• Home
  • 01 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 01 Desember 1998

    RUU Politik Perlu Didemo?

    RUU Politik kini tengah dikebut pembahasannya di DPR. Yang telah bulat disepakati adalah sistem pemilu, yaitu dengan sistem proporsional yang dimodifikasi. Draf pemerintah dengan sistem distrik ditolak. Tapi, banyak hal lain masih akan "ramai". Salah satunya, soal status pegawai negeri sipil. Draf pemerintah melarang pegawai negeri menjadi anggota/pengurus parpol. Klausul ini didukung FPP, "FPDI" dan F-ABRI. Tapi, FKP ngotot menolaknya. Soalnya, pasal itu akan membabat pilar kepengurusannya yang selama ini ditopang pegawai negeri. Kata akhir agaknya harus diambil lewat voting. Namun, hal terpenting adalah sejauh mana undang-undang yang amat menentukan suksesnya pemilu itu punya legitimasi. Padahal, sampai sekarang kalangan partai politik di luar Senayan, yang sama haknya itu, belum juga dilibatkan. Seorang sumber TEMPO mengungkapkan bahwa para pengurus setingkat sekretaris jenderal dari PAN, PDI, dan PKB ternyata telah merumuskan catatan untuk didesakkan ke Panitia Khusus. Isinya, antara lain, menuntut penggusuran kursi ABRI di DPRD. Komposisi badan penyelenggara pemilu terdiri dari 17 orang wakil partai politik sebagai pengarah dan teknis pelaksanaannya menggunakan jaringan Lembaga Pemilihan Umum yang sudah ada. Dan meski juga memilih sistem proporsional, untuk menjamin akuntabilitasnya, tiap calon harus berdomisili di daerah pemilihan.Untuk itu, mereka akan berupaya agar terlibat penuh dalam perumusannya di DPR. Caranya? "Pokoknya kita akan datang dan mengikuti rapat-rapatnya," ujarnya. Jika RUU politik itu tidak aspiratif, mereka sudah satu kata: massa ketiga parpol itu akan "jalan-jalan" ke Senayan.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Tak Masalah, Presiden Perempuan

Tak Masalah, Presiden Perempuan

Catatan Pinggir

Nurul

Nurul

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif