• Home
  • 09 Oktober 1993
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Kolom Pembaca
    • Ralat
    • Album
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 09 Oktober 1993

    Ada juga khasiatnya

    APA yang terjadi kalau seorang pasien ''tertipu'' obat? Ternyata ada juga yang bisa sembuh. Inilah yang disebut khasiat efek plasebo. Efek obat bohong-bohongan itu telah dibuktikan oleh sebuah tim peneliti di Amerika Serikat. Dalam sebuah studi terhadap sekitar 6.000 penderita asma, gangguan usus 12 jari, dan herpes, ternyata dua pertiganya menjadi lebih baik setelah minum kapsul plasebo kapsul yang hanya berisi gula dan tepung. Dokter Alan H. Robert, yang memimpin penelitian itu, percaya bahwa untuk penyembuhan penyakit yang relatif ringan, efek plasebo cukup meyakinkan. Namun, efek tersebut tidak akan kuat mendobrak penyakit berat seperti AIDS dan kanker. ''Efek plasebo umumnya subjektif hanya pada pasien bersangkutan,'' kata psikolog di Scripps Clinic and Research Foundation, California, AS, itu, yang dikutip koran New York Times belum lama ini. Sesuai dengan namanya, plasebo berarti menyenangkan pasien. Pasien bisa tenteram setelah mendapat obat dari dokter yang dipercayainya walaupun obat diberikan sekadar untuk mengelabui pasien. ''Saya beranggapan, jika dokter yakin dengan pengobatan plasebo, dan pasien sudah percaya dengan dokter tersebut, plasebo bisa membawa hasil yang baik,'' kata Dokter Frederick Evans dari Sekolah Kedokteran The Robert Wood Johnson di New Jersey, AS. Istilah plasebo sebenarnya digunakan pada obat yang tidak mengandung bahan aktif, tetapi rasa dan bentuknya bisa sama dengan obat yang sebenarnya. Biasanya, plasebo digunakan sebagai pembanding untuk uji klinis obat baru, atau untuk mempertegas apakah obat baru betul-betul berkhasiat atau tidak. Pemberian resep kapsul yang berupa tepung atau gula tersebut, menurut Profesor Yose Roesma, tidak pernah dilakukan oleh dokter di sini. ''Kalaupun dilakukan, plasebonya berupa vitamin karena pemberian vitamin, untuk beberapa penyakit yang tidak gawat, sudah cukup,'' kata ahli penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ini. Dokter ahli hipertensi ini lalu berkisah tentang seorang pasien yang semula tidak apa-apa. Kebetulan, pada saat check- up, terlihat bahwa tekanan darahnya sedikit naik. Mendadak, gejala hipertensinya muncul. Kepalanya pun pusing. Jelaslah, gejala baru muncul setelah pasien panik melihat hasil check-up. Untuk kasus semacam ini, kata Yose Roesma, psikoterapi atau nasihat sangat penting. Namun, biasanya, nasihat saja tidak cukup. Pasien merasa tidak tenang kalau tidak mendapat obat. Untuk itulah pemberian plasebo berupa vitamin bisa diterapkan. ''Kecuali bagi penderita hipertensi gawat, yang dalam jangka pendek bisa membahayakan pasien. Untuk ini perlu obat, bukan sekadar vitamin,'' katanya. Menanggapi hasil penelitian di AS tersebut, Profesor Iwan Darmansyah membenarkan bahwa plasebo memang punya efek penyembuhan. Guru besar farmakologi Fakultas Kedokteran UI ini juga menyodorkan beberapa hasil penelitian. Pada penderita rasa sakit, misalnya, ternyata efek plasebo bisa menghilangkan rasa sakit 35% pasien. Untuk hipertensi, katanya, sekitar 17% pasien bisa sembuh hanya dengan plasebo. Penderita diare tersembuhkan sebanyak 85%, sedangkan mulas-mulas bisa hilang sama sekali. Iwan menyatakan, di Indonesia dokter tidak terbiasa meresepkan obat yang hanya berisi tepung dan gula itu. Namun, di Belanda plasebo dijual di apotek. ''Malah ada yang diisi dengan kina supaya ada rasa pahit, seperti obat benaran,'' katanya. Gatot Triyanto

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Surat dari redaksi

Kolom Pembaca

Korban tabrak lari

Denda Tilang Tertinggi

Kaca Spion Dan UULLAJ

Indonesiana

Izin membangun bingung

Interkom maut

Kredit sim

Buku

Ketika dora emon menelan ramayana

Dewi dan pampasan perang

Agenda Pertunjukan

Lysistrata di samarinda

Seni Rupa

Menyerap kehidupan dengan mata batin

''yang dituju itu damai''

Ralat

Maukah

Album

Kenaikan pangkat

Guru besar

Catatan Pinggir

Di sampang

Agama

Wajah quran khas indonesia

Tari

Merentang batas pandang

DUS

Etalase jenazah di amerika

Remaja gawat di inggris

Cewek penggantung telepon di jepang

TEMPO|interaktif

Bisnis

Nusantara Infrastructure Bidik Proyek Air Bersih

Bisnis

AirAsia Stop Rute Solo-Kuala Lumpur  

Olahraga

Arti Laga Inter Milan di Jakarta buat Cordoba

Teknologi

Menyelamatkan Jantung Rusak dengan Sel Kulit

Banyuwangi Tuan Rumah Jatim Travel Mart 2012  

Olahraga

Tim Thomas Indonesia Disingkirkan Jepang  

Tes Doping Piala Eropa Gunakan Taktik Militer  

Nasional

30-an Orang Tahu Identitas TrioMacan2000

Benzema: Tanpa Rooney, Inggris Tetap Hebat

Bisnis

Melemah 98 Poin, Rupiah ke 9.358 per Dolar AS  

Bisnis

Penyatuan Zona Waktu Tingkatkan Transaksi Dagang  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif