• Home
  • 09 Oktober 1993
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Kolom Pembaca
    • Ralat
    • Album
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 09 Oktober 1993

    Pria singapura jatuh hati pada cewek asing

    SEHEBAT-HEBATNYA cewek di negeri sendiri, bagi pria Singapura tampaknya lebih dicari cewek dari negeri orang. Kecenderungan kawin ke luar ini, menurut lima biro jodoh terbesar di sana, diperkirakan meningkat. Dalam tiga tahun ini di tangan mereka terdapat ratusan cewek Asia yang mendaftarkan diri sebagai pernyataan sedia diperistri pria Singapura. Memang, rincian data dari Kementerian Pembangunan Masyarakat, menurut berita di koran The Sunday Times, pertengahan September lampau, menunjukkan lonjakan hebat selama lima tahun terakhir. Tahun 1987 tercatat 1.988 pria yang menikahi cewek asing, dan tahun lalu menjadi 4.462 kasus. Pilihan kaum pria untuk melirik cewek non-Singapura tak terlepas dari kecenderungan cewek setempat yang makin memilih hidup mandiri. Total penduduk Singapura 2,762 juta jiwa. Jumlah pria 1,398 juta dan wanita 1,364 juta jiwa. Ini data sampai akhir Juni 1991. Statistik tahun 1980-1990 ihwal penduduk yang masih lajang pun memperlihatkan gejala yang meningkat. Dan lonjakan tajam itu persentasenya tampak pada kalangan wanita (lihat tabel). Menurut pejabat dari kementerian tadi, salah satu sebab orang makin senang pada kehidupan single adalah karena kian meningkatnya taraf pendidikan. Mereka lalu cenderung menunda perkawinan agar bisa mengejar karier dan menikmati kekayaan. Sikap mandiri boleh jadi sah saja bagi tiap individu, tapi akibatnya kurang cantik bagi negeri itu secara keseluruhan. Pemerintah kemudian mengadakan program biro jodoh. Salah satunya adalah Social Development Unit yang diberi subsidi untuk menjadi comblang bagi penduduk Singapura. Sejauh ini pemerintah Singapura hanya bisa mengimbau secara tidak langsung, karena tidak ada aturan yang melarang warganya kawin dengan orang asing. Namun, sebenarnya sudah ada penangkal untuk menghadang minat mereka menikahi warga non-Singapura. Misalnya, ada peraturan imigrasi yang ketat. Seorang pria Singapura yang menikah dengan cewek asing, istrinya tidak otomatis mendapatkan status sebagai permanent resident. Jadi, jangankan mendapatkan jatah kewarganegaraan, untuk beroleh izin tinggal saja tidak mudah. Seseorang perlu status izin menetap minimal lima tahun. Setelah itu baru dipertimbangkan layak-tidaknya menjadi warga negara. Yakni, setelah sang suami membuktikan sanggup menanggung segala kebutuhan istrinya, dan tak bakal menjadi beban negara kelak. Selain itu, sentana si istri ingin bekerja, ia harus mengajukan izin bekerja alias work permit. Cewek asing yang sedang menetap dan bekerja di Singapura bisa saja menemukan jodoh di sana. Namun, kalau hendak menikahi pacarnya yang Singapura itu, si cewek tetap saja harus mengurus izin khusus. Peraturan ini diberlakukan amat ketat. Terutama untuk mereka yang berasal dari golongan dengan penghasilan pas-pasan (blue collar worker), seperti kuli bangunan dari India dan Thailand, atau pembantu rumah tangga dari Filipina, yang cukup banyak di Singapura. Meski ada sejumlah aturan yang mungkin dapat menghambat atau mempersulit lajunya perkawinan dengan orang asing, karena tembakannya tak langsung melarang, tetap saja meningkat jumlah pria yang menikahi cewek asing. Atau mereka memang sedang mengalami semacam sensasi dan romantika khas dalam kehidupan makmur. Salah satu dorongan pria Singapura memilih istri dari negeri luar, menurut kementerian tadi, karena mereka ingin mencari istri yang taraf pendidikannya tidak terlalu tinggi. Padahal, di Singapura dewasa ini ceweknya banyak yang berpendidikan makin tinggi. Misalnya, cewek usia 20-24 tahun yang berpendidikan di atas SLTA, yakni akademi, politeknik, bahkan universitas ke atas, mencapai 19,6% pada tahun 1990. Sedangkan 10 tahun sebelumnya baru 9,7%. Akan halnya bagi para cewek non-Singapura, alasan mereka jatuh hati pada pria Singapura adalah karena perawakannya menarik, berpendidikan baik, dan punya banyak duit. ''Cewek- cewek itu juga melihat ada peluang untuk migrasi ke Singapura,'' kata Nyonya Tham Kwai Fong kepada koran tersebut. Nyonya ini punya bisnis biro jodoh sejak tahun 1972. Diungkapkannya, 10 tahun silam cewek asing yang menjadi anggotanya cuma 10%. Tapi kini mencapai 40%. Sedangkan Nyonya K. Saroja dari Biro Persahabatan dan Perkawinan mengatakan bahwa beberapa tahun lampau anggotanya baru terdiri dari cewek Malaysia dan Indonesia. ''Kini banyak yang dari Hong Kong dan Cina,'' katanya. Dalam pada itu, ada pula keagenan, Goodluck Friends Centre, yang mengorganisasi perjalanan khusus bagi pria Singapura untuk ketemu cewek di mancanegara. ''Kami punya agen di berbagai negara Asia,'' kata Horatio Lee, direktur perusahaan itu. Dan perusahaannya hanya akan merekomendasi pria yang punya penghasilan di atas Sin$ 1.500 per bulan, atau di atas Rp 2 juta. Dalam kasus meningkatnya pria kawin ke luar disebut alasannya karena merasa tak imbang dengan cewek setempat yang lebih memilih hidup mandiri. Namun, sementara itu dikatakan pula akibat pria Singapura mencari istri dari luar negeri, hingga jumlah cewek single pun meningkat. Keadaanya kok mirip teka- teki mana duluan telur atau ayam. Ed Zoelverdi ----------------------------------------------------- .Presentasi peduduk yang bujang menurut kelompok umur .1980 1990 Umur 1980 1990 ----------------------------------------------------- . 92,1 94,2 20 - 24 73,7 78,5 . 54,8 64,1 25 - 29 33,6 39,3 . 21,3 34,0 30 - 34 16,6 20,9 . 10,5 18,1 35 - 39 8,5 14,8 . 8,1 10,9 40 - 44 5,9 11,5 -----------------------------------------------------

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Surat dari redaksi

Kolom Pembaca

Korban tabrak lari

Denda Tilang Tertinggi

Kaca Spion Dan UULLAJ

Indonesiana

Izin membangun bingung

Interkom maut

Kredit sim

Buku

Ketika dora emon menelan ramayana

Dewi dan pampasan perang

Agenda Pertunjukan

Lysistrata di samarinda

Seni Rupa

Menyerap kehidupan dengan mata batin

''yang dituju itu damai''

Ralat

Maukah

Album

Kenaikan pangkat

Guru besar

Catatan Pinggir

Di sampang

Agama

Wajah quran khas indonesia

Tari

Merentang batas pandang

DUS

Etalase jenazah di amerika

Remaja gawat di inggris

Cewek penggantung telepon di jepang

TEMPO|interaktif

Bisnis

Nusantara Infrastructure Bidik Proyek Air Bersih  

Bisnis

AirAsia Stop Rute Solo-Kuala Lumpur  

Olahraga

Arti Laga Inter Milan di Jakarta buat Cordoba

Teknologi

Menyelamatkan Jantung Rusak dengan Sel Kulit  

Banyuwangi Tuan Rumah Jatim Travel Mart 2012  

Olahraga

Tim Thomas Indonesia Disingkirkan Jepang  

Tes Doping Piala Eropa Gunakan Taktik Militer  

Nasional

30-an Orang Tahu Identitas TrioMacan2000

Benzema: Tanpa Rooney, Inggris Tetap Hebat

Bisnis

Melemah 98 Poin, Rupiah ke 9.358 per Dolar AS  

Bisnis

Penyatuan Zona Waktu Tingkatkan Transaksi Dagang  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif