• Home
  • 24 November 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 November 1998
    Presiden dan Wapres Mendatang :

    Amien dan Mega

    Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat, yang baru usai, memutuskan pemilihan umum akan dilakukan Mei atau Juni tahun depan. Itu artinya sudah saatnya "mengelus-elus jago". Lantas, siapa sajakah "jago" yang layak dibawa ke bursa calon presiden dan wakil presiden Indonesia mendatang? Responden jajak pendapat TEMPO punya jawabnya. Menurut mereka, yang paling pas mengisi posisi presiden dan wakil presiden Indonesia adalah Amien Rais dan Megawati. Keduanya dinilai telah membuktikan diri mendukung demokrasi selain memiliki massa yang besar.

    Jika jajak pendapat ini bisa menjadi kenyataan, itu berarti pascapemilu tahun depan berakhir sudah politisi sisa-sisa Orde Baru yang ingin menjadi presiden. Soalnya, nama-nama seperti Habibie, Edi Sudradjat, Jenderal Wiranto, Akbar Tandjung, atau A.M. Saefuddin hanya sedikit dilirik oleh responden. Menurut mereka, Indonesia masa depan haruslah dipimpin oleh tokoh-tokoh yang bebas sama sekali dari "aroma" Orba, tidak peduli apakah tokoh itu secara riil memiliki pengalaman yang cukup di lapangan politik atau tidak.

    Kriteria presiden dan wakil presiden yang disusun responden memang mengutamakan komitmen terhadap demokrasi. Bahkan, terhadap pertanyaan apakah calon presiden dan wakilnya harus merupakan representasi dari partai politik atau organisasi sosial politik besar, tidak semua responden sepakat. Artinya, kalaupun Amien dan Mega dijagokan, itu tidak disebabkan oleh kebesaran organisasi yang mereka pimpin, tapi karena tingginya kepercayaan responden terhadap keduanya.

    Lalu, kenapa Amien presiden dan kenapa Mega wakilnya? Tidak ada jawaban yang pasti. Namun, jika ditilik lebih jauh--dengan mempertimbangkan kriteria yang diajukan responden--Amien dinilai punya track pengalaman yang lebih panjang ketimbang Mega. Pengalaman--salah satunya kemampuan mengelola konflik dan kemauan berkompromi--inilah yang nantinya dipakai untuk menjalankan roda pemerintahan. Harap maklum, dalam jagat politik, kompromi merupakan sesuatu yang hampir tidak bisa dihindari.

    Tentu saja kedua tokoh ini bukan figur tunggal yang muncul dalam jajak pendapat kali ini. Masih ada nama lain seperti Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta Edi Sudradjat, Wiranto, Akbar Tandjung, dan Habibie (dalam porsi yang lebih kecil)--baik untuk jabatan presiden maupun wakil presiden. Namun, jika variabel presiden dan wakil presiden ini disilangkan, pilihan terbanyak masih pada paket Amien-Mega. Selain itu, di bawahnya ada paket Megawati-Sri Sultan atau Mega-Amien.

    Gambaran ideal responden tersebut ternyata tidak banyak berubah ketika kepada mereka ditanyakan pasangan presiden dan wakil presiden yang paling mungkin direalisasikan. Meskipun responden menyadari ada peluang-peluang intervensi birokrasi/militer atau permainan uang (money politic) dalam penyusunan paket pemimpin negara itu, dalam persentase yang tidak jauh berbeda nama Amien-Mega kembali muncul.

    Selain itu, ada "tokoh lama" seperti Akbar Tandjung, Wiranto, atau Habibie, tapi mereka hanya dipilih oleh kurang dari 10 persen responden. Artinya, ada semacam keyakinan bahwa Amien dan Mega punya posisi tawar yang tinggi dalam membidik kursi pemimpin negara.

    Lebih dari separo responden percaya bahwa pasangan ini dapat diterima segala kelompok, meski tidak sedikit pula yang meragukannya.

    Cukup realistiskah pandangan itu? Jawaban pastinya, tentu, kita tunggu sampai pemilu tahun depan.

    Arif Zulkifli


    INFO GRAFIS

    Kriteria presiden dan wakil presiden Indonesia mendatang

     PresidenWakil Presiden
    Terbukti memiliki sikap demokratis97%98%
    Memiliki pendukung yang besar92%89%
    Memiliki pengalaman politik90%89%
    Tidak pernah menjadi pejabat tinggi Orba78%77%
    Wakil partai politik57%56%
    Datang dari orsospol yang besar46%47%

    Calon presiden ideal

    Amien Rais:31%
    Megawati:30%
    Sri Sultan HB X: 18%
    Gus Dur:7%
    Habibie:7%

    Calon wakil presiden ideal

    Megawati:35%
    Sri Sultan HB X: 26%
    Amien Rais:20%
    Gus Dur:5%
    Edi Sudradjat: 5%

    Calon presiden yang paling mungkin terwujud

    Amien Rais:26%
    Megawati:20%
    Sri Sultan HB X: 20%
    Habibie:12%
    Wiranto:9%

    Alasan tidak terpilihnya calon ideal

    Ada intervensi militer dan birokrasi: 53%
    Ada kompromi antarcalon: 18%
    Tidak memiliki banyak pendukung: 13%
    Ada permainan uang: 13%

    Pasangan presiden dan wakil presiden yang paling mungkin terwujud

    Amien Rais - Megawati: 15%
    Sri Sultan HB X - Megawati: 9%
    Megawati - Sri Sultan HB X: 9%
    Amien Rais - Sri Sultan HB X: 8%
    Megawati - Amien Rais: 7%


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

RENAISANS ASIA

Catatan Pinggir

Soeharto

Inforial

Tidur Nyenyak dan Hidup Sejahtera dengan Tabungan BNN

TEMPO|interaktif

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif