• Home
  • 06 Oktober 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 06 Oktober 1998

    Langkah Awal Senor Meksiko

    Kalau harus menyebut dua kegemaran, apa yang akan dipilih orang Meksiko? Yang satu pasti tequila, minuman khas mereka. Satu lagi? Para investor di Bursa Efek Jakarta menjawab dengan pasti, "Mereka doyan risiko."

    Boleh jadi para pemain saham itu bercanda. Tapi memang keberanian menempuh risiko itulah yang tampak ketika perusahaan asal Meksiko, Cementos Mexico SA alias Cemex, akhirnya memenangi tender penjualan saham Semen Gresik milik pemerintah RI. Penawaran Cemex, sebesar US$ 1,38 untuk tiap saham Semen Gresik, ternyata tak ada yang menyaingi. Dengan kemenangan ini, Cemex akan mengantongi 14 persen (sekitar 83 juta unit) saham Semen Gresik dengan bayaran US$ 115 juta.

    Jika dibandingkan dengan harga di bursa Jakarta, tawaran Cemex memang luar biasa. Sebulan terakhir harga Semen Gresik cuma berkisar antara Rp 6.000 dan Rp 8.000 per saham (lihat grafik). Jika dirupiahkan, dengan kurs Rp 10 ribu per dolar saja, tawaran Cemex mencapai Rp 13.800, hampir dua kali lipat harga di pasar.

    Padahal, semen bukan bisnis yang menggiurkan. Setidaknya dalam lima tahun ke depan, pasar semen domestik tetap melempem. Pasokan melimpah, tingkat konsumsinya loyo. Dengan kondisi perekonomian yang carut-marut, bisnis properti dan konstruksi (konsumen utama semen) baru menggeliat tujuh sampai sepuluh tahun mendatang.

    Lalu mengapa Cemex seberani itu? Ada banyak jawaban. Ada yang bilang, pengusaha Meksiko sudah terbiasa menghadapi perekonomian yang lumpuh. Krisis dan resesi di Indonesia tak lagi membuat mereka kaget atau gentar. Tapi, ada juga yang yakin, Cemex punya agenda tersembunyi. Salah satunya, dengan pembelian ini, Cemex punya kesempatan mendikte Semen Gresik.

    Caranya? Tak banyak yang tahu, pembelian saham ini diikuti embel-embel. Cemex punya opsi (pilihan) untuk membeli minimal 4 juta ton, sekitar 30 persen dari total produksi Semen Gresik, setiap tahun. Dengan opsi ini, Cemex bisa mengontrol pasokan semen di wilayah pasar yang dikuasainya.

    Karena dolar terus melambung, ongkos produksi semen di Indonesia tergolong paling murah di dunia. Harga semen dari pabrik di Gresik, misalnya, cuma sekitar Rp 200 ribu per ton. Ini setara dengan US$ 20 (pada kurs Rp 10 ribu per dolar). Padahal, di belahan Benua Amerika bagian utara (Kanada dan Amerika Serikat) harga bubuk abu-abu itu sudah US$ 60 per ton. Untuk membawa semen sampai ke AS, misalnya, cuma perlu ongkos transpor US$ 20 per ton.

    Jadi, andai saja bisa mengekspor, pabrik semen di Indonesia akan untung besar. Di atas kertas, masih ada untung bersih US$ 20 per ton atau sekitar 33 persen dari nilai penjualan. Sayangnya, industri semen lokal, seperti Semen Gresik, belum punya jaringan pemasaran untuk ekspor yang andal.

    Namun, potensi ini tetap mengancam industri semen di luar negeri. Perusahaan semen raksasa seperti Cemex (terbesar ketiga dunia) gentar. Karena itulah para raksasa itu kini sibuk melahap perusahaan semen di Asia Tenggara. Menurut perhitungan Arief Kuswanto, analis industri semen dari HSBC Securities, gelombang akuisisi itu bisa mengontrol potensi pabrik semen Asia melakukan ekspor.

    Dalam hal Semen Gresik, kontrol itu memang belum bisa dilakukan Cemex sepenuhnya saat ini. Dengan cuma 14 persen saham di kantong, Cemex memang tak bisa berbuat banyak. Manajemen Semen Gresik masih dikuasai pemerintah.Tapi Cemex sedikitnya bisa "mencegah" Gresik mengekspor lebih dari 4 juta ton--batas minimal semen yang harus mereka beli.

    Dan jangan lupa, Cemex tak akan berhenti sampai di situ. Mereka akan membeli 6 persen lagi dari bursa. Selain itu, sebagai mitra tunggal pemerintah di Semen Gresik, Cemex punya kesempatan pertama untuk membeli saham yang, siapa tahu, akan dilepas pemerintah, kelak.

    Jadi, jangan kaget kalau suatu kali nanti para senor Meksiko sudah menjadi bos besar di Semen Gresik.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Dari Perwalian Menuju Perwakilan

Buku

Surat Pramoedya Buat Chen Xiaru

Pram dan Larangan Buku-Bukunya

Catatan Pinggir

RAINE

Surat Dari Redaksi

Surat Dari Redaksi

TEMPO|interaktif

Olahraga

Firdasari Perpanjang Nafas Tim Uber Indonesia

Balotelli Janji Tampil Maksimal di Euro 2012

Olahraga

Edward Wilson Incar Kaus Walter Samuel

Ifan 'Govinda' Jajal Jadi Produser Band.  

Teknologi

IBM Buka Kantor di Bandung  

Olahraga

Polri Gelar Kejuaraan Berkuda Kapolri Cup 2012

Iklan Calon Gubernur Belum Tergolong Kampanye

Nasional

MA: Grasi Corby Hak Prerogatif Presiden

Bisnis

Dahlan : Pertamina Jangan Beli Minyak Ke Petral

Teknologi

Mengapa Ada Orang Menyukai Anjing Galak?  

Izin Konser Gaga di Kemenakertrans Hampir Terbit

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif