• Home
  • 09 Oktober 1993
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Kolom Pembaca
    • Ralat
    • Album
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 09 Oktober 1993

    Lysistrata di samarinda

    Teater Citra Tepian Samarinda, 9 - 10 Oktober mendatang mementaskan drama di Gedung Wanita Bina Rahayu, Samarinda. Dalam produksi ke-20 Teater Citra ini akan diangkat naskah drama Yunani kuno, Lysistrata, adaptasi Rendra. Lysistrata dalam kisah ini adalah pemimpin gerakan wanita mencegah perang. Sutradara Hamdani mengemas drama ini dengan gaya komedi. Di antara 30 pemainnya, ada Wiwin Sugiarti dan Herry Krink yang baru selesai magang di padepokan Bengkel Teater Rendra. Dua Ekspresi Dua pelukis, Mary Rumawas dan B. Basuki Rahardjo, menggelar karya-karyanya di Gedung Kesenian Jakarta. Keduanya mengambil tema alam. Mary, kelahiran Surabaya, menyukai objek bunga bermekaran yang diterakan ke kanvasnya lewat teknik palet yang masif dan ekpresif, sedangkan Basuki Rahardjo, pelukis jebolan Institut Seni Rupa Indonesia, memindahkan objek pemandangan dalam kanvasnya. Pameran ''Alam 2 Ekspresi'' ini dibuka selama sebulan sejak 1 Oktober. Catatan Perjalanan Ketika berusia 14 tahun, Jean Pierre Giacobazzi sadar bahwa ia punya bakat melukis. Sejak itu, hampir selama 40 tahun, Giacobazzi, kelahiran Toulon, kota di selatan Perancis, itu terus memperkaya dan mengembangkan bakatnya. Sebagian karyanya dipamerkan di Galeri Cipta Taman Ismail Marzuki Jakarta, 5 - 9 Oktober ini. Ia menyebut tema pameran ini sebagai ''Catatan Perjalanan''. Tiga Perupa Belanda Tiga seniman grafik terkenal Belanda, Carla Kleekamp, Sjoerd Bakker, dan Jan Montyn, memamerkan karya-karyanya di Indonesia. Carla, kelahiran Den Haag 56 tahun lalu, pernah mendapat pendidikan grafik di Pusat Kebudayaan Hilversum. Ia menyukai teknik etsa yang, katanya, bisa memberikan ekspresi dramatis. Adapun Sjoerd Bakker adalah perupa yang gemar bertualang ke berbagai negara untuk mencari inspirasi lukisan cat air dan etsanya. Karyanya yang bersifat figuratif layaknya sebuah buku harian. Adapun Jan Montyn, 69 tahun, sebagian karya lukisnya dibuat di tengah kekerasan perang yang teramat mengerikan. Dengan caranya yang amat khas, Montyn menyatukan spiritualitas dan perasaan, kehidupan dan seni dalam lukisan-lukisannya. Kehidupan Montyn pernah dibukukan pada 1982 dan akan difilmkan dalam waktu dekat. Pameran tiga perupa Belanda ini akan dibuka 6 Oktober pukul 19.30 oleh Rektor Institut Kesenian Jakarta, Dr. Toeti Heraty, dan bisa disaksikan sampai 22 Oktober 1993 di Erasmus Huis, Jakarta. Tiga Ucceline dari Belanda Trio Ucceline, sebuah grup yang kabarnya beken di Belanda, datang dan bermain di Jakarta. Grup ini beranggotakan Vincent van den Ende, Job ter Haar, dan Rien Voskulien. Mereka menggelar konser musik barok. Dalam porsi besar, musik barok konon membuat hati gelisah. Tapi sebenarnya musik ini diciptakan lebih banyak untuk menghibur penontonnya ketimbang mengungkap perasaan penciptanya yang paling dalam. Konser barok hidup karena keterlibatan para penonton yang dirangsang oleh intro-intro pendek yang membawa penonton ke kedalaman karya-karya yang ditampilkan. Vincent van den Ende mempelajari permainan suling di konservatorium di Utrecth. Sejalan dengan jadwal konsernya yang padat, ia mengabdikan dirinya bagi perkembangan dan reproduksi suling yang bersifat historis. Job ter Haar mempelajari selo dan selo barok pada Koninklijk Conservatorium di Den Haag. Ia tidak hanya memainkan musik barok, tapi juga klasik, romantis, dan kontemporer. Rien Voskuilen lulusan Sweelink Konservatorium di Amsterdam sudah bermain di seluruh Eropa. Kadang bermain solo, kadang anggota beberapa ansambel musik kamar dan orkestra. Trio ini membawakan karya Bigaglia, Bach, dan Vivaldi, di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, 11 Oktober 1993. Yang berminat bisa menyaksikan acara itu pada pukul 19.30, tanpa dipungut bayaran. Sebelumnya, 8 Oktober grup ini pentas di Gedung Kesenian Jakarta, pukul 20.00. Yang ini harga tiketnya Rp 15.000 dan Rp 20.000. Gong Sardono di GKJ Solo dan gamelannya adalah dua hal yang mengilhami koreografer Sardono W. Kusumo untuk menciptakan Passage through the Gong. Di Solo pada zaman kolonial lahir Serimpi Sangupati karya seorang sultan Surakarta. Tari itu ditafsirkan Sardono kelahiran Surakarta 48 tahun lalu sebagai cerminan kesadaran pihak istana bahwa pertemuan berbagai budaya bisa membawa kebahagiaan, tapi bisa juga melahirkan kekejian dan kematian. Adapun gong, yang selalu dibunyikan dalam awal dan akhir permainan gamelan, adalah metafor dimulainya dan diakhirinya kehidupan. Tari Passage through the Gong yang sarat dengan simbol-simbol kehidupan ini akan dipentaskan oleh Sardono Dance Theatre di Next Wave Festival 93 di New York. Di festival itu akan dipertunjukkan karya-karya para seniman yang beken di dunia kesenian mutakhir. Sebelum membawa rombongannya ke AS, Sardono mementaskannya untuk umum di Gedung Kesenian Jakarta, 11 Oktober. Passage didukung musik Rahayu Supanggah dan 19 penari, antara lain, G.R.A. Koes Murtiyah, putri Sunan Paku Buwono XII. Tiket ke Bosnia Bagaimana bila gejolak di Bosnia diceritakan dalam bentuk tari? Saksikan saja koreografi Tom Ibnur One Way Ticket to Bosnia yang digelar pada 8 - 9 Oktober 1993 pukul 20.00 WIB di Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Selain One Way juga digelar Hanifi karya Deddy Luthan, Bulan Berkaca ciptaan Wiwiek Sipala, dan Atas Angin kreasi S. Tri Sapto. Pentas ini diberi nama ''Pertemuan Empat Koreografer Indonesia''. Empat koreografer itu akan menampilkan empat karya inovatif yang warna dan corak merupakan aliran tari masa depan.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Surat dari redaksi

Kolom Pembaca

Korban tabrak lari

Denda Tilang Tertinggi

Kaca Spion Dan UULLAJ

Indonesiana

Izin membangun bingung

Interkom maut

Kredit sim

Buku

Ketika dora emon menelan ramayana

Dewi dan pampasan perang

Agenda Pertunjukan

Lysistrata di samarinda

Seni Rupa

Menyerap kehidupan dengan mata batin

''yang dituju itu damai''

Ralat

Maukah

Album

Kenaikan pangkat

Guru besar

Catatan Pinggir

Di sampang

Agama

Wajah quran khas indonesia

Tari

Merentang batas pandang

DUS

Etalase jenazah di amerika

Remaja gawat di inggris

Cewek penggantung telepon di jepang

TEMPO|interaktif

Internasional

Korban Cuaca Ekstrem Eropa Tembus 550 Orang

9 Kesalahan Menulis Surat Lamaran

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif