• Home
  • 01 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 01 Desember 1998

    Kalau Mega Laki-laki

    Kalau saja Megawati seorang laki-laki, menurut keyakinan saya, penolakan sebagian kalangan terhadap pencalonan dirinya sebagai pemimpin nasional tetap akan terjadi. Ada beberapa alasan.

    Pertama, figur Megawati masih diselimuti sisi remang-remang, terutama yang berhubungan dengan data demografis, khususnya agama, latar belakang pendidikan formal, dan sebagainya.

    Kedua, keberpihakan Mega terhadap gerakan reformasi diragukan. Ketika sebagian besar mahasiswa berunjuk rasa menuntut Soeharto turun, Mega dan PDI-nya cuma diam. Bahkan, setelah Soeharto tumbang dan sebagian masyarakat menuntut Soeharto diadili, Mega justru "mengimbau" agar masyarakat tidak menghujat.

    Ketiga, Mega sebagai calon pemimpin nasional tidak pernah menelurkan karya intelektualnya, misalnya berupa karya tulis. Bahkan, pidato-pidato Mega selama ini tidak memberikan kesan intelektual sebagaimana bila kita simak pidato-pidato Bung Karno.

    Keempat, Megawati bukanlah seorang "tokoh" yang independen. Ia selalu meminta advis dari Gus Dur (dan sebagainya) sebelum memutuskan sesuatu.

    Tidak bisa dimungkiri, Megawati adalah sebuah fenomena di dunia politik Indonesia. Namun, lebih tepatnya, Megawati hanyalah sebuah "fatamorgana" bagi massanya. Karena itu, massa Megawati tidak akan pernah mendapatkan air demokrasi untuk menghapuskan dahaga mereka.

    Kalau Mega memang arif, ia tentu tidak akan membebani rakyat. Sebab yang dibutuhkan rakyat adalah seorang pemimpin yang cakap (capable), mampu melakukan komunikasi global, jelas data demografisnya, dan mandiri, bukan seorang pemimpin yang gamang.

    F.X. Rudy Wibisono
    Kompleks Basmol 8
    Cengkareng
    Jakarta 11610


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Tak Masalah, Presiden Perempuan

Tak Masalah, Presiden Perempuan

Catatan Pinggir

Nurul

Nurul

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif