Umum, Depertemen Pendidikan & Kebudayaan, Bank Indonesia, beberapa perguruan tinggi swasta yang mapan, serta Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Puaskah PT DATASCRIP terhadap kenyataan ini? "Belum. Kami harus selalu berusaha lebih baik," kata Joe. Usia 20 tahun, bagi entrepreneur yang bersemangat dan selalu berinovasi ini, justru merupakan sebuah starting point, sebuah titik awal baru untuk memantapkan karakter perusahaan. Dengan barisan manajer dan staf profesional yang kini mendukung PT DATASCRIP, perusahaan ini memang sudah berkembang menjadi sebuah grup dengan manajemennya yang spesifik. Dalam mengelola PT DATASCRIP, " Keuntungan bukanlah tujuan utama kami," kata Joe Kamdani. Lho? Bagi PT DATASCRIP, tujuan utama adalah " to exist and grow". Untuk mencapai keadaan tersebut, tentulah profit dibutuhkan sebagai sarana. Kalau ke luar menawarkan sistem, ke dalam pun PT DATASCRIP memantapkan sistem manajemennya, apalagi setelah memasuki usia ke-20 tahun. Dengan semboyan "staf yang sukses adalah yang berhasil mempersiapkan calon penggantinya", di perusahaan ini setiap tenaga staf diberi beban untuk mempersiapkan orang kedua, demi peningkatan kariernya sendiri. "Ini praktek kaderisasi dalam perusahaan kami," kata A.N. Andries, Human Resources Development Manager PT DATASCRIP. Itu sebabnya belakangan ini Joe memantapkan lembaga human resources development di PT DATASCRIP, di samping lembaga produksl dan pemasaran yang terusmenerus dikembangkan. Sebab, masa 20 tahun ternyata makin menawarkan tantangan. Kalau dulu hanya ada PD MATAHARI, yanq kemudian berubah menjadi PT DATASCRIP, kini usaha itu telah berkembang menjadi 9 perusahaan. Joe, keberhasilan diatas Keberhasilan KANTOR di lantai empat itu menghadap ke sebuah taman terbuka. Bebas dari hingar-bingar Jalan Angkasa, kawasan Kemayoran yang padat dan berisik. Ditata oleh Hendra Hadiprana, desainer interior termasyur itu, di ruangan inilah Joe Kamdani, Direktur Utama PT DATASCRIP. "Bisnis ini dibangun dengan modal dengkul," kata Joe, kini 52 tahun. Tapi, dia tak sepenuhnya benar. Modal uang mungkin tak seberapa. Namun, Joe punya "kapital" lain yang tak kurang andal:, yaitu memanfaatkan 3 K: kemauan, kemampuan, dan kesempatan. "Drivenya sangat kuat, " ujar S. Rahardja, Sales/Marketing Director PT DATASCRIP, tentang sang bos. "Ia selalu mengejar targetnya dengan gigih dan ulet," kata A.N. Andries, Human Resources Development Manager PT DATASCRIP. "Dan itu termasuk hal penting yang saya kagumi dari Joe, " Andries menambahkan. Karier Joe Kamdani mungkin bisa dibilang bermula dari kaki lima Harmoni. Di situlah, awal 1960-an, ia sebagai pedagang perantara alat perkantoran. Terutama mesin ketik dan mesin hitung. Dari "base" itu Joe rajin bertandang ke kantor-kantor yang memerlukan perlengkapan. Lambat laun ia berpikir, model "moonlighting " seperti ini tak bisa lama dipertahankan. Joe lalu merintis perkenalan dengan agen-agen barang-barang tersebut di mancanegara, dan mendekati pemasoknya di dalam negeri. Sebuah kantor mungil dibukanya di Pecenongan. Pada bulan Oktober 1969, bentuk badan hukum resmi didirikan: PD Matahari. Mengapa Matahari? "Karena ia simbol kehidupan, kehangatan, energi, dan kesetiaan," kata Joe mengenang, di kantornya yang sekarang, yang khusus dirancang oleh Ir. Sidharta Gautama dari Biro Arsitek AT-6. Dari kantor itulah Joe kini mengendalikan sembilan anak perusahaan, hasil perjuangan setelah 20 tahun. Di bawah perusahaan-perusahaan ini bernaung sekitar 500 karyawan. Sembilan tahun di Pecenongan, Joe memindahkan kantornya ke Jalan Angkasa. Nama perusahaan cun berubah: PT DATASCRIP. Setahun kemudian, barulah Joe mulai menggunakan tenaga manajer. "Tapi saya belum berani mengatakan sebagai langkah profesional katanya. Sejak itu pula, PT DATASCRIP tumbuh semakin rimbun. Kalau pada masa-masa awal Joe turun sendiri meyakinkan pembeli, akhirnya saya kewalahan," katanya. "Telepon makin sering berdering, saya tak lagi dapat melayaninya sendiri." la menambah orang, dan membagi-bagi pekerjaan. Ada anggapan, Joe terlalu dominan dalam perusahaan ini. "Itu hanya soal salah tafsir," Andries bertutur. Sarjana Hukum lulusan UI ini lebih suka menyebut kepemimpinan Joe dengan "gaya situasional artinya, Cukup demokratis dan terbuka untuk menerima pendapat, saran, bahkan kritik dari bawahan." Tetapi pada saat yang diperlukan, "Ia bisa menjadi otoriter." Dan itu, menurut Andries, memang lazim pada seorang pengusaha perintis. Setelah perjalanan 20 tahun, apa gerangan yang dirasakan Joe pada saat-saat bersejarah ini? "Saya makin sadar bahwa bekerja biasa-biasa tidak cukup," ujar pria kekar penggemar barang-barang kelas wahid ini. "Teknologi dan ekonomi terus berkembang, sehingga kita dituntut untuk selalu analitis dan kreatif." Di PT DATASCRIP Joe memang dikenai tak pernah berhenti menciptakan sesuatu. Ia, yang fasih berbahasa Inggris dan Belanda, ia rajin mengutak-atik kata dan istirahat. Di perusahaan ini, misalnya, ada acara "coffee meeting" tiga bulan sekali. Itulah forum bertemu muka, ngobrol bebas dan santai, khususnya bagi karyawan yang sudah siap menerma tugas kepemimpinan. Inilah forum antara rekan dan atasan, direksi dan eksekutif. Pertemuan itu sendiri bukan sekadar untuk minum kopi, melainkan "conversation free from ego and emotion. " Joe menjalankan usaha dan manajemennya dengan falsafah KEBERHASILAN DI ATAS KEBERHASILAN."Saya tak mau berhasil di atas kemelaratan orang lain," kata Joe. "Filosofi itu pula yang kami terapkan ke dalam," ujar S. Rahardja. Dalam mengejar target ini, Joe sendiri tak mau ketinggalan dari yang lain. Ia menganut sebuah keyakinan: "tidak ada hasil tanpa keringat. " Ditanya tentang apa ukurannya manajemen yang baik, Joe menjawab, "Manajemen yang baik adalah yang berjalan efektif tanpa supervisi yang berlebihan, namun tetap mencapai sasaran yang direncanakan, kerugian atau keuntungan." katanya. Nasib itu ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan Tuhan. Tetapi, Tuhan menentukan." Tiada hasil tanpa keringat BAGAIKAN matahari beranjak pelan dan pasti, perusahaan kecil itu maju bersinar menghangatkan sekitarnya. Akhirnya tanpa terasa, 20 tahun terlewati sudah. Ia pun telah bersalin nama, menjadi PT DATASCRIP-Systems for business. Tetapi, semangat matahari itu masih di sana: enerjetik, hangat, dan penuh kesetiaan . Ia kini bukan lagi perusahaan yang terselip di pojok Pecenongan. Tak pula sekadar menjual barang impor, melainkan berproduksi sendiri, dalam volume lebih 50% dari keseluruhan produk yang ditawarkannya. Juga tak hanya berjualan mesin atau sekadar peralatan kantor, tetapi menawarkan sistem dan efisiensi dalam paket terpadu untuk perkantoran modern. Beberapa divisi kemudian tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan tersendiri. Sebuah grup pun muncul, terdiri dari sembilan perusahaan yang bergerak di bidang jasa, pemasaran, dan produksi: DATASCRIP SYSTEMS FOR BUSINESS P.T. Bergerak di bidang pemasaran mesin dan peralatan kantor, serta produk yang berkaitan dengan kegiatan perkantoran. Berbagai perangkat dipasarkan bertujuan menciptakan kantor yana efisien dan produktif. Terdiri dari 3 divisi. Divisi I Business Machines and Offices Equipment. Memasarkan antara lain produk Canon, berupa komputer, laser printer, dan kalkulator. Divisi II Organization and Filing Systems, memasarkan produk keperluan organisasi dan kearsipan. Misalnya: binding systems, mailing room systems, time management, rotary filing system, tray filing system, dan sebagainya. Divisi III Drafting and Engineering, menyalikan produk perekayasaan: meja dan mesin gambar Mutoh, alat ukur dan survai Topcon, kertas diazo, drafting film Ammo. Menangani hal-hal yang menyangkut desain ergonomi dalam kaitan bekeria di kantor dan duduk secara sehat. Kata "ergonomi" berasal dari Yunani. "Ergon" berarti kerja atau energi,"nomos maknanya hukum. Ergonomi" lalu berarti mangatur cara kerja yang membawa hasil optimal dengan energi minimal. Memasarkan produk Schwan Stabilo Germany yang telah diproduksikan di Indonesia juga berbagai alat tulis. Memasarkan sarana pengaturan waktu, berupa Tip-Time Panners, Point Work Organizers, agenda, dan desk sets. Pelayanan purna jual (after sales services) dan perawatan mesin-mesin kantor, baik yang bersifat mekanis maupun elektronis. Bergerak dalam industri pengolahan lembaran-lembaran logam (metal sheets). Produksinya antara lain berupa kursi ergomatik dan mebel kantor, filing equipment, meja gambar dan sebagainya. Memproduksi kertas dan film di azo, serta drafting film. Produk perusahaan Ini memegang peranan penting dalam desain gambar. Kualitas cetaknya yang prima, reproduksinya yang tepat, serta stabilitas dan daya simpannya yang lama membuat produk perusahaan ini menjadi pilihan para profesional. Memproduksikan Tip-Times Planners, agenda, dan barang-barang dari kulit untuk keperluan kantor. Memproduksi alat-alat tulis, antara lain berbagai markers dan ballpoint Terutama dari merk Schwan Stabilo Germany. Sembilan perusahaan dalam waktu 20 tahun -- memang bukan hasil berpangku tangan dan berlunjur kaki belaka. Seperti yang dikatakan pendirinya, Joe Kamdani: KEBERHASILAN TIADA HASIL TANPA KERINGAT.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Ralat

Pelurusan sejarah

Saksi pernikahan

Pestisida sudah dimusnahkan

Surat Dari Redaksi

Terkesan indeks artikel mbm tempo

Seni Rupa

Gugatan setiawan

Bunga dalam 130 lukisan

Bunga dalam 130 lukisan

Pariwara

Dwi dasa warsa memasok sistem ...

Catatan Pinggir

Terbuka

Agama

Baiat setelah nabi muhammad

Indonesiana

Lari telanjang di malam sepi

Lari telanjang di malam sepi

Dokter gadungan

Tari

Pilihan fari

Buku

Kembali, setelah 177 tahun

TEMPO|interaktif

Nasional

Demokrat Copot Mirwan Amir dari Pimpinan Banggar  

Bisnis

Pemegang Saham Setujui Stock Split Kalbe Farma

Gaya Hidup

Tips Cantik Ala Halle Berry  

Nasional

Pendaftar SNMPTN Bandung Salah Isi Formulir  

Olahraga

Juarai Seri-A, Awal buat Juventus Taklukkan Dunia

Olahraga

Dua Trofi Inter Dipamerkan di Senayan

Bisnis

Asia-Pasifik Dimbau Kurangi Ketergantungan Ekspor  

Bisnis

Kalbe Farma Bagikan Dividen Rp 891 Miliar

Olahraga

Taufik Kalah, Indonesia Tertinggal 2-1  

Seni & Hiburan

Indah Dewi Pertiwi Ngebet Nonton Lady Gaga  

Olahraga

Pelatih Inter Milan Janjikan Tampilan Menghibur  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif