• Home
  • 05 Agustus 1989
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Hiburan
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Ralat
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 05 Agustus 1989

    Terkesan indeks artikel mbm tempo

    INILAH "dengar pendapat" antara anggoa lembaga legislatif dan "rakyat" (tapi bukan pemilih mereka) yang tak penting secara naslonal. Dengar pendapat itu, yang berlangsung di ruang rapat kantor kami Sabtu siang pekan lalu, tak penting bukan karena topik yang kami bicarakan dengan wakil-wakil rakyat tersebut tak berbobot. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan selama hampir tiga jam, dan semua dijawab secara tuntas, memang bukan untuk dipublikasikan. Temu muka ini lebih merupakan forum pendidikan bagi kami, dan sekaligus agar wartawan-wartawan kami mengenal dan dikenal anggotaanggota Dewan Perwakilan Rakyat tersebut. Anda mau tahu wakil-wakil rakyat yang berkunjung ke kantor kami itu? Mereka adalah "bintang-bintang" DPR yang memupkan masalah keterbukaan dari Senavan belakangan ini. Tak salah lagi, tamu-tamu kami tersebut memang anggota Fraksi ABRI di Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka: Mayor Jenderal Soebijono, Laksamana Muda Soendoro Sjamsuri, dan Kolonel (Artileri) H.E. Kusnaedi - masing-masing sebagai ketua umum, juru bicara, dan anggota fraksi. Bagi sebagian di antara kami, ketiga anggota DPR itu sebetulnya bukan orang yang asing: Soebijono, 70 tahun, sudah lama dikenal oleh beberapa anggota redaksi kami, terutama mereka yang aktif meliput kegiatan DPR di awal Orde Baru maupun mereka yang pernah kuliah pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. "Begawan" Fraksi ABRI itu sudah menjadi wakil rakyat sejak 1963 (kecuali periode sesudah Pemilu 1971) sampai sekarang, dan juga menjadi pengajar pada FISIP-UI sampai akhir 1970-an. Soendoro mulai akrab dengan wartawan kami, terutama mereka yang sering mengikuti acara di DPR, sejak menjadi juru bicara Fraksi ABRI. Ia termasuk salah seorang anggota DPR yang mudah diwawancarai - bahkan tidak jarang kami mintai keterangan tengah malam melalui telepon. "Kalau sudah saling kenal, saya tak perlu bicara tersendat-sendat lagi bila diwawancarai," katanya. Sedangkan Kusnaedi, yang belum setahun duduk di kursi DPR, sudah kami kenal sejak menjabat staf Pusat Penerangan Markas Besar ABRI, 1985. Ia mulai kurang berurusan dengan wartawan sejak dilantik menjadi anggota Fraksi ABRI di DPR, Oktober tahun lalu, tapi tetap mudah dimintai bantuan. Setelah menjelaskan banyak hal mengenai Fraksi ABRI Soebijono dan Soendoro, seperti juga tamu-tamu kami terdahulu, meninjau ruang kerja redaksi dan perpustakaan. Mereka tampak sangat terkesan dengan komputerisasi sistem indeks perpustakaan TEMPO - yang dalam tempo singkat bisa menyajikan abstrak berita-berita yang pernah kami muat. "Menjelang sidang pleno RUUPA (Rancangan Undang-Undang Peradilan Agama - Red.) tampaknya kami perlu mencari bahan-bahan ke TEMPO," kata Soendoro. Perpustakaan kami, sekalipun tak terbuka untuk umum, memang tak tertutup untuk mereka yang membutuhkan tulisan-tulisan tertentu yang pernah kami muat -- asalkan tidak di hari-hari kami sibuk (mulai Kamis sampai Senin) menurunkan naskah. Pelayan perpustakaan merupakan sebagian dari sumbangsih kami kepada masyarakat.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Ralat

Pelurusan sejarah

Saksi pernikahan

Pestisida sudah dimusnahkan

Surat Dari Redaksi

Terkesan indeks artikel mbm tempo

Seni Rupa

Gugatan setiawan

Bunga dalam 130 lukisan

Bunga dalam 130 lukisan

Pariwara

Dwi dasa warsa memasok sistem ...

Catatan Pinggir

Terbuka

Agama

Baiat setelah nabi muhammad

Indonesiana

Lari telanjang di malam sepi

Lari telanjang di malam sepi

Dokter gadungan

Tari

Pilihan fari

Buku

Kembali, setelah 177 tahun

TEMPO|interaktif

Nasional

Demokrat Copot Mirwan Amir dari Pimpinan Banggar  

Bisnis

Pemegang Saham Setujui Stock Split Kalbe Farma

Gaya Hidup

Tips Cantik Ala Halle Berry  

Nasional

Pendaftar SNMPTN Bandung Salah Isi Formulir  

Olahraga

Juarai Seri-A, Awal buat Juventus Taklukkan Dunia

Olahraga

Dua Trofi Inter Dipamerkan di Senayan

Bisnis

Asia-Pasifik Dimbau Kurangi Ketergantungan Ekspor  

Bisnis

Kalbe Farma Bagikan Dividen Rp 891 Miliar

Olahraga

Taufik Kalah, Indonesia Tertinggal 2-1  

Seni & Hiburan

Indah Dewi Pertiwi Ngebet Nonton Lady Gaga  

Olahraga

Pelatih Inter Milan Janjikan Tampilan Menghibur  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif