• Home
  • 09 Oktober 1993
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Kolom Pembaca
    • Ralat
    • Album
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 09 Oktober 1993

    Wajah quran khas indonesia

    SEBUAH Quran memang isinya yang penting. Tapi bila kitab itu disajikan dengan tulisan yang menarik disertai bingkai di tiap halaman yang berwarna-warni, alangkah tenteram dan membahagiakan bagi pembacanya. Untuk itulah sebuah proyek menciptakan mushaf khas Indonesia diadakan, dan pemerintah dibantu pihak swasta menyediakan dana tak kurang dari Rp 1 miliar. Setelah sejumlah seniman Indonesia melakukan riset selama dua tahun, sebuah mushaf yang dinamakan Mushaf Istiqlal Indonesia, sebagian selesai sudah. Selasa pekan lalu, Presiden Soeharto meresmikan kehadiran mushaf baru khas Indonesia itu, melalui peragaan mushaf-mushaf tersebut di Bina Graha, Jakarta. Mushaf Istiqlal mewakili 45 wilayah budaya dari 27 provinsi. Surat Hud dan Yusuf, contohnya, mewakili ragam hias dari Jawa Timur. Surat Maryam dihiasi pola Timor Timur. Tapi berbeda dengan ragam hias pada kain tenun, arsitektur, atau ukiran lokal, hiasan pada Mushaf Istiqlal memiliki batasan: diharamkan menampilkan gambar manusia dan binatang, kata Menteri Agama Tarmizi Taher. Adapun nama Istiqlal yang disandang pada mushaf khas Indonesia ini adalah karena pengesahan pembuatannya dibarengkan dengan Festival Istiqlal, Oktober 1991. Dibuka dengan goresan kaligrafi Basmallah oleh Presiden Soeharto, riset dan pengerjaan mushaf Istiqlal pun dimulai. Yang terlibat dalam pembuatan mushaf ini 35 orang, dipimpin antara lain oleh A.D. Pirous, senirupawan kondang yang fasih menampilkan kaligrafi Quran dalam karya-karyanya, sebagai wakil ketua tim. Pada galibnya, Mushaf Istiqlal memang sebuah karya seni rupa Islam. Tapi karena ini menyangkut wahyu Allah yang tentu saja harus akurat 100%, pembuatannya memakan waktu sangat lama. Kadang untuk satu halaman mushaf diperlukan waktu pengerjaan selama 14 hari. Seluruh Mushaf Istiqlal direncanakan terdiri dari 850 halaman, meliputi 114 surat dalam 30 juz. Seni mushaf diperkirakan mencapai puncaknya pada abad ke-14 di Mesir, pada masa Dinasti Mamluk. Di Indonesia seni mushaf mulai tampil sekitar abad ke-16, tak lama setelah Islam masuk. Mushaf dari masa lalu yang sampai sekarang masih bisa dilihat di museum antara lain Mushaf Syekh Abdul Wahab dari Aceh, Mushaf Syekh Nawawi al Bantani dari Banten, Mushaf Syekh Muhammad Arsyad al Banjari dari Kalimantan Selatan, Mushaf Diponegoro dan Mushaf Amangkurat I dari Jawa Tengah. Naskah mushaf pertama disimpan oleh Abu Bakar, kemudian oleh Umar. Ketika Umar meninggal, mushaf tersebut berada pada Hafshah sampai tahun 642. Dari sumber itulah kemudian Quran disalin. Mushaf Istiqlal, menurut Pirous, dipastikan berbeda dengan yang ada di Irak, Persia, dan Malaysia. Karakter ragam hias Indonesia yang mengisi iluminasi (seni hias) Mushaf Istiqlal memang sudah merupakan jaminan untuk kekhasan tersebut. Kecuali itu beberapa segi teknis, misalnya menyangkut penataan jumlah baris dalam setiap halaman, pun sudah tidak sama. Dalam mushaf yang beredar di hampir seluruh negeri Islam pada abad ke-20 sekarang, penulisan Quran untuk setiap halamannya memakai sistem 15 baris. Pada Mushaf Istiqlal yang dipakai adalah sistem 13 baris. Ini dimungkinkan karena memang tidak ada ketentuan khusus yang menyangkut variasi jumlah baris dalam mushaf. Dan tentu saja pengurangan jumlah baris tersebut akan membuat Mushaf Istiqlal lebih mudah dibaca karena huruf- huruf dan kalimatnya tidak berdempeten. Teknis penataan yang baik dan iluminasi yang indah pada sebuah mushaf belum dianggap selesai sebelum diteliti ulang oleh tim ahli penulisan Quran dari Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia. Mohamad Cholid (Jakarta) & Ida Farida (Bandung)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Surat dari redaksi

Kolom Pembaca

Korban tabrak lari

Denda Tilang Tertinggi

Kaca Spion Dan UULLAJ

Indonesiana

Izin membangun bingung

Interkom maut

Kredit sim

Buku

Ketika dora emon menelan ramayana

Dewi dan pampasan perang

Agenda Pertunjukan

Lysistrata di samarinda

Seni Rupa

Menyerap kehidupan dengan mata batin

''yang dituju itu damai''

Ralat

Maukah

Album

Kenaikan pangkat

Guru besar

Catatan Pinggir

Di sampang

Agama

Wajah quran khas indonesia

Tari

Merentang batas pandang

DUS

Etalase jenazah di amerika

Remaja gawat di inggris

Cewek penggantung telepon di jepang

TEMPO|interaktif

Nasional

Aksi Kekerasan Jadi Pertimbangan FPI Dibekukan

Calon Independen Tak Cederai Demokrasi

Teknologi

Bagaimana Jika Kutub Bumi Berbalik?

Teknologi

Savana Afrika Ternyata Ciptaan Manusia

Brownies Blondies Koedelos di Hari Valentine

Internasional

Warga Irak Sambut Hari Kasih Sayang

Internasional

Azerbaijan Dituding Ikut Bunuh Ahli Nuklir Iran

Inforial

Servis Mobilnya Raih Hadiahnya

AUTO2000

Internasional

Liga Arab Usulkan Misi Perdamaian ke Suriah

Internasional

ASEAN Anggap India Lebih Terbuka dari Cina

Bisnis

Pemerintah Resmi Keluarkan Perpres Harga Baru BBM

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif