• Home
  • 29 Januari 1994
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Bisnis Sepekan
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Kolom Pembaca
    • Ralat
    • Album
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 29 Januari 1994

    Sekali lagi khasiat ASI

    BAHWA ASI atau air susu ibu lebih baik dari susu formula, sampai saat ini, tak diragukan lagi. Berbagai hasil penelitian membuktikan bahwa bayi yang menetek pada ibunya akan lebih cerdas dan bongsor dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula. Dan kini, pamor itu semakin kukuh berkat penelitian terbaru dari Dokter Saleh Alkatiri, 49 tahun. Penelitian selama 18 bulan yang dilakukannya di Sidoarjo, Jawa Timur, itu telah diuji di hadapan tim penguji Pascasarjana Universitas Airlangga, Rabu pekan lalu. Saleh Alkatiri, ahli mikrobiologi, mempertahankan tesisnya dengan baik dan meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan. Dari penelitiannya, terbukti bahwa ASI mampu menciptakan kekebalan tubuh bayi, terutama dalam menghadapi serangan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan sakit perut atau gastroentritis akut (GEA). Dalam ISPA termasuk penyakit radang paru-paru, influenza, dan pertusis (batuk), sedangkan di kelompok GEA ada penyakit perut (radang lambung dan usus), diare, disentri, tifus, dan muntaber. Imunisasi alamiah ini penting karena ISPA dan GEA adalah penyakit utama penyebab kematian bayi. Mengapa ASI mampu menghadang ISPA dan GEA? Berdasarkan penelitian Saleh, ASI mengandung bahan kekebalan tubuh imunoglobulin A (Ig.A) dan imunoglobulin M (Ig.M). Ig.A adalah antibodi yang berfungsi menggumpalkan dan menghancurkan kuman, sedangkan Ig.M mencegah perkembangbiakan virus, menetralisasi racun, dan menghancurkan jasad renik. Saleh, dalam penelitian ini, mengamati 183 sampel dari para ibu yang berusia 18-25 tahun dan menyusui bayi pada periode semester pertama. Hasil penelitiannya membuktikan bagaimana Ig.A dan Ig.M dalam ASI mampu membentengi tubuh bayi dari rongrongan ISPA dan GEA. Hasil penelitian Saleh membuktikan, dari bayi yang menetek pada ibu yang bergizi baik, 61 bayi (73,5%) cenderung sehat, sementara penderita ISPA dan GEA hanya 22 bayi (26,5%). Angka ini berbanding terbalik dengan jumlah bayi penyakitan dari ibu yang kekurangan kalori protein (KKP) dan penderita anemia gizi. Dari 38 bayi yang menetek pada ibu penderita KKP, hanya 10 bayi (26,3%) yang sehat. Sisanya, 28 bayi (73,7%), cenderung sakit ISPA dan GEA. Sementara itu, jika ibu penderita anemia gizi menyusui bayinya, sekitar 50% dari bayi itu sehat, sedangkan separuh lagi menderita ISPA dan GEA. Perbandingan tingkat ancaman terkena ISPA dan GEA ini sebanding dengan kesimpulan penelitian Saleh: kadar Ig.A dan Ig.M yang dihasilkan dari ASI ibu bergizi baik lebih tinggi daripada kadar Ig.A dan Ig.M pada ibu yang menderita KKP dan anemia gizi. "Besarnya kadar Ig.A dan Ig.M di dalam ASI, selain ditentukan oleh periode waktu menyusui, juga ditentukan oleh status gizi," kata staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini kepada TEMPO. "ASI memang mengandung bahan kekebalan tubuh yang mampu melindungi bayi dari infeksi," komentar Profesor Erwin Sarwono, Kepala Laboratorium Neonatologi Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya. Untuk itu, para ibu perlu diyakinkan agar menyusui bayi mereka. Dari ibu-ibu yang baru melahirkan, ada 25% yang enggan menyusui bayinya. Selain menyusui bayinya, ibu yang baru melahirkan juga perlu memperhatikan gizi yang dikonsumsi olehnya. Untuk diketahui, ancaman terkena ISPA dan GEA pada bayi yang diberi susu formula adalah empat sampai tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang dibesarkan dengan ASI. Gatot Triyanto dan Kelik M. Nugroho

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Surat Dari Redaksi

Surat dari redaksi

Kolom Pembaca

Bukan perhitungan BPKP

Soal parkir kedutaan besar Australia

Tentang kata indonesia

Buku

Menangkis bahaya dari utara

Rehal - wahyu muryadi

Rehal - wahyu muryadi

Indonesiana

Patung maskawin

Lem teler di manokwari

Seni Rupa

Ketika lukisan adalah kisah para dewa

Nasib museum yang lain

Ralat

Menghitung kebocoran

Catatan Pinggir

Demokrasi, lagi

Tari

Yang terbebani dan tak terbebani tradisi

Fotografi

Fotografi di tangan raksasa

Agama

Mengungkap mahalnya onh kita

Sisa ONH: Rp 3 miliar

Agenda Pertunjukan

Rendra manggung lagi

DUS

KTP bisa kembar atau ganda

Klinik memilih uang atau etika

Album

Pelantikan

Pengurus baru CAJ

Pariwara

Biarkan kami menyelesaikan masalah anda

TEMPO|interaktif

Bisnis

Nusantara Infrastructure Bidik Proyek Air Bersih  

Bisnis

AirAsia Stop Rute Solo-Kuala Lumpur  

Olahraga

Arti Laga Inter Milan di Jakarta buat Cordoba  

Teknologi

Menyelamatkan Jantung Rusak dengan Sel Kulit  

Banyuwangi Tuan Rumah Jatim Travel Mart 2012  

Olahraga

Tim Thomas Indonesia Disingkirkan Jepang  

Tes Doping Piala Eropa Gunakan Taktik Militer  

Nasional

30-an Orang Tahu Identitas TrioMacan2000  

Benzema: Tanpa Rooney, Inggris Tetap Hebat

Bisnis

Melemah 98 Poin, Rupiah ke 9.358 per Dolar AS  

Bisnis

Penyatuan Zona Waktu Tingkatkan Transaksi Dagang  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif