• Home
  • 20 Oktober 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Agama
  • Seni
    • Musik
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 20 Oktober 1998

    Penyakit Hati, Bukan Santet

    MASALAH santet hingga kini belum bisa dibuktikan secara medis. Maka seorang dokter kepala puskesmas Desa Badekan, Banyuwangi, Sri Lestari, pun berujar, ??Mau percaya ya gimana, tidak percaya kok banyak yang percaya.?? Namun, dari pengalamannya menangani pasien yang mengaku kena santet, sebenarnya mereka sakit biasa saja. Ada yang ia diagnosis terkena penyakit mata (glukoma), tetanus, atau terkena penyakit liver. Penyakit yang terakhir ini rupanya banyak diderita penduduk Banyuwangi. Terkadang, dalam sehari Sri mendapat 10 pasien yang livernya terganggu. Tanda-tandanya jelas, perut membengkak seperti busung lapar. Repotnya, gejala itulah yang dipercaya penduduk sebagai penyakit yang disebabkan santet. Padahal, gejala seperti ini, selain bisa diakibatkan penyakit liver, dapat juga karena sakit jantung atau ginjal. Tapi sebenarnya para dokter di sana kerap juga menerima kasus yang aneh dari segi medis. Pernah, Solakhudin, dokter umum di Rumah Sakit Umum Blambangan, Banyuwangi, menerima pasien yang datang dengan perut bengkak. Sudah dironsen dan diperiksa dengan teliti, tak ditemukan satu penyakit pun. Si pasien percaya ia "dikerjai" orang. Tentu, sebagai dokter, Solakhudin tak percaya begitu saja. "Saya curiga ia menderita tumor perut," katanya. Sayang, kecurigaannya tak bisa dibuktikan karena si pasien tak bersedia memeriksakan diri ke rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap. Kalau sudah begini, tentu santet tetap dipercaya sebagai penyebab penyakit tersebut. Lucunya, tak hanya manusia yang dipercaya masyarakat bisa kena santet, tapi juga binatang. Di Desa Sukojati, Kabat, ada empat orang yang dibunuh karena dituduh sering menyantet ternak. Tanda-tandanya, sapi dan kerbau itu mencret dan kejang sebelum mati. Penjelasannya? ??Itu karena demam,?? ujar Sujarno, mantri hewan yang sudah 14 tahun bertugas di Kecamatan Kabat. Gabriel Sugrahetty (Jakarta), Agus S Riyanto, Zed Abidien (Banyuwangi)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Pintu Rasionalisme Harun Nasution

Catatan Pinggir

Oyik

TEMPO|interaktif

Nasional

Seberapa Dekat SBY dan Bos Agen Sukhoi?

Nasional

Polisi Periksa Saksi Bentrokan di Lahan PTPN II

Olahraga

Suporter Cemooh Robben, Muenchen Minta Maaf

Teknologi

Ulang Tahun Robert Moog, Ada Synthesizer di Google  

Bisnis

Dewan Minta Suplai BBM di Kalimantan Terjamin  

Olahraga

Firdasari Perpanjang Nafas Tim Uber Indonesia  

Balotelli Janji Tampil Maksimal di Euro 2012

Olahraga

Edward Wilson Incar Kaus Walter Samuel

Ifan 'Govinda' Jajal Jadi Produser Band.  

Teknologi

IBM Buka Kantor di Bandung  

Olahraga

Polri Gelar Kejuaraan Berkuda Kapolri Cup 2012

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif