• Home
  • 10 Oktober 1992
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Ralat
    • Album
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 10 Oktober 1992

    Persiapan Laporan Utama

    INI boleh jadi merupakan salah satu wawancara terpanjang yang dilakukan TEMPO dengan seorang pejabat tinggi: tiga setengah jam. Wawancara itu berlangsung Jumat pekan lalu, di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), di Jalan Thamrin, Jakarta. Dan sumber berita itu siapa lagi kalau bukan Menteri Negara Riset dan Teknologi yang juga Ketua BPPT Bacharuddin Jusuf Habibie. Kenapa sampai tiga setengah jam? Soalnya, yang kami wawan carai adalah Habibie. Harap diketahui, ia sekarang menyandang begitu banyak jabatan. Dihitunghitung, kini tak kurang dari 26 jabatan ada di tangan lelaki kelahiran ParePare, Sulawesi Selatan itu. Mulai dari berbagai jabatan strategis di pemerintahan sampai ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) -- organisasi Islam yang kini naik daun itu -- dan Wakil Ketua Dewan Pembina Golkar. Sudah santer bahwa sebentar lagi Habibie akan menjabat ketua koordinator harian Dewan Pembina Golkar, yaitu jabatan yang melaksanakan kebijaksanaan ketua Dewan Pembina Golkar seharihari. Seperti diketahui, ketua Dewan Pembina yang dipegang Presiden Soeharto adalah pengendali utama organisasi Golkar. Maka, peran Habibie akan menjadi penting, sebab jabatan tadi dipegangnya pada saat berlangsungnya Sidang Umum MPR Maret 1993. Karena itu, pertanyaan yang kami lemparkan dalam wawancara tadi banyak pula ragamnya, berkaitan dengan berbagai peran dan jabatan yang disandangnya itu. Mungkin sudah biasa kalau Habibie harus menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pembuatan pesawat terbang atau berbagai masalah teknologi lainnya. Tapi, dalam wawancara kali ini pembicaraan memberat ke masalah lain, yaitu soal ekonomi, terutama politik. Mulai dari soal keanggotaan DPR/MPR, bahkan sampai soal calon wakil presiden. Dan Habibie, yang mengaku sebagai murid politik Pak Harto, menjawab semua pertanyaan dengan tangkas. Yang menarik dalam wawancara yang berlangsung di kamar ker janya itu Habibie sengaja mengundang sejumlah staf penting nya, seperti Dr Ing Wardiman Djojonegoro, deputi Ketua Bidang Administrasi BPPT Ir Rahardi Ramelan, deputi Ketua Bidang Pengkajian Industri BPPT dan Prof Dr A.A. Loedin, Asisten Menteri Negara Riset dan Teknologi. Hadir pula Billy Judono, salah seorang Asisten Menteri Koordinator Ekonomi dan Keuangan, serta sejumlah tokoh ICMI semacam Adi Sasono, Ahmad Watik Pratiknya, dan Sutjipto Wirosardjono. Namun kami dari TEMPO pun tak mau kalah. Untuk menghadapi Habibie, kami kirimkan pula sebuah tim lengkap. Mereka adalah Redaktur Pelaksana A. Margana, Koordinator Reportase Amran Nasution, Penanggung Jawab Rubrik Nasional Agus Basri dan Toriq Hadad, serta reporter Sri Pudyastuti dan fotografer Rully Kesuma. Maka wawancara ini pun berlangsung serius -- dan Habibie selalu serius menjawab semua pertanyaan, termasuk soal pribadinya -- tapi juga terkadang bisa santai. Yang penting lagi, Habibie tak pernah melewatkan satu pertanyaan pun tanpa jawaban. Hanya saja, untuk masalah tertentu yang peka, apalagi menyangkut orang lain, ia minta wawancara itu dinyatakan off the record. Toh dibagian lain Habibie sangat terbuka. Bahkan dia mengakui bahwa sebagian gajinya tiap bulan masih didapatnya dari Jerman. Wawancara itu kemudian kami siapkan untuk melengkapi Laporan Utama pekan ini.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Persiapan Laporan Utama

Ralat

Dan diah memanggil salim masuk

Sentuh bagian muka saja

Indonesiana

Sumur tanpa aids

Menonton cong begon menonton

Buku

Pergolakan di dua daerah

Seni Rupa

Kritik sosial dan kemelimpah-ruahan

Album

Penghargaan

Penghargaan

Serah Terima

Catatan Pinggir

Tafsir

Tari

Catatan untuk si boi

TEMPO|interaktif

Olahraga

Tim Thomas Indonesia Disingkirkan Jepang  

Tes Doping Piala Eropa Gunakan Taktik Militer  

Nasional

30-an Orang Tahu Identitas TrioMacan2000

Benzema: Tanpa Rooney, Inggris Tetap Hebat

Bisnis

Melemah 98 Poin, Rupiah ke 9.358 per Dolar AS  

Bisnis

Penyatuan Zona Waktu Tingkatkan Transaksi Dagang  

Teknologi

Ini Antivirus Gratisan dari Kaspersky

Nasional

TrioMacan Klaim Cuitnya Info Intelijen  

Olahraga

Tiba di Jakarta, Ini Komentar Zanetti

Bisnis

Gas Tangguh Akan Masuk ke Pasar Domestik  

Bisnis

Semen Gresik Harus Fokus di Dalam Negeri  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif