• Home
  • 09 Oktober 1993
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Kolom Pembaca
    • Ralat
    • Album
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 09 Oktober 1993

    Interkom maut

    DEMAM interkom merenggut nyawa lagi di Sumatera Utara. Kali ini bukan akibat kabel telanjang, tapi lantaran obrolan telanjang. Tersebutlah Ilham Pane, 23 tahun. Warga Kota Tanjungbalai, Asahan, itu masih menganggur dan sering menghabiskan umur di kabel interkom radio komunikasi yang mewabah di sana. Malam itu mulanya ia hanya nguping obrolan Agus Salim Marpaung, 25 tahun, dengan Ida. Rumah Agus sekitar 50 meter dari rumah Ilham. Mereka bersahabat, sama-sama penganggur dan sama-sama gemar lotere SDSB. Di tengah obrolan Agus dan Ida yang miring-miring hangat, Ilham mengkrodit atau masuk sekaki. ''Hoi, siapa kau?'' teriak Agus. Ilham yang tamatan SMEA itu menyambut, ''Kau kira nenek moyangmu yang punya jalur ini?'' Mereka lalu saling memaki. ''Kalau kau jago kali, tunggu aku di luar,'' ujarnya. ''Oke,'' sahut Ilham seraya ke dapur mencomot belati, dan bergegas ke luar. Mereka bertemu di ujung jalan. Saling menyeringai. Perang mulut, lalu parang bicara. Dua bacokan Agus bisa dielakkan Ilham, sementara belatinya telak di lambung kiri Agus. Satu lagi, sampai Agus terbirit lari dan memekik minta tolong. Jeritan Agus didengar kakaknya, Ibrahim Marpaung. Usahanya menolong disambut Ilham dengan sabetan belati hingga tangannya luka. Satu jam kemudian Agus meninggal di rumah sakit umum Tanjungbalai. Polisi datang, Ilham diringkus. Cuma lantaran interkom tega menghabisi kawan sendiri? ''Maklumlah, emosi,'' katanya kepada Mukhlizardy Mukhtar dari TEMPO. Akibat kejadian awal September itu Ilham tak cuma kehilangan kawan, tapi bisa batal kawin. Calon istrinya tidak pernah menjenguknya di penjara Pulau Simardan. Kini ia sering termenung di selnya.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Surat dari redaksi

Kolom Pembaca

Korban tabrak lari

Denda Tilang Tertinggi

Kaca Spion Dan UULLAJ

Indonesiana

Izin membangun bingung

Interkom maut

Kredit sim

Buku

Ketika dora emon menelan ramayana

Dewi dan pampasan perang

Agenda Pertunjukan

Lysistrata di samarinda

Seni Rupa

Menyerap kehidupan dengan mata batin

''yang dituju itu damai''

Ralat

Maukah

Album

Kenaikan pangkat

Guru besar

Catatan Pinggir

Di sampang

Agama

Wajah quran khas indonesia

Tari

Merentang batas pandang

DUS

Etalase jenazah di amerika

Remaja gawat di inggris

Cewek penggantung telepon di jepang

TEMPO|interaktif

9 Kesalahan Menulis Surat Lamaran

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif