Keamanan di Jakarta sepanjang Sidang Istimewa MPR berada di pundak Jenderal Wiranto. Saking beratnya, Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI yang selalu tampil necis ini tak cuma membekalkan ribuan tentara untuk mengamankan sidang. Juga bertruk-truk pasukan partikelir, misalnya Pam Swakarsa itu. Betulkah begitu? Kepada Hani Pudjiarti dari TEMPO, Wiranto mengelak bila dikatakan demonstran berbambu runcing itu adalah "pasukannya". Petikannya:
Beberapa pemimpin Pam Swakarsa menyebut bahwa Anda mengoordinasi dan ikut mendanai gerakan mereka.
Enggak ada. Semua jadi dipolitisir ke saya.
Tapi sumber kami menyebut begitu?.
Apa benar begitu? Pangab kok mengoordinir yang begituan, semacam Pam Swakarsa. Apa saya sempat?
Mereka membawa bambu runcing dan meresahkan masyarakat. Kenapa tak segera dilarang?
Kita tidak pernah menggerakkan, bagaimana mau menariknya? Semua yang datang itu ikhlas dan ingin membantu suksesnya sidang, kenapa harus dihalang-halangi? Sementara itu, kita tidak pernah menghalangi massa yang menentang sidang.
Kesannya, ABRI melindungi Pam Swakarsa untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat.
Tidak benar. ABRI selalu membela rakyat. Pam Swakarsa yang kita bina adalah satgas dari Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga. Tapi bukan untuk membentrokkan. Mengantisipasi saja.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
