• Home
  • 24 November 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 November 1998

    Kelompok Radikal?

    DARI Semanggi, ada suasana antiklimaks. Beberapa kelompok mahasiswa mencoba terus di jalan, berdemonstrasi. Bagaimanapun, ada tiga hal yang bisa mengurangi efektivitas aksi-aksi ini. Pertama, gejala berkurangnya dukungan masyarakat, yang umumnya menginginkan kehidupan kembali normal untuk bisa cari nafkah. Kedua, stamina dan kebutuhan belajar para mahasiswa. Ketiga, sifat gerakan mahasiswa itu sendiri pada umumnya: semangat mereka menderu, keberanian mereka menakjubkan, tetapi kebanyakan tanpa susunan prioritas mana sasaran yang urgen dan mana yang bukan. Siapa pun boleh berteriak bahwa ada kelompok radikal, revolusioner, komunis, dan sejenisnya dalam kancah para demonstran. Memang retorik, semboyan, lambang yang dipakai terkadang kekiri-kirian. "Kiri", karena dilarang Orde Baru, jadi tambah menarik. Tapi jelas gelombang demonstrasi itu bukan sebuah revolusi ala Lenin. Tak ada bimbingan oleh teori, oleh pemimpin, dan oleh organisasi. Ia lebih merupakan cetusan yang oleh para mahasiswa sendiri disebut "gerakan moral"--sesuatu yang tak jelas definisinya, tak pernah ada dalam kamus kaum revolusioner tulen, dan yang pasti tidak punya kaitan dengan kekuatan politik yang lebih besar. Dan di situlah justru kelemahan gerakan mahasiswa sekarang. Karena menjaga "kemurnian", anak-anak muda itu mencegah kontak dengan orang di luar. Bahkan aliansi antarkelompok terkadang mudah terganggu oleh persaingan dan saling curiga. Padahal sasaran yang besar dari sebagian mereka--misalnya menjatuhkan Presiden Habibie, membentuk MPR Reformasi--memerlukan kekuatan yang lebih dahsyat ketimbang kekuatan mereka sendiri. Bahwa Habibie tidak jatuh dan Sidang Istimewa berjalan terus menunjukkan bahwa ada salah hitung di sini. Tapi ada sebuah agenda yang oleh para mahasiswa dapat diambil, dan kali ini mereka bisa bergabung--dengan rendah hati--bersama dengan kekuatan proreformasi yang lain, yaitu proses penyelesaian undang-undang politik. Partai-partai yang di luar DPR bagaimanapun akan harus aktif mendesak agar DPR yang sekarang tidak mengecoh mereka dan mengecoh harapan demokrasi. Mahasiswa bisa ikut berperan di situ. Memang soal partai dan pemilihan umum bagi sebagian mahasiswa terasa kurang "murni". Tapi, tanpa partai politik, tanpa pemilihan umum yang bebas, yang senang hanya para jenderal. Dulu ada semboyan yang menandai peralihan perjuangan kemerdekaan yang semula mengandalkan bedil, from the bullets, to the ballot. Dari peluru, beralih ke pemilu. Tahun 1999 itulah ajang anak-anak muda Indonesia.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

RENAISANS ASIA

Catatan Pinggir

Soeharto

Inforial

Tidur Nyenyak dan Hidup Sejahtera dengan Tabungan BNN

TEMPO|interaktif

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA
iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif